Pengganti Cak Amir Harus Bawa NU Lebih Baik
Palembang, BP- Pasca Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama di Lampung Desember tahun lalu salah satunya menetapkan KH Amiruddin Nahrawi sebagai salah satu Ketua PBNU dibawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf, mengharuskan Cak Amir –panggilan akrab KH Amiruddin Nahrawi mundur sebagai ketua PWNU Sumsel.
“Memang sesuai Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga, beliau (Cak Amir, red) harus mengundurkan diri selaku ketua PWNU Sumsel. Kita bangga bahwa ada kader NU sini bisa berkiprah di tingkat nasional. Semoga beliau dapat menjalankan amanah dengan baik,” ujar Kemas Khoirul Mukhlis yang menjabat Mustasyar PWNU Sumsel.
Dijelaskan, beberapa kepengurus PWNU Provinsi lainnya sudah mengadakan rapat pleno untuk penggantian antar waktu kepengurusan yang rangkap jabatan ini. Seperti di PWNU Jawa Timur yang telah mengadakan rapat terbatas Syuriah dan Tanfidziyah untuk mengisi jabatan lowong setelah beberapa pengurusnya mundur karena masuk jajaran PBNU.
“Apalagi masa jabatan Cak Amir sebagai ketua PWNU masih relatif panjang, sehingga harus segera dipilih ketua pengganti beliau. Kita berterima kasih atas pengabdian dan dedikasinya selama memimpin PWNU Sumsel yang cukup mengalami perubahan drastis walau masih ada kekurangan, dan wajarlah manusiawi,” tambah Mukhlis lagi.
Beberapa sosok yang dianggap layak melanjutkan estafet kepemimpinan NU seperti DR Adil Jamil, Achmad Syaifudin Zuber, KH Nursalim Habibi, KH Firdaus Basuni, Hernoe Roesprijadji dan lainnya.
“NU Sumsel tidak kekurangan kader pemimpin yang bisa membawa organisasi menjadi lebih baik lagi ke depannya. Pastinya nantinya akan melalui persetujuan KH Affandi selaku Rois,” imbuhnya.
Muktamar ke 34 NU yang diselenggarakan di Bandar Lampung akhir tahun lalu menghasilkan duet kepemimpinan KH Miftachul Achyar sebagai Rois dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum. Saat itu Gus Yahya mengantongi 337 suara, unggul atas KH Said Aqil Siradj yang mendapatkan 210 suara.
Sebelum menjabat Ketua Umum, Gus Yahya dipercaya sebagai Katib Aam. Pada era Presiden KH Abdurrahman Wahid keponakan KH Mustafa bisri ini diangkat sebagai Juru Bicara Kepresidenan. Baru era Jokowi diminta menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden. *hus