Trend Kasus Positip Covid-19 di Sumsel Cenderung Menurun

37

Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil Sumsel II kota Palembang menggelar reses di Dinkes Sumsel, Jumat (25/3).(BP/Dudy Oskandar)

Palembang, BP- Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil Sumsel II kota Palembang menggelar reses di Dinkes Sumsel, Jumat (25/3).

Hadir dalam reses Muhammad Yansuri SIP (Partai Golkar),  Ir H Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan),  Antoni Yuzar SH MH (PKB),  H M Anwar Al Syadat SSi MSi (PKS),  Dr H Budiarto Marsul SE MSi (Partai Gerindra),  Tamtama Tanjung (Partai Demokrat)  dan H Nopianto SSos MM (Partai Nasdem).

Koordinator reses Sumsel II DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) H Budiarto Marsul  menilai selama dua tahun tidak ada mudik karena Covid-19 maka dia memperkirakan tahun ini  banyak masyarakat akan mudik.

“Tentu kita harus antisipasi supaya masyarakat yang berkeinginan mudik, yang ingin bersilaturahmi dengan jumlah yang banyak ini merasakan kebahagiaan , merasakan kenikmatan, kelancara dan tidak ada rasa takut, kelancaran ini menyangkut aturan-aturan , bagaimana aturan baru pemerintah didalam menanganan Covid-19 saat ini , karena di bandara tidak perlu lagi antigen tapi di mall-mall kadang-kadang masih di minta , ini seperti apa ini ada perbedaan perlakuan itu,” katanya usai mengikuti reses anggta DPRD Sumsel Dapil Sumsel II kota Palembang di Dinkes Sumsel, Jumat (25/3).

Baca Juga:  Operasi Boomerang, Operasi Militer Amerika ke Palembang Yang Gagal

Selain itu menurutnya hotel-hotel  ada memberlakukan antigen dan ada yang tidak .

“ Kami anggota DPRD  Sumsel ini ingin berpartisipasi mengedukasi masyarakat  memberikan penjelasan  aturan-aturan yang sekarang diberlakukan dan antisipasi lonjakan mudik Idul Fitri yang akan datang ini, sehingga apapun kebijakan itu masyarakat mengerti, kami keliling  banyak sekali ketemu kelompok –kelompok masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat yang kadang-kadang  tidak paham, bagaimana aturan yang berlaku saat ini, “ kata politisi Partai Gerindra ini.

Pihaknya meminta penjelasan dari Dinkes Sumsel terkait mudik dan situasi ramadhan dan bagaimana kebijakannya dan berdasarkan informasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel kasus Covid-19 di Sumsel menurun.

“ Mudah-mudahan kita akan merayakan bulan puasa dan Idul Fitri nanti dalam kondisi  yang cukup baik , jadi kita mengapresiasi kerja keras dari Dinkes Sumsel yang semakin baik,” katanya.

Baca Juga:  Pengangguran Curi Kabel PLN di Ringkus

Pihaknya berharap masyarakat tetap patuh pada aturan-aturan, protokol kesehatan (Prokes) harus tetap di jalankan, walaupun kini pemerintah sudah memberikan kemudahan-kemudahan dan mengizinkan pulang mudik nantinya.

“ Kalau kita lihat di Sumatera Selatan, alhamdulilah dalam beberapa minggu terakhir trend kasus sudah menurun sangat siknifikan , kalau biasanya kemarin satu minggu  6000 -an kasus pada saat puncak, sekarang seminggu kasus  kita hanya 400-an , kita harapkan terus menurun ,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian  Penyakit  Dinas Kesehatan Sumsel H Fery Yanuar  SKM Mkes .

Seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan (Menkes) menurutnya arahnya adalah untuk ramadhan untuk kegiatan  keagamaan  akan di longgarkan  tetap penekannya kepada penerapan  prokes  tetap di jaga.

“ Kita harus paham bahwa kita belum keluar dari masa pandemi, jadi ini masih masa pandemi tetapi kondisinya memang sangat baik , bukan berarti tidak pandemi tapi  masih pandemi tapi kondisi penurunan kasus  sangat siknifikan,” katanya.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel Yang Baru Di Harapkan Bisa Tekan Angka Kriminalitas di Sumsel

Kasus tertinggi menurutnya tetap Palembang karena jumlah penduduknya cukup banyak dan Palembang adalah pusat kegiatan dan pintu masuk Sumsel.

“ Untuk Idul Fitri sesuai apa yang disampaikan oleh Kementrian Kesehatan dalam rilis Menkes , untuk kebijakannya  melonggarkan seperti yang berlaku saat ini, bahwa tiap perjalanan tidak lagi menggunakan  antigen dan PCR tapi dengan persyaratan kalau dia baru dua kali  vaksin masih mewajibkan untuk antigen, kalau sudah dengan booster tidak perlu pemeriksaan antigen dan PCR,”katanya.

“Kalau belum di vaksin  atau baru satu kali di vaksin , harus mengajukan PCR,” katanya.

Semua itu menurutnya upaya  pemerintah untuk percepatan vaksinasi, karena saat ini pekerjaan rumah (PR)  dosis dua dan booster .

“Dosis dua walaupun sudah 70 persen tapi memang  masih ada kelompok-kelompok yang  beresiko  yang memang belum maksimal tervaksinasi  untuk mendapatkan dosis lengkap yaitu dua kali penyuntikan,” katanya.#osk

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...