Buku K13 Tersendat, Guru Diminta Buat LKS

15

Palembang, BP

Meskipun pemerintah pusat telah memberikan bantuan buku paket khusus sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 (K-13), tetapi tetap saja sejumlah sekolah yang mengimplementasikan K-13 belum mendapatkan buku seperti buku agama dan olahraga. Akibatnya, orangtua siswa harus mengeluarkan uang pribadi untuk mem-fotokopi buku tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Ahmad Zulinto menegaskan, untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah pemerintah telah memberikan bantuan berupa Dana Operasional Sekolah (BOS). Untuk mengatasi kekurangan buku sebaiknya pihak sekolah memperbanyak dengan cara memfotokopi untuk siswa yang kekurangan buku.

Baca Juga:  “Bedah Musik Daerah 2025": Sumsel Gencarkan Pelestarian Melodi Tradisi Tradisional

Akan lebih baik lagi jika guru itu kreatif dengan cara membuat rangkuman sendiri, kemudian diperbanyak lalu dibagikan dengan murid-muridnya untuk menambah pengetahuan siswa. Pasalnya, guru lebih mengetahui materi yang akan disampaikan. Nah, melalui rangkuman yang dibuat berbentuk Lembar Kerja Siswa (LKS) itu hal yang baik, ini merupakan kredit point bagi guru tersebut dalam kenaikkan pangkatnya.

Baca Juga:  Ahli Waris Gugatan Lahan Eks Cineplex Siap Tempuh Banding , Hambali Mangku Winata : " Kenapa CB Klien Kami Tak Jadi Pertimbangan Hakim "

“Asalkan buku yang dirangkum itu telah disetujui oleh pihak sekolah, komite serta disahkan oleh Disdikpora,” ujarnya.

Dengan cara memberikan rangkuman yang dibuat oleh guru ini cara yang lebih baik dalam mengatasi salah satu kekurangan buku paket di sekolah – sekolah. Bbagi orangtua siswa juga tidak dibebani dengan pembelian buku. Selain itu, bisa saja siswa dalam satu bangku satu buku dulu, jika belum seluruh siswa mendapat buku cetak atau solusinya dengan memfotokopi.

Baca Juga:  PLN Upayakan Pemulihan Sistem Bayung Lencir, Berbagai Langkah Strategis Dilakukan untuk Perbaiki Kualitas Tegangan

#adk

 

 

Komentar Anda
Loading...