- Hotman Paris menggelar keterangan dalam rangka membela korban penganiayaan yang bernama Juwita Puspasari (Tata) berserta ibunya, Nurmala Dewi oleh oknum anggota DPRD dari Partai Gerindra. Konferensi pers tersebut digelar di Buntut Sunda Kang Ali yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman pada hari Minggu (4/9).
Palembang, BP- Pengacara kondang Hotman Paris telah datang ke Palembang beserta kedua asprinya yang bernama Fadilla dan Ranti untuk menuntaskan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD bernama Syukri Zen terhadap wanita di SPBU Demang Lebar Daun pada 5 Agustus 2022 kemarin.
Diketahui, Hotman Paris menggelar press rilis dalam rangka membela korban aniaya yang bernama Juwita Puspasari (Tata) berserta ibunya, Nurmala Dewi oleh oknum anggota DPRD dari Partai Gerindra.
Konferensi pers tersebut digelar di Buntut Sunda Kang Ali yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman pada hari Minggu (4/9).
Pada konferensi pers tersebut pihak korban, Tata menjelaskan kronologi kejadian tersebut bermula saat ia dan ibunya hendak mengantre untuk mengisi Pertalite.
Saat hendak maju, tiba-tiba mobil yang diketahui milik oknum anggota DPRD menyalip antrean tepat di depan mobil mereka. Karena tidak diizinkan menyalip, oknum tersebut lantas mengucapkan kata-kata kasar kepada ibu korban.
“Dia ga ada bilang mau menyalip antrean, cuma menghidupkan lampu besar dan kecil. Tapi ga kita tanggapi,” kata Tata kepada awak media di Buntut Sunda Kang Ali, Minggu (4/9).
Tidak terima dimaki, tata kemudian keluar dari mobilnya dan hendak menanyakan alasan oknum memaki ia dan ibunya.
“Kemudian saya turun dari mobil. Saya tanya apa maksudnya memaki ibu saya seperti itu. Lalu saya ingin memfoto nopol mobilnya.” ujarnya
Saat hendak memotret nopol oknum anggota DPRD tersebut, pelaku langsung memukul korban.
“Dia langsung mukulin saya hingga lebam dan luka di lengan, kepala, bibir sama jari manis kiri saya.” lanjutnya.
Warga yang berada di lokasi dan melihat kejadian tersebut langsung melerai mereka. Setelah kejadian tersebut Tata langsung melakukan visum dan membuat laporan ke Polsek Ilir Barat 1 Palembang dengan kasus penganiayaan.
Perihal laporan yang dibuat oleh oknum anggota DPRD, Syukri Zen dengan kasus pengeroyokan, Tata mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.
“Tidak ada pengeroyokan, dia bilang kalau saya sempat melakukan pengeroyokan dengan ibu dan teman saya. Padahal yang ada di mobil saya saja hanya saya, ibu saya dan keponakan saya yang masih kecil.” jelasnya.
Pihak kepolisian sempat menyarakan korban dan pelaku untuk berdamai, tetapi oknum anggota tersebut tidak menunjukkan itikad baik.
“Saya sudah menunggu itikad baik, dia juga sudah dapat dua panggilan oleh polisi tapi ia tetap tidak hadir dan meminta maaf kepada saya.” ujar Tata.
Karena respon dan itikad yang tidak baik yang ditunjukkan oleh oknum, Tata kemudian mengunggah dan menceritakan kejadian tersebut melalui Twitter pada 18 Agustus 2022.
Melihat kejadian tersebut, masyarakat berbondong-bondong mengirim pesan ke pengacara Hotman Paris untuk menindaklanjuti dan menolong korban penganiaayaan tersebut mengingat Hotman Paris kini mengadakan program Hotman 911 yang merupakan program bantuan hukum gratis bagi pencari keadilan khususnya masyarakat dengan ekonomi lemah.
“Sudah menjadi budaya di Indonesia, kasus-kasus yang menyentuh dan melanggar hak asasi manusia akan diperhatikan kalau diviralkan di media sosial.” ujar Hotman Paris.
Menurutnya, kasus di Indonesia baru ditindaklanjuti ketika kasus tersebut diviralkan. Pembelaan terhadap Tata ini pun bukan merupakan kasus pertama yang ia bantu dalam program Hotman 911, sebelumnya hotman juga sempat melakukan permbelaan terhadap kasus pencurian di Alfamart dan kasus pelari lomba marathon di Bali yang tidak mendapatakan hadiah meskipun ia memenangkannya.
Hotman Paris menyampaikan alasannya menerima dan membantu kasus ini dikarenakan untuk memberi pelajaran moral kepada masyarakat untuk tidak memperlakukan orang semena-mena dan tunduk kepada hukum.
“Meskipun merupakan kasus dengan pasal yang terbilang rendah, tapi kita harus mengambil hikmahnya yaitu tidak memperlakukan orang lain semena-mena.” tuturnya.
Mengenai kasus tersebut, berdasarkan video yang ia dapatkan, keterlaluan bagi seorang laki-laki gagah memukul seorang wanita. Terlebih oknum tersebut ternyata merupakan anggota DPRD dari partai Gerindra di mana ia juga merupakan kuasa hukum keluarga Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra.
“Saya sudah menjadi pengacara Prabowo, bahkan keluarga dan adiknya juga. Waktu itu saya langsung menelepon Hasim dari Gerindra dan dia juga geram dengan kejadian itu. Dia panggil rapat untuk memberikan sanksi tegas pada si anggota tersebut.” ujarnya.
Selanjutnya, disebutkan Hotman Paris beserta pengacara Titis sedang berunding dengan pihak korban untuk membuat laporan kembali dengan kasus penghinaan.
Di waktu yang sama, Hotman Paris disinggung mengenai penolakannya terhadap ajakan untuk ikut andil dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang tengah hangat diperbincangkan saat ini.
Hotman Paris mengatakan bahwa ia sempat ditawarkan untuk menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo pada 15-16 Agustus 2022. Tetapi ia menolak tawaran tersebut.
“Saya memikirnya selama 3 hari, karena ini merupakan kasus impian bagi semua pengacara, meskipun pada akhirnya saya tetap menolaknya.” ujarnya.
Setelah menolak menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo, Hotman ditawarkan kembali menjadi pengacara Putri Candrawati dan ditolak kembali olehnya.
“Saya juga sempat menolak tawaran menjadi pengacara ibu PC.” ujarnya.
Hotman Paris mengatakan bahwa saat ditawari menjadi pengacara Putri Candrawati, saksi kunci sempat menceritakan kepadanya bahwa Ferdy Sambo menangis sebelum terjadinya penembakan.
“Ada saksi kunci yang mengatakan kepada saya bahwa Ferdy Sambo sempat menangis di hadapan Putri Candawati sebelum terjadinya aksi penembakan kepada Brigadir J.” jelasnya.
Alasan ia menolak tawaran menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawati dikarenakan untuk mencegah konflik kepentingan dan ingin berfokus pada kasus yang melibatkan rakyat kecil.
“Saya menolak tawaran tersebut dikarenakan takut adanya konflik kepentingan mengingat saya mempunyai program di salah satu stasiun TV yang mungkin akan berkaitan dengan kasus tersebut.
Di lain hal, saya juga manusia, sudah terlalu banyak kasus yang saya pegang dan saat ini saya memang ingin fokus menolong rakyat kecil.” ujarnya.
Dia menyampaikan bahwa dirinya bersikap netral terhadap kasus tersebut dan berkeinginan untuk mempertemukan kuasa hukum Brigadir J dan kuasa hukum Ferdy Sambo untuk menjadi bintang tamu pada program miliknya dan berdebat langsung di depan media.
“Dibandingkan beropini mengenai apakah pembunuhan ini berencana atau spontan, saya lebih ingin mengundang kuasa hukum Brigadir J dan kuasa hukum Ferdy Sambo untuk berdebat di acara saya.” katanya.#osk/adl