Film AIB #CyberBully Menyuarakan ‘Stop Bully’

Palembang, BP
Film AIB #CyberBully garapan Surya Films dan Anami Films serentak akan di putar 2 Agustus nanti, termasuk di bioskop-bioskop di Palembang.
Dalam sosialisasinya, tiga artis pemeran film AIB #CyberBull, Shoumaya Tazkiyyah, Harris Illano Vriza, dan Mikey Lie sudah menyambangi enam kota yakni Semarang, Solo dan Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Medan. Palembang menjadi kota ketujuh yang didatangi untuk mensosialisasikan Film AIB #CyberBully.
Di Palembang, Shoumaya Tazkiyyah, Harris Illano Vriza, dan Mikey Lie menyambangi SMK N 5 Palembang dan SMAN 11 Palembang. Di kedua sekolah ini, ketiga artis ini mensosialisasikan film dengan genre horor itu.
“Kita sengaja memilih sekolah karena film ini menceritakan dampak dari bully yang sering terjadi pada mereka yang masih duduk dibangku sekolah,” ucap Mikey Lie, yang berperan sebagai Cupi.
Bully sering terjadi di sosial media, dimana para siswa cendrung lebih aktif. Oleh karena itulah, pemeran film AIB#CyberBullying memilih sosialisasi di sekolah-sekolah, tidak seperti film lain yang kerap memperkenalkan film baru di mal.
“Film ini punya pesan sangat bagus, supaya stop bully, karena dampaknya sangat berbahaya,” ujarnya.
Mereka yang di bully biasanya akan tertekan secara mental, stres, atau bahkan bisa saja bunuh diri.
“Mereka yang di bully oleh seniornya di bangku sekolah, nanti bisa melakukan hal yang sama pada adik tingkatnya,” tambah Shoumaya Tazkiyyah, yang berperan sebagai Ciska.
Semasa masih duduk di bangku sekolah di Bandung, Shoumaya pernah di bully. Hal itu benar-benar menjadi tekanan secara psikologis. Orangtua yang tinggal di Bogor, semakin membuat bully itu terasa sangat berat ia lalui.
“Saya sulit dapat teman. Padahal saya jurusan Kimia. Dalam proses belajar saya butuh teman” ujarnya.
Oleh karena itulah, saat ditawari bermain di film AIB #CyberBullying ia sangat tertarik dan tidak terlalu kesulitan saat syuting.
Tapi, kesulitan tetap ada pastinya. Terutama saat bagian monolog atau saat syuting berbicara sendiri. Dimana dalam peran itu harus ada semua emosi, seperti senang, tawa, sedih dan menangis. Ia pun harus berbicara sendiri tanpa ada lawan main.
“Itu sangat sulit, kadang ada lawan main saja sulit. Apalagi harus bicara sendiri,” katanya.
Haris yang berperan sebagai Antoni sedikit membocorkan cerita film ini, disutradarai oleh Amar Mukhi, film ini menceritakan delapan orang sahabat yang terjebak dalam sebuah game beraroma maut.
Di sana digambarkan pemain yang terlibat saling teror satu sama lain agar bisa terlepas dari jeratannya. Tak urung terjadi kematian yang tak wajar dan membuat stres sendiri. Ujung-ujungnya mereka saling membuka aib teman sendiri.
Film bergenre thriller ini mengusung sejumlah bintang pendatang baru. Mereka adalah Damita Romauli Argoebie, Yuniza Icha, Shoumaya Tazkiyyah, Harris Illano Vriza, Mikey Lie, Wendy Afiana Wilson, Baron Yusuf Siregar, dan terakhir ada Adeayu Sudrajat. #zal