Kebudayaan Harus Dilihat Sebagai Nilai yang Melekat Agar Ekonomi dan Pembangunan Seimbang

87
Suasana diskusi bedah pidato Ketua Umum DPP PKB di Hotel The Zury Palembang, Minggu (9/1).(BP/IST)

Palembang, BP–Dalam menjadikan Negara Indonesia sebagai negara yang maju, sejumlah langkah harus terus dilakukan oleh Indonesia, salah satunya yakni dengan memperkuat kapasitas fiskal, hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin atau akrab disapa Cak Imin dalam pidato awal tahun 2022 yang ditayangkan langsung dalam diskusi bedah pidato Ketua Umum DPP PKB di Hotel The Zury Palembang, Minggu (9/1).

Dikatakan Gus Muhaimin, bahwa setiap negara maju dinilai memiliki kapasitas fiskal yang kuat di atas 20 persen Pajak PBB.

“Sementara, Indonesia yang memiliki rentan wilayah laut dan daratan yang luas dengan penduduk besar, namun belum dibarengi dengan kapasitas fiskal yang memadai,” kata Cak Imin.

Sementara itu, Ketua PKB Sumsel, Ramlan Holdan menjelaskan, bahwa kegiatan yang sengaja digelar tersebut guna membedah langsung pidato yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PKB dalam menjadikan Indonesia lebih maju.

Disampaikannya, dalam membedah pidato Ketua Umum DPP PKB, PKB Sumsel sengaja mengundang beberapa narasumber handal, yakni Dr Muhammad Adil MA selaku Wakil Rektor  I UIN Raden Fatah Palembang, Febri Al Lintani selaku Budayawan Sumsel, Dr MH Thamrin M.Si selaku Ahli Kebijakan Publik, Pengamat Politik yakni Bagindo Togar BB serta seorang moderator yang juga merupakan jurnalis politik, yakni Abdul Malik Syafei.

Baca Juga:  Karya TNI Bukan Sekadar Mencari Kesuksesan

“Ini adalah bagian dari ikhtiar PKB untuk kepentingan bangsa dan negara dalam rangka memerankan PKB, khususnya untuk ketua umum berperan  untuk kepentingan bangsa dan negara saat ini,” kata Ramlan.

Disampaikan Ramlan Holdan, meskipun  pidato yang disampaikan Cak Imin hanya dengan durasi 20 menit, namun apa yang menjadi tujuan DPP PKB tersebut yakni menuju Indonesia Emas 2045.

“Apalagi 2045 nanti kita akan dihadapkan dengan krisis energi dunia yang luar biasa, dan ini akan sangat berdampak pada negera kita,” ujarnya.

Ditegaskan Ramlan, bahwa pembedahan pidato awal tahun 2022 dari Ketua Umum DPP PKB, memiliki suatu inti dalam menghadapi Indonesia ke depan. “Dengan pastinya untuk Indonesia 5 tahun ke depan serta Indonesia di 2045,” katanya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil Sumsel II Cek Kesiapan Dishub Sumsel Menjelang Idul Fitri

Dr Muhammad Adil MA selaku Wakil Rektor  I UIN Raden Fatah Palembang melihat Indonesia saat ini harus melakukan lompatan.

“Kita sebetulnya raksaksa  maka ditahun 2045 maka kita harus bisa membuktikan diri negara lima besar dunia, kita raksaksa kita punya semuanya tapi kita belum berdayakan secara total  kita harus totalitas tidak hanya penyedia barang mentah dan kita ekspor keluar tapi kita olah disini dan kita ekspor keluar,” katanya.

Apalagi menurutnya dunia melirik Indonesia dengan konsep dunia hijau karen Indonesia adalah paru paru dunia  dan punya lahan perkebunan terbuka terluas.

“Itu yang dikata Gus Muhaimin kalau kita adalah raksaksa tapi berkaki pincang sekarang bagaimana menjadi raksaksa tapi kakinya kokoh berdiri di Indonesia,” katanya.

Baca Juga:  Tambah 47 Kasus, Pasien Covid-19 di Sumsel 7.229 pada 20 Oktober

Sedangkan Vebri Al Lintani  mengatakan,  dia melihat Jepang  Cina dan Korea Selatan yang maju Pembangunanya karena menjadikan budaya sebagai dorongan semangat membangun.

“Harusnya tiga negara ini jadi model Indonesia membangun mengedepankan ke aripan lokal dalam membangun kedepan,” katanya.

Vebri melihat apa yang disampaikan Gus Muhaimin cuma berbicara ekonomi makro belum bicara masalah budaya, ” katanya.

Menurutnya, kebudayaan sebagai pendorong elanvitas pembangunan sekaligus juga membangun kebudayaan sebagai mandat undang undang dasar 1945 pasal 32 tentang pemajuan kebudayaan dan sudah ada turunannya undang-undang pemajuan kebudayaan.

“Dan kebudayaan itu harus dilihat sebagai nilai yang melekat yang harus dibangun itu agar ekonomi dan pembangunan seimbang,” katanya.

Sedangkan Dr MH Thamrin M.Si selaku Ahli Kebijakan Publik  dan Pengamat Politik yakni Bagindo Togar BB melihat bagaimana PKB bisa  meraih dukungan masyarakat dan bisa berbicara banyak dalam dunia politik kedepan. #osk

Komentar Anda
Loading...