Pendampingan Taruna Tani Muda Pada Sistem Polikutur Ikan dan Sayuran Terintegrasi di Desa Pulau Harapan, Kabupaten Banyuasin

54

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Tim P2MD Politeknik Negeri Sriwijaya yang diketuai oleh Muhammad Alfarizi Wijdhan dkk serta dibimbing oleh Madyasta Anggana Rarassari, S.Pi., M.P melakukan penyuluhan dan pendampingan produksi sayur organic dan budidaya ikan secara polikultur di Banyuasin. (BP/IST)

Banyuasin, BP- Kegiatan usaha budidaya ikan lele banyak dilakukan oleh masyarakat luas, namun tidak dengan usaha masyarakat di Desa Pulau Harapan. Mayoritas penduduk Desa Pulau Harapan memiliki harta warisan dalam bentuk kebun karet dan sawah yang menjadi sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemuda Desa Pulau Harapan beberapa menekuni profesi menjadi petani. Perumusan permasalahan diantaranya kurangnya pengetahuan dan wawasan terhadap kelembagaan, pemanfaatan teknologi digital dan akses informasi dalam pengelolaan pertanian dan perikanan terintegrasi, nilai tambah yang diperoleh dalam usaha pertanian dan perikanan, serta rendahnya kemampuan pengorganisasian dan manajerial organisasi taruna.

Baca Juga:  Lucianty Pahri Akui Sosialisasi Lebih Efektif Dengan Tatap Muka,

Melalui program P2MD yaitu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Tim P2MD Politeknik Negeri Sriwijaya yang diketuai oleh Muhammad Alfarizi Wijdhan dkk serta dibimbing oleh Madyasta Anggana Rarassari, S.Pi., M.P melakukan penyuluhan dan pendampingan produksi sayur organic dan budidaya ikan secara polikultur.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran, wawasan dan keterampilan pemuda desa Pulau Harapan untuk menekuni usaha pertanian dan perikanan yang terintegrasi, bimbingan teknis juga memiliki nilai tambah dari usaha budidaya ikan air tawar, penggunaan strategi marketing secara digital dalam memasarkan hasil produk, menghasilkan rancangan kurikulum pembelajaran non formal, menghasilkan program promosi dan sosialisasi bisnis pertanian ke kelompok usia muda menggunakan teknologi informasi digital berbasis komunitas,” kata Muhammad Alfarizi Wijdhan, Jumat (8/12).

Baca Juga:  Awasi Produk Tak Layak Konsumsi

Hal senada dikemukakan  Kailan selaku Kepala Desa Pulau Harapan yang turut hadir “Saya senang dan sangat mendukung dengan didakannya kegiatan ini untuk mengembangkan usaha dan dapat masyarakat tekuni”.

Metode pemberdayaan pemuda Desa Pulau Harapan dilaksanakan secara penuh dilapangan dengan cara mendorong (encourage), memotivasi dan membangkitkan kesadaran(awareness), serta meningkatkan kapasitas pemuda desa dalam menekuni profesi wirausaha secara kelembagaan melalui taruna tani muda yang berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan serta memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan sosialisasi bisnis pertanian ke kelompok usia muda.#udi

Baca Juga:  Anak Sungai di Palembang Mendangkal

 

 

 

Komentar Anda
Loading...