Sultan Palembang Sebut Ziarah Kesultanan dan Auliya’ Palembang Darussalam Layak Masuk Agenda Pariwisata di Sumsel

56
Ziarah Kesultanan dan Auliya’ Palembang Darussalam (Palembang Lamo) di gelar , Sabtu (9/3).  Acara dengan menggelar pawai ta’aruf  dari Masjid Sultan Agung 1 Ilir Palembang menuju makam Ki Gede ing Suro, pemakaman Sabokingking,    ke pemakaman Kawah Tengkurep  dan Pemakaman Auliya Palembang Lamo.(BP/IST)

Palembang, BP- Ziarah Kesultanan dan Auliya’ Palembang Darussalam (Palembang Lamo) di gelar , Sabtu (9/3).

Acara dengan menggelar pawai ta’aruf  dari Masjid Sultan Agung 1 Ilir Palembang menuju makam Ki Gede ing Suro, pemakaman Sabokingking,    ke pemakaman Kawah Tengkurep  dan Pemakaman Auliya Palembang Lamo.

Acara juga di warnai dengan pembacaan Surat Yasin, Tahlil, dan Doa.

Hadir  Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn, Ustadz  KH Ahmad  Fauzi Zawawi Idzhom  Bin Kyai Haji Abdullah Zawawi Idzhom, Asisten II Pemprov. Sumsel, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc, , Raden Daden Ramdani dari Jakarta, forkompinda setempat dan ribuan warga masyarakat kota Palembang.

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn  menilai kegiatan ini sangat bagus di mana banyak masyarakat yang dengan melakukan ziarah ini mendapatkan edukasi sejarah bahwa Palembang itu bukan hanya Kesultanan Palembang tapi ada juga  Kerajaan Palembang.

Baca Juga:  Pencuri Ayam Bernama Tholib Babak Belur Dihajar Warga  

“ Mereka  tahunya  Sabo Kingking, Ki Gede Ingsuro, mereka kira itu bukan pemakaman muslim , mereka pikir itu makam  zaman Hindu Budha, padahal  itu sudah muslim  dan itu berasal dari Kerajaan Palembang, jadi masyarakat harus mendapatkan edukasi dari kegiatan  ini , mudah-mudahan tahun depan lebih besar lagi dan lebih meriah lagi,” katanya.

Kegiatan ini menurutnya sudah berjalan ke 4 tahun dan  kegiatan ini menurutnya harus menjadi agenda  pariwisata bukan hanya agenda masyarakat sekitar tapi masuk agenda provinsi dan kota dan bisa masuk dalam charming even  sehingga kegiatan ini bisa  lebih besar dan lebih meriah.

Baca Juga:  9 Fraksi di DPRD Sumsel Sampaikan   Pandangan  Umum  Terhadap 6 Raperda  

“ Kalau ziarah kubro banyak sekali habaib-habaib, kalau ziarah aulia dan Kesultanan ini bahwa kita berasal dari Kerajaan dan Kesultanan Palembang Darussalam yang harus  dibesarkan secara bersama-sama,” katanya.

Ketua Majelis Taklim Masjid Sultan Agung Ustadz  KH Ahmad  Fauzi Zawawi Idzhom  Bin Kyai Haji Abdullah Zawawi Idzhom mengatakan, terdapat empat lokasi ziarah yaitu Makam Ki Gede Ing Suro, Makam Sabokingking, Kawah Tekurep, dan Pemakaman Auliya Palembang Lamo.

“Alhamdulillah, kita setiap menyambut bulan Ramadan dengan mengadakan Ziarah Kesultanan dan Auliya Palembang Lamo. Ada empat lokasi di mana akan diharapkan menjadi wisata religi. Di dekat sini ada makam Auliya Palembang Lamo, ke Makam Gede Ing Suro, Makam Sabokingking, dan Kawah Tekurep,” katanya.

Baca Juga:  Cari Dana Rehab Gua Puteri, 2 Kadis Datangi Pusat

Asisten II Pemprov. Sumsel, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc menilai kegiatan ziarah merupakan hal yang berpotensi untuk wisata religi di Palembang.

 

“Ini menjadi suatu hal yang berpotensi untuk dikembangkan, seperti wisata religi di Jawa, di Walisongo. Dan, di sini sangat potensi,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Basyaruddin Akhmad.

Wisata religi sendiri diharapkan akan berkembang, sehingga dapat menarik wisatawan dari luar Kota Palembang.

“Di sini sudah dilakukan wisata religi, tinggal penataannya, bagaimana kawasannya, nanti itu ditata ulang sehingga dapat menarik wisatawan yang hadir dari luar Kota Palembang,” katanya.#udi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Poto:

 

Komentar Anda
Loading...