Sembilan Pasangan Diamankan Unit PPA Polrestabes Palembang

62
BP/IST
Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) menggelar razia rutin di sejumlah penginapan di Palembang. Hasilnya, sembilan pasangan tak resmi dan diamankan petugas. Bahkan, beberapa di antaranya tak membawa kartu identitas atau KTP.

Palembang, BP

Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) menggelar razia rutin di sejumlah penginapan di Palembang. Hasilnya, sembilan pasangan tak resmi dan diamankan petugas. Bahkan, beberapa di antaranya tak membawa kartu identitas atau KTP.

“Ya kami mengamankan sembilan pasangan dari tiga lokasi atau penginapan yang berbeda. Semuanya merupakan pasangan tidak resmi atau tidak memiliki ikatan yang sah,” kata Kanit PPA Polrestabes Palembang, Ipda Fifin Sumailan kepada wartawan, Kamis (3/9).

Baca Juga:  Serbuan Vaksin Covid-19 di Sumsel Harus  Penuhi Target Satu Hari Satu Juta 

Dilanjutkannya, sembilan pasangan tersebut diamankan di tiga penginapan di dua lokasi, yakni di Ilir Timur (IT) I dan Sukarami pada Rabu (2/9) malam. Seluruh pasangan tersebut lalu dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk diperiksa lebih lanjut.

“Kami periksa para pasangan ini. Kami data dan panggil orang tua mereka. Ke depan, orang tua harus dapat memastikan anak-anak tak beraktivitas tanpa membawa KTP. Apalagi berduaan  dengan lawan jenis di dalam kamar,” kata  Fifin.

Baca Juga:  Bantu Suami, Yanti Jadi Perajin Tusuk Sate

Menurutnya, razia semacam ini digelar guna mengantisipasi praktik prostitusi online yang cukup marak di Palembang. Bahkan, ada beberapa kasus perdagangan manusia untuk dijadikan budak seks.

“Sejak Januari lalu, tercatat ada tiga kasus perdagangan anak yang ditangani PPA. Tentunya kita tidak ingin kasus seperti ini terjadi lagi di Palembang. Maka, kita laksanakan giat rutin guna mengantisipasi hal ini,” kata Fifin.

Baca Juga:  Meski Diguyur Hujan, Karo Ops Polda Sumsel Tetap Pimpin Distribusi Nasi Kotak Dapur Umum

Tak berhenti sampai di sini, Unit PPA akan terus melaksanakan razia di sejumlah tempat-tempat seperti penginapan maupun kos-kosan di Palembang.

“Tunggu saja, kami gencar adakan giat razia. Kalau ada ketemu lagi perdagangan manusia, tentunya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Fifin.#osk

 

Komentar Anda
Loading...