Ketua PWNU Sumsel Amruddin Nahrawi  Meninggal Dunia

30
BP/IST
KH Amiruddin Nahrawi

Palembang, BP- Ketua PBNU Dr KH Amiruddin Nahrawi  M Pdi yang juga Ketua PWNU Sumsel  tutup usia , Jumat (2/2) pukul 00.30 di Rumah Sakit  Gatot Subroto , Jakarta.

Hal tersebut di benarkan salah satu Mustasyar PWNU Sumsel Mal An Abdullah, Jumat (2/2).

Mengenai penyakit yang di derita Amiruddin Nahrawi   yang akrab di sapa Cak Amir ini, Drs KH Mal An Abdullah MHi  tidak mengetahuinya.

“ Beliau ini di rawatnya di Jakarta,  kelihatannya aku dengar informasi akhir –akhir ini beliau ini cuci darah,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumsel ini.

Mal An Abdullah menilai sosok Amiruddin Nahrawi dari sisi pengalaman memang punya aktivitas tinggi termasuk pada waktu yang dirinya sangat ingat prakarsa Amiruddin Nahrawi melakukan gerakan untuk mengantisipasi lanjutan kerusuhan Mei 1998 dulu.

Baca Juga:  Polda Sumsel Tangkap Pengedar  19 Paket Sabu di Kertapati

Selain itu menurutnya  sosok Amiruddin Nahrawi merupakan sosok yang mampu menyatukan semua komponen masyarakat di Sumsel .

“ Beliau akan di kuburkan di Jakarta , dan yang pasti jenasah tidak di bawa ke Palembang,” katanya.

 

Berdasarkan informasi  almarhum akan di kuburkan di TPU Karet Bivak , Jakarta Pusat  setelah shalat Jumat , dimana sebelumnya jenasah almarhum di semayamkan di rumah duka di Jalan Bekasi Timur IX Gang Padang No. 27, RT.7/RW.3, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur.

Baca Juga:  Nasdem Berpotensi Unggul di Lubuk Linggau

 

Cak Amir lahir di Jawa Timur, 17 Oktober 1960, namun sudah berada di Sumsel sejak Tahun 1990an dikenal sebagai tokoh NU yang aktif menjaga kerukunan keagamaan di Sumsel.

Dia diminta untuk menjadikan NU sebagai etalase besar bagi semua paham, agama, ormas dan keberagaman yang ada di Sumsel.

Selain sebagai tokoh NU, Cak Amir juga  pernah ditunjuk langsung oleh mantan Gubernur Sumsel, H Herman Deru menjadi Staf Khusus Gubernur Sumsel bidang Hubungan Antar Agama.

Tugasnya untuk selalu menjaga hubungan dan mengayomi dengan baik para tokoh lintas agama, paham dan pondok pesantren yang ada di Sumsel.

Cak Amir merupakan santri alumni Pondok Pesantren Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Baca Juga:  Polda Sumsel Bersama LSM Liga Masyarakat Cinta Kesehatan Gelar Baksos

Juga pernah mengeyam pendidikan di Pesantren Kasyfudduja Parse, Kecamatan Raas, Desa Brakas, Madura.

Dirinya juga seorang akademisi yang sebentar lagi mendapatkan gelar Doktor dari Jurusan Ilmu Tafsir Al-Qur’an Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ).

Tidak hanya sebagai tokoh agama, dalam karir perpolitikan, Cak Amir juga pernah menjadi anggota DPRD Kota Palembang dan Provinsi Sumsel.

Juga pernah diangkat menjadi ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Palembang, pada Tahun 1998-2000, kemudian pada tahun 2000 hingga 2005 juga menjabat sebagai Ketua PKB Sumsel Babel.

Hingga saat ini, Cak Amir juga diminta untuk menjadi Ketua IKA PMII untuk Tahun 2019-2024.#udi

Komentar Anda
Loading...