Ribuan Jemaah Ziarah Kubro Jelang Puasa
Tradisi ziarah kubro ulama dan auliya Palembang Darussalam di Kota Palembang terus dilestarikan. Ribuan warga Palembang dan keturunan Arab hingga dari mancanegara antusias memulai rangkaian tradisi jelang bulan suci Ramadhan.
MEREKA menyenandungkan Asma Allah dan berdoa bersama di makam para habib dan auliya. Kegiatan ini akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang puasa, ribuan umat Islam di Palembang menggelar ziarah kubro yang tahun ini dimulai pada Jumat (27/5) pagi.
Sementara itu, ribuan umat Islam baik dalam negeri maupun mancanegara seperti Arab Saudi, Yaman, Malaysia dan Singapura yang semuanya menggunakan baju koko dan gamis warna serba putih ini melakukan arak-arakan dengan berjalan kaki. Perjalanan ini menyusuri Jalan Dr M Isa, 8 Ilir, Palembang menuju pemakaman Al Habib Ahmad Bin Syeikh Shahab atau yang lebih dikenal Pemakaman Gubah Duku, dengan jarak sekitar enam kilometer.
Dalam arak-arakan tersebut juga membawa umbul-umbul bertuliskan kalimat tauhid yang dimaksudkan agar umat Islam mengikuti jejak perjalanan para ulama dan auliya dalam mengembangkan agama Islam.
Sosok Alhabib Ahmad bin Syeikh Shahab dikenal sebagai ulama yang gigih memperjuangkan agama Islam di Kota Palembang pada sekitar 1.300 hijriah, termasuk pengembangan sejumlah Masjid di Palembang, seperti Masjid Agung, Masjid Jamik Muntok di Bangka Belitung, dan juga Mesjid Darul Muttaqin di Jalan Dr M Isa Palembang.
Selain itu, warga juga berziarah ke makam Alhabib Aqil bin Nuhammad Yahya yang juga sahabat Alhabib Ahmad Bin Syeik Shahab di mana ulama yang satu ini juga memiliki keilmuan agama yang tinggi dan sangat dikagumi warga Palembang.
Sejumlah warga pun antusias dengan tradisi ziarah tersebut, selain untuk mengingatkan warga pada perjuangan para ulama dan auliya juga sebagai bentuk penyambutan terhadap datangnya bulan suci Ramadhan.
Menurut salah satu peziarah, Ahmad Rivai, dirinya mengaku sangat terkesan dengan ziarah kubro ini. “Ziarah kubro ini wujud rasa cinta dengan alim ulama yang banyak jasa bagi bangsa ini terutama penyebaran agama islam di Sumatera Selatan dan mereka ini tidak perlu diragukan keilmuan” katanya.
Hal senada dikemukakan peziarah lainnya Wais Alqorni. Ia sangat mengapresiasi ziarah kubro tersebut. “Ingin ikut ini ziarah ke makam auliya dan habib sama teman teman juga saya berharap barokah” katanya.
Panitia pelaksana ziarah kubro Abdullah Syukri Bin Idrus Al Shahab mengatakan, ziarah kubro ini telah dilakukan sejak tahun 1970. “Jadi kapasitasnya semakin besar jadi kita libatkan segala unsur pemerintah aparat dan lainnya untuk bisa berkiprah dalam tradisi ini” katanya.
Kegiatan ziarah kubro ulama dan auliya Palembang Darussalam tersebut menurutnya akan berlanjut hingga hari minggu mendatang selain sebagai tradisi jelang Ramadhan.
Dan momentum ini menurutnya bisa menjadi wisata religi yang mengesankan bagi pariwisata di Provinsi Sumsel. Sedangkan Ketua Panitia Kegiatan Haul dan Ziarah Kubra Palembang Ustad Abduraahman Hasan Al-Habsyi, mengatakan acara ini diikuti lebih dari delapan negara dan tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Agenda tahunan ini selain dihadiri alim ulama dan sesepuh habib di Palembang, juga dimeriahkan dengan kedatangan ulama dan tamu dari luar negeri. Seperti Abu Bakar Al Madikhij dari Mekkah, Syech Umar Khatib dari Yaman, dan beberapa habib dan syech lainnya dari Madinah, Kuwait , Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, dan lainnya,” kata Ustad Abduraahman. Ia menambahkan seluruh rangkaian ziarah ini dikhususkan bagi laki-laki. #dudy oskandar