Ultimate magazine theme for WordPress.

HM Giri Ramandha N Kiemas : ”Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Jangan Sekedar Ceremoni”

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas saat melihat bazar UMKM di Puncak Bulan Bung Karno di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di pusatkan di halaman Gedung DPRD Sumsel, Minggu (26/6) (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Puncak Bulan Bung Karno di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di pusatkan di halaman Gedung DPRD Sumsel, Minggu (26/6) dengan dimeriahkan sejumlah lomba dan bazar UMKM hingga baca puisi.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas ada pekerjaan rumah yang luar biasa bagaimana menumbuhkan dan meyakinkan bahwa hari lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni adalah hari yang memang harus di peringati.
“ Jangan bukan hanya sekedar ceremoni-ceremoni berupa upacara tapi bagaimana kegiatan –kegiatan yang harus juga bukan hanya dilakukan oleh partai politik tapi juga oleh pemerintah untuk mengingatkan tentang Bung Karno, “ katanya.
Menurutnya belum semua pemerintah daerah berpartisipasi ,”Ada juga seperti di Bali satu bulan penuh kegiatan , di Jawa Tengah artinya ada tempat-tempat yang sudah menjalankan bahwa hari lahir Pancasila 1 Juni diperingati dengan selayaknya dengan hari yang harus kita ingat terus,” katanya.
Makanya menurut Wakil Ketua DPRD Sumsel ini, perlu adanya keterlibatan dari pihak pemerintah .
“ Jangan seakan-akan hari lahir Pancasila ini cuma sekadar upacara lalu selesai , padahal bagaimana mengingatkan para generasi muda bahwa kita membangun suatu bangsa ini dengan sebuah ideologi, suatu cita-cita perjuangan , suatu dasar negara yang terus diingat oleh seluruh bangsa Indonesia,” katanya.
Dan permasalahan ini bukan soal partai PDI Perjuangan atau bukan namun ideologi Pancasila ini adalah dasar negara yang sudah diterima oleh seluruh para bapak bangsa kita dengan tidak melihat partainya apa dan golongan apapun.
“ Selama dia warganegara Indonesia wajib dan menjalankan Pancasila kecuali dia tidak ingin lagi menjadi bangsa Indonesia ataupun warga negara Indonesia, ini tidak ada kaitan dengan partai politik tapi bagaimana kesadaran kita membumikan Pancasila di Bumi Indonesia , di Bumi tempat kelahiran Pancasila dan masih menjadi dasar negara kita,” katanya.
Mengenai Bulan Bung Karno di Sumsel menurut Giri, sebelumnya pihaknya sudah banyak melaksanakan kegiatan di Bulan Bung Karno tahun 2022 seperti pidato ala Bung Karno, membuat meme tentang Bung Karno dan lain-lain.
“ Ini semua kita lakukan untuk mengingatkan kita semua bahwa Bung Karno adalah orang yang menggali ideologi negara kita , bagaimana kita menghormati apa yang menjadi peninggalan beliau dan mengingat cita-cita beliau bagaimana Indonesia merdeka harusnya ,”katanya.
Sebelumnya, dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno tahun 2022 berbagai kegiatan digelar oleh DPD PDIP Sumsel, kegiatan tersebut digelar sejak 7 Juni hingga 22 Juni mendatang yang bertemakan “Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia”.
“Karena pada bulan juni bung Karno lahir dan wafat, pada bulan Juni disebut oleh bulan Juni,” kata Sekretaris DPD PDIP Sumsel Ilyas Panji Alam ,
Dikatakan Ilyas yang juga Ketua Panitia pelaksana, beberapa perlombaan juga sengaja digelar, seperti lomba pidato Bung Karno, lomba senam cinta tanah air, serta lomba mewarnai/melukis.

Baca Juga:  Tiga Oknum Polres OKU Timur, Peras Pengusaha

“Selanjutnya lomba meme atau animasi dan terakhir lomba barisan latte art. Puncak acara pada 26 Juni mendatang dengan pengumuman pemenangan dan pembagian hadiah,” ujar Ilyas.
Hadiahnya puluhan juta serta hadiah menarik lainnya, serta kegiatan ada yang dilakukan secara online maupun offline.
Menurut Ilyas pada puncak acara pihaknya juga menggelar bazzar dengan menghadirkan UMKM sehingga pelaku UMKM dapat memasarkan produknya pada bazzar tersebut. “Ini juga salah satu upaya kita dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dengan memasarkan produk UMKM, bazzar akan dilakukan di halaman DPRD Sumsel,” kata dia.
Sementara itu, Bendahara Pantia Bulan Bung Karno, Yudha Rinaldi juga mengatakan, bahwa kegiatan tersebut juga disesuaikan, baik dilakukan secara online maupun offline. “Nanti tim juri akan menilai setiap perlombaan yang digelar, dan para peserta dibuka secara gratis,” ucapnya.
“Seperti lomba barista peserta dibatasi karena mengingat waktu serta lokasi, oleh karena itu peserta disesuaikan,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...