RSMH Akui Terjadi Penumpukan Pasien di IGD pada Waktu Tertentu

Palembang, BP–Ketua Komite Medik, Rumah Sakit Dr Moh Hoesin (RSMH) Palembang, dr Zulkhair Ali mengakui, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSMH sering mengalami penumpukan pasien pada saat-saat tertentu. Hal ini dikarenakan jumlah pasien yang masuk dan daya tampung yang tidak seimbang.
“Tapi kita berkomitmen bahwa pelayanan kita di IGD sama dengan pelayanan di ruangan, jadi apa yang bisa dilakukan di ruangan bisa dilakukan di IGD, namun mungkin kenyamanan yang kurang karena di IGD keluarga tidak boleh menunggu, untuk mandi dan segala macam tidak mudah karena IGD tidak menyediakan itu, tapi intinya kita tetap berusaha untuk mengatur flow keluar masuk pasien, semakin banyak pasien yang keluar sehingga pasien yang masuk bisa berimbang,” katanya usai talk show di Radio Rakyat DPRD Sumsel, Kamis (9/11).
Selain itu, menurutnya, awal tahun depan gedung rujukan nasional yang sedang dibangun terutama lantai I dan II bisa digunakan untuk operasi jantung terbuka, transplantasi ginjal, bayi tabung, operasi kecil, dan fasilitas rawat jalan dan rawat inap.
“Kita diminta Kemenkes sebagai pusat rujukan nasional untuk lima provinsi, SDM sudah cukup tinggal fasilitas dan fasilitas dalam juga untuk alat operasi dan mesin disiapkan di mana alat-alatnya dari luar negeri,“ katanya.
Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel Askweni menilai pola pikir masyarakat yang harus berobat ke Palembang, padahal di Puskesmas sudah melayani 144 macam penyakit namun tetap minta rujukan ke RSMH.
“Memang pelayanan di daerah rendah, dan wajar masyarakat mau berobat ke RSMH,” katanya.
Dan membangun rumah sakit menurutnya tidak mudah namun kalau membangun fisik cepat selesai, “SDM, Fasilitas da sistim tidak mudah terbangun, dari rumah sakit regional yang tiba B harus ke rumah sakit rujukan provinsi dulu, sekarang tumplek ke rumah sakit rujukan nasional yaitu RSMH, sekarang ini RSUD Provinsi Sumsel sedang dibangun dan bisa mengurangi beban RSMH,” katanya.#osk