Fraksi PKB DPRD Palembang Minta Walikota Palembang Tinjau Ulang Instruksi Tidak Pakai Masker Di Karantina di Asrama Haji

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Palembang Sutami Ismail
Palembang, BP
Fraksi PKB DPRD Palembang meminta Walikota Palembang H Harnojoyo untuk meninjau ulang intruksinya terkait tidak pakai masker akan di karantina diasrama haji, hal itu akan menambah beban bagi pemerintah kota karena menyangkut masalah anggaran.
“Untuk itu aturan itu harus dipelajari dan bila perlu ditinjau ulang, khawatirkan masyarakat yang datang berbondong bondong tidak pakai masker, dengan harapan di tangkap di asrama haji otomatis makan dan minumnya ditanggung oleh pemerintah..apo lagi makan minum gratis, nah APBD menjadi beban,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Palembang Sutami Ismail, Sabtu (2/5).
Menurut Ketua DPC PKB Palembang ini, meskipun penerapan wajib bermasker Pemkot menganggap sebagai persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Tapi menurut kami Pemkot Palembang cukup melakukan sosialisasi secara terus menerus,” katanya.
Selain itu pihaknya berharap masyarakat kota Palembang harus sadar dengan penyebaran covid 19 ini, paling tidak mereka menjaga dan melindungi keluarga dari covid 19 ini
“Kita ikutan anjuran tim kesehatan untuk menjaga kebersihan dan bermasker. Intinya kito khawatir masyarakat berbondong minta dikarantina dengan alasan makan minum gratis, apolagi ditengah kesulitan saat ini,” katanya.
Sementara itu terkait adanya video viral yang mengajak warga untuk tidak memakai masker karena sanksi karantina justru menyenangkan, direspon cepat oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Mulai Sabtu (2/5), warga yang tidak bermasker ini akan lebih lama di aula Asrama Haji.
Karena itu, lanjut Zulinto, mulai hari ini, waktu edukasi di aula akan diperpanjang. “Kita edukasi 12 jam di aula. Pukul 22.00 baru masuk ke asrama. Fasilitas TV dikeluarkan dan AC instalasi kita cabut,” katanya.
Zulinto menambahkan, sebenarnya TV dan AC sudah tidak dinyalakan sejak hari pertama. “Tapi ternyata masih ada yang bisa memakai mereka hidupkan pakai ponselnya,” katanya.
Untuk hari ini, sambung dia, sudah ada 34 warga yang terjaring.
“Ada penurunan hari pertama ada 33 orang, hari kedua 42 orang dan hari ini ada 34 orang. Ini kita evaluasi, kalau ada penurunan berarti cara ini efektif. Tapi kalau masih naik jumlah yang melanggar berarti kita harus cari cara lain agar warga lebih disiplin memakai masker. Ada usulan diinapkan ke gedung sekolah, ini jadi masukan tapi kita berharap jangan sampai terjadi,” katanya. #osk