Ultimate magazine theme for WordPress.

Nahkodai Aliansi Jurnalis Video Sumsel, Asrul Indrawan Siap  Lindungi Jurnalis Video Hingga Kreator Konten Video

Ketua Umum AJV (Aliansi Jurnalis Video) Syaifurrahman Al Banjary melantik M Asrul Indrawan sebagai Ketua Pengurus Daerah AJV Sumatera Selatan masa jabatan 2022-2025  di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (23/6) malam. (BP/IST)

Palembang, BP- Ketua DPD ADO (Asosiasi Driver Online) Sumsel M Asrul Indrawan yang juga CEO Radio MOMEA 104,2  FM Palembang dilantik sebagai Ketua Pengurus Daerah Aliansi Jurnalis Video (AJV) Sumatera Selatan (Sumsel) masa jabatan 2022-2025  di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel  Kamis (23/6) malam.

 

Asrul yang juga Ketua Pengprov Wushu Indonesia Sumsel menegaskan, AJV Sumsel siap merangkul jurnalis hingga pembuat konten video di Sumsel dan memberikan perlindungan hukum.

 

Sebab menurutnya AJV yang lahir sejak 2020 dan Sumsel merupakan AJV ke-10 di tanah air ini merupakan wadah bagi para jurnalis, pembuat berita, pembuat video baik youtuber, konten kreator, tik-toker, pembuat film panjang, pembuat film pendek, pembuat video klip, kru film, kameramen.

Baca Juga:  ‘Flyover’ Prioritas Jelang Asian Games

 

“Sekarang banyak para youtuber dan pembuat konten video yang  belum ada perlindungan hukum dari segi sisi mengambil gambar, dari sisi mengaplikasikan ke YouTube dan media yang ada di online. Sehingga  kawan-kawan ini, termasuk jurnalis dan pembuat berita perlu perlindungan hukum, ini salah satu program dari AJV,” ungkap Asrul.

 

Pengusaha properti dan rumah makan yang pernah mengenyam FH Universitas Syakyakirti, dan Ilmu Komputer Universitas Bina Darma menjelaskan,  para pembuat konten video ini  memiliki  ilmu dan skill membuat video baik cara merekam, cara upload video, cara membuat konten video, cara membuat podcast dan lainnya. Namun mereka tidak memiliki sertifikat.

Baca Juga:  Tiga Penumpang Tinggal Jasad, Jurumudi Speedboat Jadi Tersangka

 

“Jadi mereka mau mengajarkan ilmunya kepada yang lain tidak bisa, karena membuat lembaga khusus itu harus punya lisensi dan  gurunya minimal punya sertifikat.  AJV Sumsel hadir salah satunya membuat itu, sehingga mereka bisa membuka kursus pembuatan konten video, memberikan ilmunya kepada yang lain,” kata Asrul yang juga CEO Radio MOMEA 104,2 FM Palembang ini.

 

Untuk jumlah keanggotaan sejauh ini, Asrul menuturkan, untuk langkah pertama  pihaknya melantik kepengurusan terlebih dahulu, selanjutnya akan menjaring komunitas-komunitas pembuat video yang ada di Sumsel khususnya di Palembang.

 

“Mereka ini tidak ada legitimate, mereka ini akan kami ajak gabung, Saya sudah sampaikan juga ke mereka agar bergabung, agar pekerjaan mereka dapat perlindungan. Lebih dari itu, akan meningkatkan sumber pemasukan mereka dan meringankan beban pemerintah dalam memecahkan persoalan tentang pekerjaan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pangdam dan Kapolda Sumsel Tinjau Kesiapan Pos Pengamanan Mudik

 

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel H. Achmad Rizwan SSTP MM, menyambut baik keberadaan dari AJV Sumsel. Saat ini, di era digital masyarakat memang sudah melek informasi dari video di dunia maya.

 

Banyak warga mendapatkan informasi dari video di dunia maya. Dalam penyampaian informasi ini harus benar-benar valid.

 

“Tetaplah berpedoman dengan aturan, dan harus memperhatikan kebenaran video itu,” kata Rizwan.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...