1,6 Kg Sabu dan 10 Butir Ekstasi Dimusnahkan Polda Sumsel

33

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel, musnahkan barang bukti sabu sebanyak 1,6 Kilogram (Kg) dan ekstasi sebanyak 10 butir. Pada Kamis (23/1) dengan cara diblender dan disaksikan langsung oleh para tersangka sebanyak 8 orang.(BP/IST)

Palembang, BP – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel, musnahkan barang bukti sabu sebanyak 1,6 Kilogram (Kg) dan ekstasi sebanyak 10 butir. Pada Kamis (23/1) dengan cara diblender dan disaksikan langsung oleh para tersangka sebanyak 8 orang.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara diblender.

“Kita blender barang bukti sebanyak 1,6 Kg sabu dan 10 butir ekstasi, dengan menghadirkan para tersangka, dari pihak kejaksaan, Bidhumas, Propam dan lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Perayaan HUT RI di Komplek DPRD RT 31 RW 07 Bukit Sangkal Berlangsung Meriah

Pemusnahan yang dilakukan ini, katanya merupakan ungkap kasus bulan November 2023, dari lima laporan polisi dan mengamankan 8 orang tersangka.

Sebelum dilakukan pemusnahan, terlebih dahulu barang bukti diperiksa oleh petugas Laboratorium Forensik Polda Sumsel, dengan memanggil para tersangka untuk membuktikan keaslian barang haram tersebut.

Dari pemusnahan yang dilakukan ini setidaknya bisa menyelamatkan 9.999 jiwa, dengan rincian sabu bisa menyelematkan 9.979 jiwa dan ekstasi sebanyak 20 jiwa.

Baca Juga:  12 Raperda Disepakati Menjadi Program Legislasi Daerah TA 2018

“Untuk kasus yang menonjol yang kita ungkap pada bulan November yakni barang bukti sabu 1.000 gram lebih, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di parkiran penyebarangan pelabuhan Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin, jelasnya.

Dengan mengamankan dua orang tersangka yang merupakan warga Jambi. Untuk modusnya sendiri mereka mengambil barang di TKP untuk disebarkan di wilayah Palembang.

“Kalau kita melihat jumlah barang buktinya, dapat kita katanya mereka ini bandar dan juga pengendar, dengan wilayah cakupan peredarannya di Palembang,” tambahnya.

Baca Juga:  Periode 19 Maret hingga 28 April 2021 Kasus Covid-19 di Sumsel Meningkat  Jadi 20.205 Kasus

Menurutnya  pemusnahan yang dilakukan ini sebagai bentuk transparansi kepada publik, sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009.

Tentang Narkotika, kemudian Pasal 91 dan Pasal 45 ayat (4) KUHP, benda sitaan yang bersifat terlarang atau dilarang untuk diedarkan harus segera di musnahkan. #udi

 

 

 

Komentar Anda
Loading...