Mau Tak Mau SFC Harus Sapu Bersih di 2 Partai Sisa
Palembang, BP
Sriwijaya FC (SFC) harus sapu bersih dua partai tersisa melawan Persija Jakarta dan Persipasi Bandung Raya (PBR) untuk lolos dari babak penyisihan grup A.
Sriwijaya FC harus menelan kekalahan 2-0 dari Arema Cronous, dalam partai lanjutan turnamen Jenderal Sudirman grup A di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu malam (22/11).
Gol Arema Cronous dicetak Ahmad Bustomi menit ke-26 dan Esteben Vizcarra menit ke-33.
Kekalahan ini membuat SFC tertahan diposisi ketiga klasemen grup A dengan tiga poin. Sementara Arema Cronous sudah mengunci tiket melaju ke partai delapan besar dengan mengantungi sembilan poin.
Arema sendiri masih menyisakan satu partai lagi melawan Persija Jakarta (28/11) mendatang.
Pelatih Kepala SFC Benny Dollo usai pertandingan mengatakan, dalam dua partai ini jajaran pelatih melakukan perubahan pada starting elevent.
Bendol tidak menurunkan playmaker serangnya Raffael Simone ataupun second strikernya Syaiful Indra Cahya. Pelatih berusia 65 tahun ini menurunkan dua gelandang muda sekaligus Ichsan Kurniawan, Achmad Hisyam Tolle dan Syaiful Indra Cahya.
“Menit awal pertandingan berjalan dengan tempo yang cepat, kedua tim saling jual beli serangan,” tegasnya.
Satu peluang emas sempat tercipta dari kaki Tolle, tapi sayang masih membentur mistar gawang, sehingga gagal merubah papan skor.
Di lain pihak, tim tuan rumah bermain menekan. Gol yang dicetak Bustomi menit ke-26 membuat permainan Laskar Wong Kito menjadi hancur. Tertinggal satu angka membuat pemain lawan semakin menjadi dan pemain bertahan semakin kesulitan meredam Samsul Arif dan kawan-kawan. Hingga pada akhirnya, pemain kembali ke bobolan lewat gol Vizcarra.
“Setelah berakhir babak pertama pemain kita intruksikan kembali untuk konsentrasi,” ujarnya.
Pemain SFC menjalankan intruksi pelatih dengan sangat baik babak kedua. Tapi posisi sudah tertinggal, pelatih bahkan memaksa memainkan skema menyerang dengan memasukkan Talouhu Abdul Musafri mengantikan Achmad Hisyam Tolle yang ditarik keluar.
Otomatis di lini depan ada Osas Saha, Ferdinand Sinaga, Titus Bonai, Patrich Wanggai dan Musafri. Tapi suntikan tenaga baru tak cukup untuk memperkecil ketertinggalan karena pemain bertahan Singo Edan tampil disiplin.
“Ini belum berakhir, kita masih ada kesempatan dengan memaksimalkan dua partai tersisa,” tegasnya.
Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan harus dapat menghajar dua partai tersisa melawan Persija Jakarta (25/11) dan melawan PBR (28/11). Kemenangan dari kedua tim ini akan membuka asa SFC untuk dapat mendampingi Arema Cronous.
Tim tuan rumah sendiri ditaksir akan menang melawan Persija Jakarta (28/11) nanti, sehingga puncak klasemen diperkirakan menjadi milik Samsul Arif dan kawan-kawan.
“Sriwijaya FC membidik posisi runner up grup A, syaratnya jelas kalahkan Persija dan PBR,” tandasnya.
Sementara itu Pelatih Arema Cronous Joko Susilo merasa cukup puas dengan kemenangan atas SFC. Anak asuhnya telah bermain cukup baik melawanLaskar Wong Kito.
Kemenangan dari Sriwijaya FC bukanlah menambah kepuasan tim karena berhasil membalas karena telah menendang Singo Edan di babak semifinal Piala Presiden beberapa waktu lalu, tapi Arema sangat puas karena tiga poin berhasil diamankan.
Anak asuhnya semakin kokoh di puncak grup A dengan 9 poin.“Sejak awal sudah saya tekankan kalau partai ini bukan membalas kalah di Solo, tapi murni untuk kepentingan tim di turnamen Jenderal Sudirman,” tegasnya.
Tambah Joko Susilo, sebelum melawan Sriwijaya FC sebenarnya dirinya sempat melihat permainanLaskar Wong Kito ketika melawan Gresik United (19/11) lalu. Banyak hal yang di dapat dari pertandingan ini, pelatih dan pemain duduk bersama membicarakan taktik dan strategi yang akan dimainkan.
“Hasilnya bisa dilihat sendiri, tapi jangan sampai jumawa, turnamen belum selesai,” tandasnya.
Kurang Presing
Arema Cronus lebih leluasa memainkan bola di wilayah Sriwijaya FC (SFC), presing ketat tak terlihat dari partai ini.
Pertandingan menarik sudah langsung tersaji sejak awal. Kedua tim saling jual beli serangan. SFC mendapat peluang melalui tendangan keras dari Ferdinand Sinaga, sementara Arema memiliki kesempatan dari penetrasi Arif Suyono.
Menit ke-10, Pelatih Joko Susilo menarik dua pemain muda Arema, Junda Irawan dan Dio Permana. Dia memasukkan Mossi Espinosa dan Alfarizie untuk menggantikan keduanya. Meski sudah memasukkan dua pemain itu, Arema masih belum mendominasi permainan.
Pada menit ke-23 SFC mengancam gawang Arema. Tendangan keras Ahmad Hisyam menyentuh Osas Saha yang kemudian membentur tiang gawang.
Sejak saat itu, SFC kian bersemangat untuk mencetak gol dan terus menyerang. Namun Arema lah yang justru mencetakgol lebih dulu. Pada menit ke-26, Ahmad Bustomi melepaskan tendangan keras yang gagal dijangkau Dian Agus. Skor 1-0 untuk Arema.
Setelah water break, Arema kembali berpeluang menggandakan keunggulan. Melalui serangan balik cepat Samsul Arif kemudian bola disodorkan ke Mossi Espinosa.
Pemain berdarah Spanyol itu melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis Dian Agus Prasetyo.
Pada menit ke-35, Arema akhirnya bisa menggandakan keunggulan. Berawal dari sepak pojok Ahmad Bustomi, bola gagal diantisipasi dengan baik oleh bek Sriwijaya.
Bola liar kemudian disambar Esteban Vizcarra dengan tendangan gunting yang merobek gawang Dian Agus. Skor 2-0 untuk Arema bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Sriwijya mencoba mengejar ketertinggalan. Terbukti dengan Masuknya Patrich Wanggai menggantikan Fathur Rahman. Itu artinya,Laskar Wong Kito memiliki empat pemain yang bertipikal striker yakni Patrich Wanggai, Titus Bonai, Osas Saha, dan Ferdinand Sinaga.
Menit ke-49, Sriwijaya mengancam melalui tendangan keras Patrich Wanggai yang masih melebar. Tiga menit kemudian giliran Arema yang mengancam melalui Mossi Espinosa. Dia mendapat bola matang dari Beni Wahyudi, namun sepakannya masih melambung.
Menit ke-66, Sriwijaya berpeluang mencetak gol melalui tendanganbebas. Namun eksekusi Ferdinand Sinaga masih melambung. Skor 2-0 untuk Arema pun bertahan hingga water breakbabak kedua.
Empat menit jelang bubaran, Arema Cronus mengancam lewat dua peluang langsung. Tendangan Sunarto membentur mistar gawang, bola pantulan pun diterima Esteban Vizcarra. Sialnya, tendangan Vizcarra pun masih membentur tiang. Skor 2-0 untuk Arema bertahan hingga laga usai.
Kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga Arema secara beruntun di fase grup Piala Jenderal Sudirman 2015. Sebelumnya Singo Edan sukses menaklukkan Persegres dan Persipasi Bandung Raya.#zal