Haul Al Habib al Imam Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih dan Maknanya bagi Alumni

371

Oleh:  Drs.Abdulazim Amin,M,Hum (Alumni, mantan dosen

UIN RF, dan Ketua Yayasan Najahiyah)

KOTA  Malang dikenal sebagai salah satu kota indah, sejuk, tempat beberapa Gubernur Jenderal Holland/ Hindia Belanda beristirahat. Sebelumnya merupakan wilayah kerajaan Kediri, Jawa Timur, pada awal abad ke 13 M. Kota religius, didirikan masjid Jamik dan dua gereja Ketheral; terletak di sebelah barat dan utara alon-alon. Kata Santri dapat berasal dari bahasa Melayu “Sentri” yakni penjaga dan pengawal (KBMN, 2011: 2481). Pesantren: asrama tempat santri atau murid-murid belajar mengaji dsb; pondok(KBMN,2011: 2077). Dalam bahasa Arab disebut “ma’had”; lembaga pendidikan Islam. Pesantern pertama didirikan di Jawa (Nusantara) terletak di Ampel, Loren Gersik, dekat Surabaya. Pada awal abad 15 M oleh sunan Gersik, bernama Maulana Malik Ibrahim (Azim Amin,
1403/1983: 18).

Adapun kata “haul” pinjaman dari bahasa Arab mempunyai beberapa makna, 1) hari memperingati kematian seseorang yang diadakan setahun sekali (biasanya disertai kenduri atau selamatan arwah); 2) genap atau cukup setahun bagi pemilikan harta kekayaan, spt perniagaan, emas, binatang ternak, hasil tanaman, dan simpanan wang sbg batas kewajiban membayar zakat; 3) kekuasaan; kekuatan (KBMN, 2011:905).

Hari memperingati kematian seseorang Alim yang berjasa dengan rangkaian acara yang diawali ziarah kubur, khotmul Qur`an, dan pembacaan manaqib/ biografi almarhum/ almarhumah.

Dilanjutkan pembacaan kitab maulidun nabi, kemudian haul dengan agenda acara, sambutan Panitia, Gubernur Jawa Timur dan Wali Kota serta alumni. Sebelum Tausiyah, dibacakan qosidah dan tahlil.

Diakhiri dengan pembacaan do`a utk yg hadir dan para almarhum. Sebelum bubar, lazimnya para hadirin dijamu makan dan minum sedekah haul secara bersama, utk meraih berkah Allah yg sudah dianugerahkan kepada almarhum semasa hidupnya yang telah berjasa besar dalam mengokohkan tegaknya agama Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah, semoga berkahNya terlimpah pula kepada yang menghadiri haul tersebut. Tulisan ini, akan memaparkan secara singkat Biografi al Habib al Imam Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih dan puteranya. Al Habib al Imam Sayyid Abdullah bin Abdulqodir Bilfaqih’

Baca Juga:  Polda Sumsel Ingatkan Masyarakat Penipuan Online Modus Undangan
Santri Pengurus Ikatan Pelajar Ma’had Darul Hadits Al Faqihiyah, Malang 1964-1971; no 3 dr kanan/ 4 dr kiti (tengah), almarhum al Ustaz H Abu Hamid bin Kiyai Haji Yahya, Cimahi, Bandung, Penulis buku ” Ringkasan Biografi as Syaikhaini al Imamaini; 1996; (BP/IST)

Biografi al Habibul Imam Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqif Malang

Al Habib Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih dilahirkan di kota Tarim, Hadromaut; Yaman Selatan pada hari Selasa tanggal 15 Safar 1316 H/ 1898 M.Pendidikan beliau diawali dari kota Tariem, Hadromaut mulai tingkat Ibtidaiyyahm Tsanawiyah, Aliyah, sampai melanjutkan ke Perguruan Tinggi masa itu. Baik di kota Sewun, Hadromaut, Yaman,Makkah al Mukarromah, Madinah al Munawwaroh, Kairo Mesir, Afrika Barat dll. Tahun 1331 H/ 1912 M beliau mendapat ijazah dan berhak memberikan nasehat/
fatwa agama. Sebelum meninggalkan kota Tariem, beliau sempat mendirikan organisasi Persaudaraan dan Pertolongan, dan organisasi Kemenangan dam Keutamaan beramal. Beliau menyempatkan diri menunaikan ibadah haji dan menziarahi makam Nabi Muhammad Saw.

Selanjutnya, dari Aden menuju Pakistan, India, Malaysia, Singapure, dan terakhir menuju Indonesia. Tahun 1338 H/ 1919 M di Surabaya, beliau diangkat sebagai Direktur Madrasah al Khoiriyyah. Tahun 1351 H/ 1931 M, menunaikan ibadah Haji ke dua kalinya, sekaligus menziarahi makam Nabi Muhammad Saw . Pada tahun 1358 H/ 1938 M mendirikan Lembaga Pendidikan/ Madrasah ar
Robithoh di Solo, Jawa Tengah.

Tahun 1365 H, tepatnya 12 Februari 1945 M, beliau mendirikan lembaga pendidikan Islam/ Psanteren Darul Hadits al Faqihiyyah dan Perhuruan Tinggi Islam Atas di kota Malang. Pada tahun 1380 H/1960 M, sebagai Dosen mengasuh Mata Kuliah Tafsir di Fakultas Tarbiyah IAIN Malang. Tahun berikutnya, 1381 H/ 1961 M, beliau diangkat sebagai Advisur Menteri Penghubung Alim Ulama Indonesia.

Baca Juga:  Sekda Minta Inspektorat Usut Kasus Dugaan Pungli Satpol PP

Beberapa santri beliau yang mendirikan psantren pula a.l. Ustaz Ahmad al Habsyi, ar Riyadl, 13 Ulu Palembang; Adapun para guru beliau lebih dari 13 Ulama, a.l : 1). Al Habib al Imam Alwy bin Abdirrahman al Masyhury; 2) al Habib al Imam Abdullah bin Umar as Syathiry; 3) al Habib al Imam Ali bin Zain al Hady; 4) al Habib al Imam Abu Bakar bin Muhammad Bilfaqih; 5) as Syekh al Allamah Abu Bakar bin Ahmad al Khotib; dll., Rodliyallahu anhum ajmain.

Keistimewaan Beliau ada 15, a.l, 1) dijuluki sebagai “Syaikhus Syari`ah wa Thoriqoh; 2) Banyak mendapatkan al Hadits al Musalsal, yakni Hadits riwayat langsung dari beliau hingga tersambung isnadnya kepada Nabi Muhammad Saw. Saat menunaikan ibadah haji dan menziarahi makam Rasulullah SAW, beliau saling menukar isnad dengan al Allamah as Sayyid Alwy bin Abbas al Maliky.

3) Beliau meresapi firman Allah yg terjemahannya “ Sungguh pada diri pribadi Rasulullah terdapat suri tauladan yg baik bagi kalian”. Dan Hadits Nabi Muhammad Saw yg terjemahannya “ Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutkanlah perbuatan buruk (diganti) dengan perbuatan yang baik, niscaya perbuatan baik tersebut akan menghapusnya, serta bargaullah dengan umat
manusia yang berakhlak luhur”.4) waktu bagi beliau sangat berharga.maka dalam mengisi dan mempergunakan waktunya hanya untuk program dakwah Islamiyah, pendidikan dan ubudiyah.

5) beliau seorangb yang amat berhati hati dalam masalah hokum. Jangankan perkara haram, perkara makruh pun, beliau engganmelakukannya dg pribsif firman Allah yg terjemahannya “ sesungguhnya yang amat menaruh rasa takut kepada Allah dari kalangan hamba-hambaNya adalah Ulama (Ulama`ul akhiroh); 6) beliau seorang Mursyid Toriqoh Alawiyah”kareba Mursyid itu pejabat yg diangkat langsung oleh Rasulullahi SAW dan mempuni ilmunyabaik lahir maupun batin; 7) berkata al Habib al
Imam Ali bin Muhammad al Habsyi Kwitang Jakarta Pusat yang terjemahannya “Tidaklah seorang yang masuk ke Psantren Darul Hadits ini kecuali orang tersebut adalah orang yang beruntung”.

Baca Juga:  Gol Tendangan Bebas Ezra di Menit 92 Gagalkan Kemenangan Dewa United

Beliau pulang ke Rahmatullahi utk menghadap Robul Izzah, pada tanggal 21 bulan Jumadil ahir th 1382 H/ 19 November 1962 M.dalam usia 62 tahun. Bagi beliau, bertemu Allah SWT adalah dambaan besar dari lubuk hati yg penuh bejana cinta dan rindu akan Allah SWE, dan Rasulul Nya, Saw.

Beliau meninggalkan seorang putri dan putra; a.l bernama as Sayyid Abdullah, lahir 12 R.awal 1355/1936). Tahun 1966 an, mendapat gelar Doktor Hadits dari al Azhar; masa al Ustaz Doktor Muhammad al Bahy. Karya-karya tulis puteranya ini dipublikasikan oleh sejumlah koran dalam negeri dan majalah luar negeri, a.l. majalah Robithoh al Alami al Islamy, dll., yg berpusat di Makkah. Hingga meraih gelar Profesor.

Cukuplah sebagai bukti kealiman beliau. Dan Prof, Dr. al Habib al Imam Abdullah Bilfaqih wafat 30 November 1991. Innaa Lillahi wa Innaa Ilaihi ro ji’uan. Allahumma ighfir lahum, wa irhamhum, wa ‘afihim wa ufu ‘anhum. Lahum al Fatihah. (Ed, Ustaz Abu Hamid bin Yahya, dkk, Ringkasan Biografi as Syaikhan al Imamaini, PP.Darul Hadits Al Faqihiyah, Malang, 2010;) Wallahu alam bis showab wal Muwaffiq ila aqwamit thoriq, wa Billahit taufiq wal hidayah. #

Komentar Anda
Loading...