Mungkinkah Dulmuluk bermula dari Lr Taman Bacaan di Palembang?

36

Diskusi Kampung Dulmuluk “Mengulik Sejarah Kampung Dulmuluk” , yang diselenggarakan UIN Raden Fatah, Pecinta Sejarah (PESE) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Kobar 9 dan Bucu Palembang pada Jumat (22/12) malam di Taman Bacaan Tangga Takat, di 16 Ulu Palembang.(BP/udi)

Palembang, BP- Sejumlah aktivis kebudayaan di Palembang, mendiskusikan wacana adanya kampung Dulmuluk di Lorong Taman Bacaan, Tanggotakat (Tangga Takat) Palembang.

“Sebenarnya, wacana mengulik Kampung Dulmuluk ini muncul dari dulur Pedo yang aktif di Komunitas Bucu Palembang,” kata budayawan Vebri Al Lintani selaku narasumber  Diskusi Kampung Dulmuluk “ Mengulik Sejarah Kampung  Dulmuluk” , Jumat (22/12) malam di Taman Bacaan Tangga Takat, di 16 Ulu Palembang yang diselenggarakan UIN Raden Fatah,  Pecinta Sejarah (PESE) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang , Kobar 9  dan Bucu Palembang.

Ditambahkan oleh Vebri, Wacana yang dilontarkan Pedo ini cukup beralasan, karena dalam sejarah Dulmuluk selalu disebutkan kampung Tanggatakat sebagai titik awal syair Abdul Muluk dibacakan oleh Wan Bakar, seorang pedagang keturunan Arab Melayu.

“Nah, persoalannya, kampung Tanggotakat ini cukup luas, dan di mana rumah Wan Bakar, tepatnya, belum diketahui. Jadi masih perlu banyak kajian lagi. Tapi saya setuju adanya kampung Dulmuluk sebagai satu penanda sejarah teater Dulmuluk” ujar Vebri.

Baca Juga:  Waduh, Update Aplikasi MyTelkomsel Tak Kompetibel, Pelanggan Kecewa

Selainjutnya Vebri menguraikan sejarah teater Dulmuluk dalam presentasinya.

Sebagaimana dipahami, Dulmuluk yang telah ditetapkan sebagai Warsan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia terlahir di kota Palembang.

Awalnya, kitab syair yang berjudul Kejayaan Kerajaan Raja Ali Haji dan kemudian berubah menjadi Abdul Muluk dicetak pertama kali  di Singapura pada tahun 1845.

Lalu, pada 1854 dibawa oleh Wan Bakar ke Palembang dan dibacakan olehnya sebagai di bilangan kampung Tanggotakat. Lama kelamaan, pembacaan Dulmuluk   berubah menjadi bentuk teater pada tahun 1910-an dan berkembang terus hingga sekarang.

Sementara itu, Andi Pedo yang tinggal di Lorong Taman Bacaan meyakini Wan Bakar tinggal di sekitar Lorong Taman Bacaan.

Baca Juga:  HDMY Resmi Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, DPRD Minta Segera Realisasikan Janji Kampanye

“Sepengetahuan saya, di sekitar lorong Taman Bacaan ini  banyak sekali pelaku Dulmuluk diantaranya almarhum Umar, Wak Pet. Dan keluarga kami adalah pencinta teater Dulmuluk. Pada setiap hajatan, kami selalu menanggap Dulmuluk. Jika tidak, pasti masyarakat bertanya, mengapa tidak menanggap Dulmuluk”, kata Pedo.

Disamping itu, kata Pedo, dahulu banyak sekali taman bacaan yang menyewakan buku-buku kepada masyarakat. Namun, di sini memantapkan nama  Taman Bacaan menjadi Lorong. Artinya, kondisi literasi di sini  lebih menonjol.  ditempat lain tidak mantapkan itu perbedaanya , artinya disini lebih menonjol soal literasi

Senada dengan itu, sejarawan Palembang,  Kemas Ari Panji setuju dengan  wacana yang disampaikan oleh Andi Pedo.

“Adanya kampung Dulmuluk sangat bermanfaat bagi penguatan sejarah adanya Dulmuluk di Palembang dan tentu bias menjadi destinasi wisata. Namun harus selain penamaan   tentu harus diikuti dengan penyiapan fasilitas lain seperti tempat latihan, pusat data, perpustakaan terkait dengan  Dulmuluk dan aktivitas dikusi dan pergelaran rutin”, kata Ari Panji.

Baca Juga:  Waspadai Berita Hoaks, Politisasi Sara, Kampanye Gelap Dan Money Politik

Wacana ini didukung pula oleh Randi Pratama Putra, generasi penerus estafet keberlangsungan Dulmuluk.

“Saya juga sepakat apabila Taman Bacaan ini menjadi Kampung Dulmuluk. Orangtua dan kawan kawan orangtua saya merupakan pemain Dulmuluk yang dari dulu juga sering latihan di Kawasan Tangga Takat tersebut” kata Randi.

Diskusi ini malam ini diikuti oleh peserta yang cukup antusias, diantaranya adalah guru dan pelatih Dulmuluk Sugeng,  mantan Bendahara DKP RM Husin, dan Puji yang sekarang sedang menyelasikan studi doktor dengan kajian disertasi tentang Dulmuluk.#udi

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...