Sensus Ekonomi Diperpanjang Hingga 3 Juli

Palembang, BP
Setelah beberapa kali mengalami perpanjangan waktu, pemerintah pusat akhirnya menargetkan sensus ekonomi harus selesai pada 3 Juli mendatang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Yos Rudiansyah mengatakan, sebelumnya waktu sensus ini berakhir pada 31 Mei yang lalu. Namun melihat perkembangan di lapangan, pimpinan pusat meminta untuk melakukan pendataan ulang karena ada blok yang belum masuk dalam pendataan.
Belum masuk dalam pendataan itu. dikarenakan pemilik rumah tidak berada di tempat, hingga ada yang enggan memberikan informasi. “Karena belum lengkap jadi diperpanjang sampai tanggal 15 Juni. Lalu kembali diperpanjang sampai dengan 3 Juli mendatang,” katanya.
Yos mengungkapkan, sebenarnya penyisiran telah dilakukan 100 persen untuk Kota Palembang. Namun, memang ada beberapa wilayah yang harus didata ulang seperti Sukarame, Maskrebet dan beberapa wilayah lainnya karena terkadang wilayah tersebut sering terlewatkan.
Nantinya, semua pendataan harus diselesaikan pada 3 Juli mendatang mengingat pendataan akan masuk dalam tahap pengelolaan untuk dipelajari dan diserahkan kepada pemerintah.
“Hasil sensus ini nantinya akan diserahkan pada Agustus mendatang dan akan diumumkan 16 Agustus oleh presiden Jokowi,” ujarnya.
Untuk mengejar pendataan ini, akan ada tim khusus sebanyak seratus orang termasuk staff yang diseleksi dari petugas sensus ekonomi sebelumnya. Total petugas sensus ekonomi ini sebanyak 7.200 orang sedangkan petugas sensus ekonomi untuk Kota Palembang sebanyak 2.600 orang termasuk staf organik kota yang tidak terlalu banyak.
Dalam pendataan dalam suatu wilayah seperti perkotaan maka sample yang diambil harus 100 persen. Seperti Kota Palembang, Pagaralam, Prabumulih dan Lubuk Linggau. Sedangkan untuk pedesaan sample yang diambil 25 persen seperti Desa Telang, dan beberapa desa lainnya.
“Kalau kota itu di ambil 100 persen dikarenakan jenis usaha yang dilakukan lebih banyak dibandingkan pedesaan. Intinya kami berharap dari sensus ini dapat melihat kondisi perekonomian di Sumsel bahkan di Indonesia,” tandasnya. #idz