Annivesary ke 10 BUCU  Inside Palembang, Tetap Konsen Sejarah, Budaya dan Wisata Kota Palembang

42

 

Suasana Annivesary ke 10 BUCU  Inside Palembang digelar, Jumat (11/8) malam. (BP/IST)

Palembang, BP- Berawal dari membuat sebuah komunitas di jejaring sosial media Facebook pada 11 agustus 2013, Akhirnya komunitas bernama BUCU Inside Palembang genap berusia 10 Tahun pada , Jumat (11/8) ini.

Annivesary ke 10 BUCU  Inside Palembang digelar, Jumat (11/8) malam di kawasan Tanjung Harapan, Palembang dengan dihadiri diantaranya Ketua Bucu Inside Palembang Rasyid Irfandi alias Pedo, Panglima BUCU, Surya Negara, sejarawan Palembang Kemas Ari Panji, Jurnalis Ardi, seniman Palembang , Wong Gerot, Hardi Bubut.

Acara di mulai dengan pemotongan kue dan dilanjutkan diskusi bersama .

Ketua Bucu Inside Palembang Rasyid Irfandi alias Pedo mengisahkan bagaimana akhirnya dari yang tidak kenal satu sama lain menjadi persahabatan dan kekeluargaan.

“Selama itu hingga membuat perjalanan keakraban anggota Komunitas BUCU ini telah memberikan beragam kegiatan yang terbaik bagi kota Palembang,” katanya.

BUCU menurutnya memang konsen untuk memelihara segala sesuatu yang berkenaan dengan sejarah, budaya dan wisata Kota Palembang.

Baca Juga:  Pencuri Besi Galangan Kapal di Banyuasin Ditangkap

“Beranggotakan ribuan followersnya BUCU acap kali melakukan kumpul/gathering di tempat wisata dan budaya kota palembang seperti di Museum SMB II, Monpera, Mesjid Agung, Punti Kayu, BKB dan lain lain,” katanya.

Kegiatan lainnya yang paling fenomenal menurutnya adalah menggelar Teatrikal Perang 5 Hari 5 Malam di jalan raya secara kolosal pada 2014 silam dan pertama kali di lakukan di Indonesia.

 

Selanjutnya BUCU menjelma menjadi beragam aktifitas dan kegiatan untuk membantu melestarikan segala aspek budaya di Palembang.

Ada BUCU BAND yang bertugas melestarikan budaya berbahasa Palembang lewat karya karya lagu seperti RINGAM, CINDO, Cinto Tecugak dan lain lain.

Ada juga BUCU TANGKIS sebagai sarana untuk menjaga kesehatan melalui Olah raga bulu tangkis.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Berharap Karyawan Mall dan Pekerja Retail di Sumsel Dapat Giliran Vaksin Covid-19

“Sebagai tempat kongkow berdiskusi sejarah budaya dan kumpul silaturahmi harian serta media berbisnis ada warung BUCU PEMPEK dan BUCU COFFEE,” katanya,

Anak anak milenial yang hobby game online menurutnya juga di siapkan juga wadah BUCU GAMERS sebagai media mereka berprestasi dan berkumpul untuk hiburan.

“Yang gemar touring dengan motor atau mobil di siapkan wadah BUSI RIDERS (Bucu Sriwijaya Riders) untuk menyalurkan bakat dan hobi  di bidang otomotif,” katanya.

Tak lupa juga di lakukan kegiatan beramal jika ada warga palembang yang mengalami musibah seperti kebakaran dll melalui BUCU AMAL.

“BUCU berarti Sudut dalam bahasa palembang artinya kami ingin setiap sudut manapun di kota palembang ini kami bisa turut membantu dan berkarya untuk kemajuan dan menjaga budaya masyarakat kota palembang” tegas Andiepedoo, Sultan BUCU yang ganteng.

Baca Juga:  Kemenpar Dorong Daerah Bentuk TDUP

Kedepannya BUCU akan berusaha tetap eksis menjalankan apa yang telah di perbuat di berbagai sudut aktifitas kegiatan untuk kota Palembang.

 

Sedangkan Panglima BUCU, Surya Negara menegaskan akan terus menginisiasi melahirkan kegiatan bucu-bucu lainnya.

“Kami terbuka bagi teman-teman dan warga yang lain turut membuat terobosan bersama BUCU, agar kita bisa sama-sama melestarikan warisan budaya sejarah kota palembang tercinta” katanya.

Sedangkan sejarawan kota Palembang Kemas Ari Panji menjelaskan bucu itu dalam bahasa Palembang adalah salah satu sudut atau pojokan.

“ Sudut ini artinya jadi luas yang dimaksudkan Pedo dan kawan-kawan ini , artinya walaupun dia di Bucu dia nampil, artinya sebuah sudut yang tidak diperhitungkan orang tapi  ini menjadi hal yang penting,” katanya.#udi

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...