‘Scanning’ LJUN Siswa Bermasalah

17

Palembang, BP

Setelah Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN), diisi oleh peserta Ujian Nasional (UN), khususnya Paper Based Test (PBT). Pihak sekolah diperintahkan untuk segera mengirim LJUN ke panitia scanning (pemindahan data- red), yang berada di Kantor Pusat Administrasi (KPA) Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Palembang. Pasalnya, pada saat proses scanning, panitia masih banyak menemukan kesalahan pada LJUN yang dilakukan siswa.

Koordinator Scanning LJUN Sumsel Saparudin mengatakan, hingga kemarin pihaknya telah melakukan pemindaian data hampir dua ratus ribu LJUN. Menurut dia, sebelum dilakukan proses scanning, panitia terlebih dahulu melakukan proses labeling (pemilahan) LJUN.

Baca Juga:  DPRD Palembang  Keluarkan Rekomendasi Untuk  Manajemen Hotel Beston Palembang , Untuk Bayar Pesangon Karyawannya

“Kita sudah melakukan tahapan scanning. Dari temuan kita di lapangan, banyak sekali siswa yang mengalami kesalahan dalam hal pengisian data yang tidak sama dengan data induk siswa,” kata Saparudin kepada BeritaPagi, Selasa (14/4).

Ia menjelaskan, kesalahan siswa tersebut bukan hanya dalam pengisian data saja. Tetapi, ada juga yang kurang hitam pada saat melingkari LJUN. Untuk itu, mereka harus bekerja ekstra keras, karena apabila LJUN tersebut tidak bisa dilakukan scanning, dipastikan ada kesalahan.

Baca Juga:  Polda Sumsel Terapkan Reward and Punishment, 137 Personel Diganjar Penghargaan

“Makanya, harus kita perbaiki sehingga proses scanning berjalan,” ujarnya.

Ditambahkan Saparudin, tingkat kesalahan yang dilakukan siswa hampir terjadi di setiap daerah termasuk Palembang. Tapi dia tidak menampik, di setiap daerah ada 2-3 data siswa yang tidak bisa dilakukan scanning.

“Kesalahan itu terjadi karena persoalan non teknis, artinya siswa belum terbiasa mengisi LJUN dan rasa gugup,” ungkapnya.

Masih kata Saparudin, apabila ditemukan LJUN yang rusak, akan langsung dipisahkan untuk dilakukan proses scanning khusus menggunakan scaning image.

Jika nantinya, scaning image tetap tidak bisa membaca, panitia akan melakukan pemindaian data LJUN yang rusak, ke LJUN baru. Menurut dia, langkah ini harus diawasi pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan, dengan disertakan berita acara.

Baca Juga:  Disdik Palembang Sambut Baik Soal Wacana Mendikbud Ringankan Beban Administrasi

Ia menargetkan, total 500 ribu LJUN dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel, harus selesai dilakukan proses scanning pada, 25 April mendatang.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan scanning dengan cepat, supaya langsung bisa diolah oleh pihak Pusat Pendidikan (Puspendik),” pungkasnya.

xaverius 4

Komentar Anda
Loading...