Lomba Nyanyi Ya Lal Wathon Siap Digelar
Kerjasama PCNU Palembang - Berita Pagi

PALEMBANG, BP- Lomba nyanyi lagu Ya Lal Wathon yang diselenggarakan PC Nahdlatul Ulama’ Kota Palembang bekerjasama Koran Berita Pagi siap digelar. Lomba ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2022 sekaligus menyambut Hari Pahlawan.
Menurut Kemas Khoirul Mukhlis, General Manager Berita Pagi sekaligus ketua penyelenggara lomba terbuka untuk umum dengan batasan usia 15-25 tahun. Nantinya peserta menyanyikan lagu tersebut dan diunggah melalui instagram masing-masing dengan ditautkan akun @pcnu_palembang serta @beritapagi_now serta dikirim melalui WA 081271111131.
“Jadi peserta lomba terbuka luas untuk umum dengan batasan usia yang telah ditentukan juri tadi. Silakan bagi yang akan mengikuti lomba, hadiah di samping tropi juga uang tunai serta bingkisan dari para sponsor,” ujar Mukhlis yang juga wakil ketua PCNU Palembang seusai memimpin rapat dewan juri, Selasa (18/10) malam.
Dijelaskan, batas akhir peserta mengirimkan videonya pada 1 November mendatang pukul 16.00 WIB. Selanjutnya pada Jumat 4 November diselenggarakan acara final sekaligus menyerahkan hadiah bagi juara yang terpilih.
Dari video yang dikirim akan diseleksi dan dinilai juri yang terdiri dari Kamsul A Harla, Dr H Ikral dan Bambang Subagio. Masing-masing akan ditetapkan 6 peserta terbaik putra dan putri.
Lagu Ya Lal Wathon sendiri merupakan karya salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH Wahab Chasbullah. Lirik lagu yang populer di kalangan santri ini berisi ajakan untuk semangat membela tanah air.
Sementara itu Ketua PCNU Palembang KH Hendra Zainuddin Al Qodiri menyatakan, kalau kegiatan lomba ini merupakan bagian dari program kerja NU Palembang dalam memeriahkan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.
“Peringatan Hari Santri ini sangat penting untuk dijadikan momentum membangkitkan lagi semangat bela negara. Tercatat dalam sejarah, bagaimana peran para ulama, kiya dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar KH Hendra Zainuddin Al Qodiri yang juga pimpinan Pesantren Aulia Cendikia ini. #muk