Konsumen Ford Palembang Resah

55
BP/RENO Ford Palembang di Jalan Kolonel Burlian KM 6, masih beroperasi seperti biasa baik penjualan maupun servis, Selasa (26/1)
BP/RENO
Ford Palembang di Jalan Kolonel Burlian KM 6, masih beroperasi seperti biasa baik penjualan maupun servis, Selasa (26/1)

Palembang, BP

Ford Motor Indonesia (FMI) resmi mengundurkan diri dari percaturan industri otomotif Indonesia, Senin (25/1). Penutupan operasional mobil asal Amerika Serikat (AS) yang mendadak ini membuat resah para konsumen Ford.

 

Pasalnya, bayang-bayang harga jual akan anjlok, servis semakin susah dan spare part mahal langsung menyelimuti para pemilik mobil Ford. Beben, pemilik Ford Fiesta keluaran 2014, terkejut dengan adanya pemberitaan penyetopan operasional Ford di Indonesia. Jika hal ini terjadi, konsumen pasti kesulitan dalam perawatan dan penjualan mobil. “Pengennya dijual saja, karena akan membuat harga mobil Ford anjlok,” katanya.

 

Begitu juga dikatakan Aan (28) pemilik Ford Focus keluaran 2006. Menurutnya, dengan berhenti beroperasinya Ford di Indonesia tentu akan membuat harga spare part mobil Ford bakal mahal. “Pusing, bagaimana nanti kalau ada kerusakan, mau servis ke mana dan harga jualnya berapa,” kata dia.

 

Aan mengklaim, sebenarnya ia sudah sangat nyaman dengan mobilnya tersebut dan sayang untuk menjual. Namun, opsi untuk menjual ini terlintas setelah mendengar kabar berhenti beroperasinya Ford Motor Indonesia.

 

Sementara pantauan di diler Ford Palembang di Jalan Kol H Burlian KM 6 Palembang, diler ini masih beroperasi seperti biasa, termasuk servis maupun penjualan. “Saat ini masih operasional, baik servis maupun penjualan. Kabar tersebut sudah didengar pihak manajemen, namun masih menunggu pihak owner,” kata Sales Manager Ford Palembang Mirwan melalui salah satu staf yang dijumpai BeritaPagi di showroom Ford KM6, Selasa (26/1).

Baca Juga:  Harga Telur Ayam Meroket

 

Menurut staf ini, kemarin dan seterusnya aktivitas masih sama seperti biasanya, sampai dengan ada konfirmasi lebih lanjut. Terkait hal ini, untuk perwakilan Palembang sendiri dijadwalkan akan rapat dengan Ford Indonesia pada hari ini, Rabu (27/1).

 

“Pengiriman unit masih berjalan, kalau tidak salah tiga unit mobil sudah dikirim bulan ini. Untuk servis hari ini (kemarin-red) banyak yang servis. Manajemen juga sudah email ke semua pelanggan, kebanyakan pelanggan memang menanyakan tentang servis,” katanya.

 

Sebagai staf menurutnya cukup terkejut, namun manajemen Thamrin memiliki banyak sektor usaha, sehingga PHK cukup dihindari. “Cukup terkejut, tapi bidang usaha banyak, jadi PHK sepertinya tidak mungkin,” katanya.

 

Sementara Ketua Komunitas Ford Indonesia I Wayan Siu Kumara mengatakan, penutupan itu tak menghentikan layanan purnajual yang selama ini dipercayakan kepada perusahaan berbeda.

 

“Semua masih ada,” ujarnya dilansir kontan.com. Keputusan pahit harus ditelan manajemen PT Ford Motor Indonesia. Agen tunggal pemegang merek Ford di Indonesia itu ditutup setelah 15 tahun beroperasi di Indonesia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menyebut penjualan Ford sepanjang 2015 hanya 6 ribu unit atau 0,59 persen dari total penjualan otomotif nasional.

Baca Juga:  PT Pertamina EP Prabumulih Field Berhasil Tambahkan Produksi Melalui Sumur GNK-82/71

 

Menurut Wayan, para penghobi Ford tak perlu risau dengan kabar tersebut. Sebab, FMI hanya memainkan peran sebagai distributor. Adapun layanan purnajual diserahkan kepada dua rekanan mereka: PT Kreasi Auto Kencana dan PT Nusantara Indah. Kreasi dan Nusantara merupakan induk perusahaan bagi puluhan diler Ford yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Wayan menduga jalur distribusi FMI akan diserahkan kepada perusahaan lain. Hak itu bisa dipercayakan kepada PT Kreasi, PT Nusantara, atau perusahaan lain. “Permintaan pasar di Indonesia sebenarnya cukup bagus. Dengan penutupan itu, ada kemungkinan Ford bakal melakukan penunjukan langsung untuk menentukan jalur distribusi baru,” katanya.

 

Selama ini, kata Wayan, para penghobi umumnya menyukai Ford karena alasan kualitas. Di kelas Sport Utility Vehicle, misalnya, teknologi mesin Ford Everest diklaim sebagai mesin paling bandel. Ford juga menyasar segmen City Car, seperti Fiesta, dan Low MPV, Ecosport. “Teknologi dieselnya paling di depan,” katanya.

 

Terpisah, Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, selama ini perusahaan tersebut belum memiliki izin di bidang usaha industri otomotif. Menurut Franky, dari data yang dimiliki oleh BKPM, perizinan Ford Motor Indonesia di bidang usaha perdagangan besar, perdagangan impor dan pelayanan purnajual serta bidang usaha pemeliharaan dan reparasi mobil.

Baca Juga:  Dosen dan Mahasiswa Unsri Gali Potensi Ikan Toman Pedamaran

 

“Tidak ada perizinan di bidang usaha industri otomotif. Hingga kini, perusahaan juga belum mengajukan pencabutan atas izin usaha yang dimiliki ke BKPM,” kata Franky.

 

Menurut Franky, keputusan tutupnya FMI tidak akan mempengaruhi investasi industri otomotif di tanah air. Franky menyatakan daya tarik investasi sektor otomotif di Indonesia masih cukup tinggi yang ditandai dengan geliat investasi di sektor otomotif Tanah Air.

 

“Ke depan, kami tetap optimistis bahwa perkembangan investasi di bidang otomotif akan terus meningkat,” lanjutnya. Data BKPM tahun 2015 menunjukkan bahwa realisasi investasi sektor industri alat angkutan dan transportasi, termasuk di dalamnya otomotif, mencapai Rp23,57 triliun, naik 6,5% dibandingkan realisasi tahun 2014 Rp22,13 triliun. Sedangkan untuk investasi asing yang khusus sektor otomotif baik industri maupun jasa (perdagangan dan reparasi) tercatat mencapai Rp21,6 triliun meningkat 13% dari tahun sebelumnya Rp19 triliun.#ren

 

Komentar Anda
Loading...