“Saya Mempunyai Tujuan Utama, Tujuan Utama Itu Saja yang Memelihara Saya”

Lebih dekat dengan Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto, ST, MM

Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto

MEMILIKI  nama lengkap Iin  Irwanto, ST., MM, Pria kelahiran Pedamaran, kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), 30 November 1981 ini terpilih sebagai Komisioner Bawaslu Sumsel dalam usia yang terbilang masih muda yakni pada usia 36 tahun.

Kini Suami dari Desi Mulyanti ini menjabat sebagai Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel sekaligus sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran. Sudah 3,5 tahun Mahasiswa Doktoral Ilmu Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya (Unsri) ini menjadi pimpinan Bawaslu Sumsel, banyak suka dan duka yang dihadapi selama memimpin lembaga ini.

Wartawan beritapagi.co.id, Dudy Oskandar berkesempatan  mewawancarai putra kedua dari empat bersaudara pasangan H Ruslin Masyri – Hj Asmarani Mt Raksaguna inidi kantornya di Kawasan Jakabaring, Samping Opi Mall, Palembang beberapa waktu lalu

Berikut petikan wawancaranya:
Pilkada ulang di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah berakhir, bagaimana Anda melihat hasil evaluasi Pilkada Pali?

Terkait Pilkada PALI sudah dilaksanakan dengan sukses dan hasil evaluasi secara kelembagaan belum dilakukan tapi dari hasil pengawasan di lapangan kami mencatat hal–hal yang menjadi sorotan, tidak saja kami tapi juga KPU, misalnya terkait dengan penerapan protokol kesehatan, bahwa kami melihat karena tingginya antusias masyarakat untuk memilih sehingga terjadi penumpukan pemilih pada tiga TPS, setelah kami cek di tiga TPS tersebut tidak ditentukan jadwal periodik untuk waktu pencoblosan misal jam 8 sampai jam 9, jam 9 sampai jam 10 sebagaimana jadwal pilkada serentak tahun 2020 kemarin. Terdapat tiga TPS yang tidak pakai jadwal, satu TPS pakai jadwal, tiga TPS yang mengalami penumpukan, satu tidak.

Bawaslu Provinsi bersama Bawaslu Kabupaten/Panwascam/PKD menyampaikan himbauan kepada KPPS melalui pengawas TPS untuk menertibkan penerapan protokol kesehatan. Meskipun terjadi penumpukan saat awal antrian kemudian setelah diingatkan untuk ditertibkan, barisan menjadi teratur dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Dari sisi penyelenggaraan tahapan pemungutan, kami lihat semuanya sudah baik dan berjalan sesuai dengan aturan, hanya saja kemarin ada yang kami lihat dan sempat kami pertanyakan, misalnya ibu-ibu yang mengenakan jilbab merah cukup banyak, kemudian ada bapak-bapak yang mengenakan batik yang diduga terindikasi sebagai pelanggaran namun telah kami telusuri ternyata tidak terindikasi sebagai pelanggaran.

Secara keseluruhan Bawaslu Provinsi bersama Bawaslu PALI  belum melakukan evaluasi, tapi akan dilakukan secepatnya, namun dari pengamatan di lapangan semua sudah diluruskan dan pelaksanaannya sudah kita ketahui berjalan sukses dan ada hasilnya.

Rencana kedepan apa yang akan Bawaslu Sumsel lakukan?
Program unggulan dan program pokok dari Bawaslu yaitu melakukan kegiatan edukasi  pengawasan partisipatif. Hal ini akan dilakukan oleh Bawaslu di tahun 2021 dalam mengisi waktu saat tidak ada tahapan. Bawaslu akan melakukan kegiatan sosialisasi atau edukasi pengawasan partisipatif kepada sejumlah stakeholder baik kepada pemilih pemula dalam hal ini siswa-siswi SMA bisa juga ke Perguruan Tinggi, serta seluruh elemen masyarakat dirasa perlu untuk diedukasi terkait hal ini. Sampai saat ini kami sudah melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada sejumlah Organisasi Kepemudaan serta pada Jurnalis di provinsi Sumatera Selatan.

Melalui pengawasan partisipatif ini kami ingin berbagi dan menyampaikan pemahaman serta pengetahuan tentang kepemiluan dan juga menyadarkan masyarakat bahwa tanggungjawab pengawasan itu bukan hanya semata di Bawaslu saja tetapi juga perlu peran serta masyarakat. Melalui program ini, Bawaslu ingin menyampaikan pesan bahwa daya jangkau yang dimiliki Bawaslu sangat terbatas, tidak bisa menyeluruh dan sempurna, sehingga masyarakat perlu ikut ambil bagian dan mengetahui fokus-fokus pengawasan apa yang bisa dilakukan. Masyarakat juga perlu mengetahui tugas-tugas pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu. Dari pandangan kami, jika masyarakat tergerak untuk ikut mengawasi jalannya proses pemilu, kami yakin masyarakat juga pasti akan ikut berpartisipasi untuk memilih sebagai bentuk peran serta dalam pesta demokrasi. Jadi, Bawaslu dapat dua keuntungan, masyarakat membantu mengawasi jalannya proses dan tahapan pemilu dan masyarakat juga ikut serta mensukseskan dengan ikut memilih.

Dan harapannya juga untuk menuju pemilu yang berkualitas dan bermartabat, artinya jika semua menaati peraturan perundang-undangan maka sangat mungkin tidak ada pelanggaran dan penyelenggaraan pilkada akan terlaksana secara berkualitas dan bermartabat. Kami akan melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif, kedua, kami akan melakukan evaluasi pengawasan Pilkada 2018, pemilu 2019 dan Pilkada serentak tahun 2020 dan yang ketiga kami akan evaluasi penegakkan hukum pemilu di Sumatera Selatan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa penanganan pelanggaran berdasarkan UU Pemilu dan UU Pemilihan terdapat perbedaan. Nah, perbedaan-perbedaan inilah yang kita diskusikan, kita evaluasi sehingga legitimasi dari produk atau hasil dari penanganan pelanggaran ini betul-betul bisa menjamin kepastian hukum, sebagai contoh kalau di UU Pemilihan, penanganan pelanggaran itu menghasilkan produk berupa rekomendasi berbeda halnya UU Pemilu produknya adalah Putusan, hasil produk rekomendasi dianggap lemah sedangkan Putusan dianggap lebih kuat.

Ketua Bawaslu bersama Stakeholder (Pengawasan Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2020)

Kemudian juga ketika Bawaslu menangani pelanggaran administratif menghasilkan rekomendasi, kalau itu mau di koreksi ataupun mau dibanding oleh peserta atupun yang terlapor, maka kemana harus mereka menyampaikan koreksi tersebut atau gugatan tersebut, nah ini kan belum dinyatakan atau belum termuat dalam UU Pemilihan saat ini sehingga ini perlu didorong di Komisi II  yang terkait dengan pembahasan, bagaimana menyeragamkan proses prosedur pelanggaran di UU Pemilu dan di UU Pemilihan, disinilah nanti bisa sama dan kemudian hasilnya juga terlegitimasi dan menjamin kepastian hukum.

Tentang Money Politic, sepertinya Bawaslu Sumsel cukup kesulitan memberantas money politic ini terutama sisi pembuktiannya, tanggapan Anda?
Sepintas saya melihat pemilih seharusnya mempunyai tanggungjawab moral sebagaimana mereka dalam menentukan pilihan, Ketika kesadaran ini ada tentu mereka tidak akan berpikir pragmatis.

Ketika pemilih berpikir pragmatis dan peserta pun mengharapkan kemenangan secara instan maka sangat dimungkinkan terjadinya politik uang yakni mereka akan memilih pasangan calon jika mereka dibayar.

Sehingga saya mengajak yang utama bagi kita sebagai anak bangsa, kita harus konsisten dengan nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai demokrasi dalam pelaksanaan pilkada, dan kita tidak boleh bosan untuk menyampaikan terkait tolak politik uang.

Walaupun saya sependapat ya? Ini sulit, jadi kalau kita cerita-cerita begini, kayak cerita-cerita yang tidak ada solusi, nah makanya itu, karena ini semuanya kembali muaranya ke penyelenggara pemilu kepada sebuah sistem politik di DPR, makanya kita berharap dan terus menyuarakan sehingga nanti dalam konteks regulasi, bagaimana politik uang ini bisa diatasi, kita berharap nantinya politisi yang memiliki peran lebih, sedangkan kami sebagai pelaksana Undang-Undang.

Dan kami akan menyuarakan kepada DPR selaku pembuat Undang-Undang dalam konteks regulasi DPR dapat melahirkan aturan yang bisa mengatasi terkait politik uang.

Jadi politik uang ini merupakan problem bersama, makanya kita harus bekerjasama dan memandang hal ini sebagai tanggungjawab bersama.

kita juga harus berprasangka baik dengan masa depan demokrasi ini  karena dengan begitu saya yakin politik uang akan dapat diantisipasi dan diatasi.

Apakah ada hubungan antara politik uang dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, tanggapan Anda?
Secara pasti hal ini perlu dilakukan penelitian, bisa saja orang itu memilih karena ideologi, contoh dalam konteks tertentu ada partai yang dipilih oleh konstituennya yang setia, bahkan bukan saja setia tapi militan, arti militan apa? Dia ikut memperjuangkan partai tersebut tanpa dibayar bahkan keluar uang, jadi tidak semata-mata money politic, tetapi apakah kita akan bisa menggeneralisir nah ini  perlu dilakukan penelitian.

Kita juga menemukan, masyarakat yang menerima politik uang karena terdesak kebutuhan dan lemah dari sisi ekonomi.

Anda sudah berapa lama menjabat di Bawaslu Sumsel?
Saya sudah tiga tahun setengah, masih satu setengah tahun lagi.

Suka dukanya selama di Bawaslu Sumsel?
Saya bahagia menjadi salah satu pimpinan Bawaslu Sumsel, karena saya melihat ada kesempatan belajar dan mendedikasikan  diri utamanya terkait dengan kepemiluan, dari sini akhirnya saya semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu dan juga bagaimana mengembangkan demokrasi di masyarakat.

Jadi kalau ditanya duka banyak tapi itu semua tertutupi, Alhamdulilah saya juga cepat melupakan hal yang tidak menyenangkan itu, saya selalu berusaha untuk menatap kedepan dan saya juga bangga karena dapat mengenal banyak orang, karena setiap orang saya anggap sebagai teman yang memberikan pelajaran dan pengalaman jadi saya rasa saya bahagia dan bangga menjadi bagian dari sejarah Bawaslu Sumsel.

Bagaimana hubungan Anda dengan keluarga terutama dengan istri dan anak-anak?
Menurut saya dikeluarga itu  yang penting komunikasi, apa yang kita komunikasikan kepada keluarga itu biasanya ditagih, sekarang komunikasi kita diawal apa kepada mereka, itu menurut saya, saya sudah sampaikan bahwasanya sejak awal untuk menjadi penyelenggara negara dan pejabat publik ada resiko,misalnya resiko waktu barangkali dan hal lain yang tidak nyaman bagi keluarga itu saya sampaikan, akhirnya keluarga bisa memahami, menyadari dan menerima. Tetapi disatu sisi ketika ada waktu saya juga memaksimalkan waktu yang ada menjadi berkualitas, waktu yang berkualitas ini saya memanfaatkan dengan baik dan saya juga memastikan bahwa kehadiran saya bisa diterima walaupun saya tidak berada di rumah.

Jadi dengan keluarga fine-fine saja, baik-baik saja. Tiga tahun belakangan ini paling-paling satu dua hari maksimal bisa berkumpul, yang lainnya full.

Ketua Bawaslu Sumsel Bersama Alumni

Kedepan apakah Anda masih mau mencalonkan kembali di Bawaslu Sumsel?
Yang pertama saya akan fokus dan berkonsentrasi menjalankan tugas untuk jabatan yang masih satu setengah tahun lagi, kalau memang peluangnya ada, saya akan mencoba lagi.

Selama 3,5 tahun  memimpin Bawaslu Sumsel keinginan apa lagi yang ingin Anda capai?
Secara prinsip Saya menjalankan tugas ini dengan serius dan bersungguh-sungguh, saat ini saya berpikir masih banyak sekali yang perlu dibenahi dan diperjuangkan baik dalam konteks kelembagaan maupun dalam konteks penyelenggaraan pemilu ataupun demokrasi, misalnya dalam konteks kelembagaan saya melihat bagaimana kesiapan petugas, bagaimana fasilitas pendukung kinerja, dan bagaimana manajemen dalam tata kelola pengawasan pemilu ini perlu ditingkatkan. Sedangkan dalam konteks penyelenggaraan pemilu, bagaimana meningkatkan efektifitas pengawasan dan penegakkan hukum pemilu.

Saya memahami itu dan kemudian langkah-langkah itu harus diambil dan utamanya kebijakan itu ada di Bawaslu RI kita akan dorong kedepannya supaya apa yang sudah kami lalui, dan kami catat akan kami sampaikan ke Bawaslu RI untuk bisa dipertimbangkan.

Bagaimana hubungan Bawaslu Sumsel dengan stakeholder terkait seperti Gubernur Sumsel, DPRD Sumsel, Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya dan bagaimana Bawaslu Sumsel melihatnya?

Jadi kita dengan stakeholder itu yang paling penting adalah komunikasi. Bawaslu memiliki peran bagaimana manyampaikan kerja-kerja pengawasan tahapan baik pemilu ataupun pilkada, setelah kita komunikasikan selanjutnya masing-masing stakeholder fokus pada perannya masing-masing, mulai dari Gubernur, DPRD Provinsi, Kepolisian, Kejaksaan dan sebagainya. Kesuksesan pelaksanaan pemilu dan pilkada tentu menjadi harapan bersama, KPU, Bawaslu dan stakeholder harus memiliki visi yang sama agar pelaksanaan pemilu dan pilkada berjalan sesuai dengan harapan. KPU dan Bawaslu memerlukan dukungan dan koordinasi dari seluruh stakeholder.

Dengan adanya komunikasi yang baik, say hello, itu bisa membuat kita percaya diri dan menghilangkan kekhawatiran satu sama lain dan kalau terjadi masalah kita bisa mengantisipasi, menyelesaikannya secara cepat, tepat melalui keputusan bersama.

Bagaimana Anda melihat anggaran Bawaslu Sumsel selama ini?
Untuk anggaran Bawaslu Sumsel tahun 2020 melalui APBD, kita tidak mengajukan, jadi ini opsional, karena pada penyelenggaraannya sudah berbasis APBN tetapi tidak menutup kemungkinan kita menerima hibah dari pemerintah daerah atau pemerintah provinsi atau kabupaten, itu dikembalikan Bawaslu masing-masing mau mengajukan atau tidak.

Untuk tahun 2021, kita tidak mengajukan tapi apakah dengan tidak mengajukan di tahun 2021 kita tidak mengajukan di tahun 2022? belum tentu, bisa jadi kita mengajukan di tahun 2022, jadi kami juga sekarang menyiapkan langkah-langkah yang kongkrit dan itu pasti berdampak kepada anggaran dan kalau itu dibutuhkan maka kami akan mengajukan ke Pemerintah Provinsi.

Untuk data pelanggaran penyelenggara pemilu termasuk Bawaslu di Sumsel kondisinya bagaimana?
Sejak Pilkada 2018, Pemilu 2019 dan Pilkada serentak 2020 pelanggaran penyelenggara pemilu mengalami tren penurunan, hal ini sudah cukup baik misalnya yang menjadi pelanggaran administrasi dan kode etik di Pilkada 2018 tidak ada lagi di Pemilu2019 dan di Pilkada Serentak 2020. Sudah seharusnya penyelenggara pemilu memahami aturan perundangan-undangan yang berlaku sehingga pelanggaran-pelanggaran oleh penyelenggara pemilu tidak perlu terjadi.

Dalam pengamatan kami, isu negatif hampir tidak pernah menerpa Anda, apa kiat Anda agar tidak diterpa isu negatif?

Saya mulai dari niat, kemudian setiap yang saya lakukan saya sadar, tidak ada istilah saya berkerja di bawah tekanan ataupun berkerja karena kepentingan orang tertentu, jadi benar-benar saya berkerja dengan niat dan kesadaran bahwasanya saya menjalankan tugas yang saya miliki ini  dengan serius dan berusaha untuk menguasai setiap permasalahan yang ada. Imbasnya tentu bisa bermacam-macam,tapi saya berserah diri kepada Tuhan, jadi apakah dengan sikap yang saya lakukan terhadap perkejaan itu seperti apa, apakah itu hal positif atau negatif, saya berserah diri. Saya berusaha untuk selalu bersikap profesional dan mengutamakan kepentingan bersama.

Alhamdulillah ketika pulang ke rumah, saya nyaris tidak mengalami gangguan tidur. Bahkan saya bisa enjoy diluar pekerjaan, misalnya saat saya berjumpa dengan teman-teman alumni sekolah, bagi saya bertemu dengan teman-teman alumni sekolah sebagai vitamin dan penyemangat, saya bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan dengan bermain bersama anak-anak, dan itu bisa saya lakukan dengan bahagia.

Pernah mendapatkan ancaman atau tekanan pihak tertentu saat bekerja?
Hampir tidak ada. menurut saya, orang yang mau bertemu kita itu pasti mereka sudah melihat profil kita dulu, jadi seperti apa kita, bagaimana keseharian kita. Saya menilai orang lain yang mau mengancam/menekan saya pasti mereka melihat dulu siapa yang mau diancam, saya meyakini apa yang saya lakukan selama ini tidak merugikan orang lain dan saya berpegang teguh karena saya mempunyai tujuan utama, tujuan utama itu saja yang memelihara saya, walaupun memang dalam pelaksanaannya kita harus memiliki daya tahan dan kontrol emosi yang baik,karena kalau tidak punya itu dapat mengakibatkan seseorang berbuat sembarangan, tidak kuat/rapuh, tidak bertanggungjawab dan hal buruk lainnya. #adv