4.554,2 Ha Lahan Perusahaan Terbakar
Lahan milik perusahaan yang terbakar cukup luas yakni 4.554,2 hektar. Lima menteri Kabinet Kerja dijadwalkan kembali meninjau kondisi kebakaran lahan dan hutan di Sumsel.

RUMAH EVAKUASI BALITA-Doter yang diperbantukan untuk Rumah Evakuasi Balita (REB) sedang memeriksa M.Zaneta bayi usia lima bukan yang dievakuasi karena didiagnosa terkena gejala ISPA karena kabut asap, Senin (26/10).
Kayuagung, BP
Selama musim kemarau tahun ini, setidaknya ada 4.554,2 hektar (ha) lahan milik perusahaan perkebunan dan kehutanan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terbakar. Angka tersebut cukup besar dan termasuk dalam lahan 9 perusahaan.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten OKI Ir Asmar Wijaya, mengatakan, sepanjang musim kemarau, pihaknya mendata ada titik api yang membakar lahan milik perusahaan.
”Ada sebanyak 4.554 hektar lahan perusahaan yang terbakar, masing-masing berada di lahan Hak Guna Usaha (HGU) di 9 perusahaan perkebunan sawit dan lahan perusahaan yang bergerak di hutan tanaman industri,” kata Asmar.
Angka tersebut rinciannya di PT Rambang Agro Jaya dari luas HGU sebanyak 7.400 ha, terbakar 7 hektar, PT Gading terbakar sebanyak 2,05 ha, PT PSM dari HGU 5000 ha, terbakar 190,52 ha, PT Way Musi Agro terbakar 4,7 ha, PT Riki di Tulung Selapan, terbakar 25 ha.
”Kemudian PT WAJ di Pampangan terbakar 1.530 ha, PT SAP di Pedamaran Timur sebanyak 351,1 ha dan PT gading Cempaka sebanyak 40 ha,” katanya.
Kemudian lahan terbakar di lokasi yang pernah didatangi Presiden Jokowi, yakni wilayah PT Tempirai dari luas HGU 7.400 ha, terbakar seluas 4 hektar. Lahan milik perusahaan yang bergerak di hutan Tanaman Industri PT Sinarmas Group sebanyak 2.000 ha.
”Untuk lahan PT Tempirai yang sempat dikunjungi presiden RI Joko Widodo, hasil investigasi tim yang turun ke lapangan, ditemukan adanya kelalaian dari perusahaan, sehingga Pemerintah Kabupaten OKI, merekomendasikan ke Pemerintah Pusat untuk mencabut izin atau HGU PT Tempirai yang beroperasi di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur dan Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan OKI,” ujar Asmar.
Ditambahkan Asmar, Surat Rekomendasi Pencabutan Izin itu, tertuang dalam surat bernomor 468/BPPM/IX/2015 perihal Rekomendasi Pencabutan HGU PT Tempirai Palm Resources yang layangkan ke Kementerian Agraria RI.
”Telah ditemukan kelalaian dari pihak perusahaan sehingga ratusan lahan yang masuk dalam HGU perusahaan terbakar, kemudian peralatan pemadam kebakaran yang dimilikinya tidak memenuhi standar. Ini menunjukkan jika perusahaan tersebut tidak serius mencegah kebakaran lahan di kawasan HGU-nya,” jelasnya.
Lima Menteri
Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Sumse kembali mendapat perhatiabn serius dari para menteri terkait. Lima menteri terkait rencananya akan kembali meninjau Sumsel, hari ini Selasa (27/10).
Kelima menteri itu adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Sumsel Erdian Syahri mengatakan, kedatangan lima menteri tersebut direncanakan datang pukul 09.00 di Bandara SMB Palembang dari Bandara Halim Perdana Kusuma.
“Besok (hari ini-red) sesuai dengan informasi akan datang Menkopolhukam beserta menteri lainnya. Namun rencana ini masih tentatif. Kami masih bersiap dengan segala kemungkinan menunggu kedatangan para menteri,” jelas Erdian.
Setibanya di VIP Room Bandara SMB II ini, para menteri akan menerima laporan terkini dari Tim Satgas Penanggulangan Kabut Asap sebelum berangkat menuju Jambi. Keberangkatan rombongan menteri menuju Jambi masih berupa rencana. Pihaknya belum bisa memastikan apakah akan menempuh jalur darat atau jalur udara.
“Ada tiga alternatif untuk ke Jambi. Opsi pertama terbang menggunakan pesawat, kedua apabila tak memungkinkan akan menggunakan helikopter dan turun landasan udara terdekat di Jambi. Namun, apabila terganggu jarak pandang dan lain sebagainya, maka opsi terakhir yakni akan menggunakan jalur darat dengan menggunakan bus menuju Jambi,” paparnya.
Sementara itu Mendikbud Anies Baswedan telah terlebih dulu tiba di Palembang, kemarin. Anies meninjau kondisi SMP Al Furqon untuk mengetahui secara langsung siswa yang saat ini sebagian besar telah dua bulan hidup dan belajar dalam paparan kabut asap.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumsel akan menempatkan salah satu alat ukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Perwakilan Tim Ukur BLH Sumsel Yuliusmansyah mengatakan, penempatan alat pengukur ISPU untuk mengukur seberapa besar dan bahaya udara khususnya di OKI. Apabila bahaya, pihaknya akan segera mengimbau pemerintah setempat untuk segera mengevakuasi masyarakat ke tempat lebih aman. “Kita akan ukur kualitas udara di sana selama dua-tiga hari. Kalau berbahaya, ini akan ditindaklanjuti untuk lakukan evakuasi,” ujarnya.
Ia mengatakan, BLH Sumsel hanya memiliki dua alat ukur ISPU, satu ditempatkan di Palembang dan satu alat berpindah dari satu ke tempat lainnya. Dalam keadaan kabut asap sekarang, penambahan alat ukur ISPU sangat diperlukan ditempatkan di kabupaten lain.
“Alat ISPU ini mahal, kalau murah pasti di setiap kabupaten/ kota ada. Kita telah meminta tahun lalu tapi belum bisa direalisasikan. Cara menghitung ISPU pun tidak bisa dilakukan sembarang orang. Oleh karena itu kami akan latih petugas BLH kabupaten/kota untuk mengukur kualitas udara ini,” tuturnya.
Sedangkan Komandan Satgas Operasi Udara Karhutlah Danlanud Letkol (Pnb) Muhammad Riza Yudha Fahlefie mengatakan, saat ini pemadaman titik api terus dilakukan baik dari darat maupun udara.
Fokus pemadaman masih dilakukan di OKI dan Muba karena kedua kabupaten ini masih menjadi penyumbang titik api terbesar di Sumsel. “Pesawat Beriev BE-200 Rusia masih kami fokuskan di Air Sugihan. Pemboman tetap dilakukan dari Pangkal Pinang, karena lebih dekat ke Air Sugihan daripada dari Palembang,” katanya.
Selama ini, Beriev BE-200 menunjukkan kinerja yang sangat baik karena dalam sehari mampu melakukan waterbombing sebanyak 20 kali dengan sekali penerbangan mengangkut 12.000 liter air.
Selain pesawat Rusia ini, pihaknya juga masih memiliki armada lainnya yakni dua air traktor, tujuh helikopter, dan satu pesawat TMC. “Ada keterbatasan dalam melakukan pemboman dengan jumlah armada yang sekarang. Apabila pemerintah akan mendatangkan bantuan armada lagi tentunya sangat membantu dan menambah optimal pemadaman,” tandasnya. #idz