Basarnas Palembang, Terus  Cari Bocah Tenggelam di Sungai Kikim

26

Afifah (5) warga Desa Sukarame, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan hanyut terbawa arus derasnya Sungai Kikim hingga tenggelam, Minggu (14/4).(BP/IST)

Palembang, BP- Afifah (5) warga Desa Sukarame, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, hayut terbawa arus derasnya Sungai Kikim hingga tenggelam, Minggu (14/4).

Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin, S.E, didampingi Kasubsi Operasinya Manca Rahwanto, S.E., mengatakanbahwa pihaknya mendapatkan informasi terjadi kondisi membahayakan manusia tersebut pada Minggu (14/4) sekira Pukul 22.10 WIB.

“Berbekal informasi tersebut saya langsung merespons dengan memerintahkan satu team Rescue yang berada di unit siaga SAR Lubuk Linggau, lengkap dengan peralatan SAR air untuk berangkat menuju lokasi kejadian guna melakukan pencarian terhadap korban,” ujarnya, Senin (15/4).

Baca Juga:  Tingkatkan Kinerja Untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah Provinsi Sumsel

Masih katanya, Kejadian berawal pada minggu (14/4) sekira pukul 15.30 WIB, korban bersama dua orang saudara perempuannya Seril (10) kakak kandung dan Rani (9) sepupu sedang asyik bermain dan berenang dipinggir Sungai Kikim, Desa Sukarame, Kecamatan Kikim Barat, “Namun saat asyik bermain dan berenang korban yang lepas dari pantauan kedua saudaranya tersebut tiba- tiba hanyut terbawa derasnya arus sungai sehingga mengakibatkan korban tenggelam,” jelas Raymond.

Baca Juga:  PKS Sumsel Salurkan Ratusan Paket Makanan pada Kader

Lanjutnya, Pencarian hari ini Senin (15/4) merupakan pencarian hari kedua, dimana untuk proses pencarian sudah kita mulai sejak pukul 07.00 WIB tadi bersama dengan Team SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Palembang Unit Siaga SAR Lubuk Linggau, BPBD Lahat, Koramil, Polsek dan Masyarakat.

“Pencarian dilakukan dengan membagi Team SAR gabungan menjadi dua (2) SRU. SRU 1 melakukan pencarian dengan cara penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet, dan perahu-perahu Masyarakat serta melakukan circle (ombak buatan) ditempat – tempat yang dicurigai adanya korban, Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan penyelaman di lokasi awal kejadian serta lokasi- lokasi yang dicurigai adanya korban,”katanya.#udi

Baca Juga:  Sumsel Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20,  DPRD Sumsel Sebut Stadion di Jakabaring Bisa Dipakai Untuk Even Lain 

.

 

 

 

Komentar Anda
Loading...