Ultimate magazine theme for WordPress.

Dirut Travel Umroh Holiday Sebut Laporan 26 Jamaah Umroh Salah Alamat

Kuasa hukum Direktur Utama (Dirut) Travel Umroh Holiday Angkasa Wisata, H Dedi Suparman, Adv.Dody Yuspika,SH,MH,CTL, Kamis (26/5). (BP/IST)

Palembang, BP- Laporan 26 jamaah umroh Travel Umroh Holiday Angkasa Wisata yang didampingi kuasa hukumnya ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terkait dugaan penipuan penggelapan travel tersebut ,  Rabu (25/6) dibantah  Direktur Utama (Dirut) Travel Umroh Holiday Angkasa Wisata, H Dedi Suparman selaku pihak yang dilaporkan .

“Klien kami merasa tercemarkan harkat dan nama baiknya akibat laporan tersebut, karena poin-poin yang dilaporkan tersebut dinilai salah alamat dan tidak dilakukan klien kami,” kata kuasa hukum H Dedi Suparman, Adv.Dody Yuspika,SH,MH,CTL, Kamis (26/5).

Menurut Dody, ada sejumlah poin yang termuat di dalam laporan para korban yang perlu diklarifikasi dan dijelaskan yang dinilai merugikan kliennya.

Seperti,  pihak travel sama sekali tidak pernah meminta biaya tambahan kepada para jamaah. Pasalnya, harga paket umroh yang dibayarkan jamaah sesuai dengan yang termuat di dalam pamflet dan brosur yang disebar sebelum keberangkatan.

Baca Juga:  Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak

Kalaupun ada biaya tambahan hal itu diluar tanggungjawab dari pihak travel karena mereka mempunyai agen-agen yang menghimpun jamaah.

Lalu  setibanya di tanah air pasca melaksanakan umroh, ke-100 jamaah termasuk 26 jamaah yang melapor dikumpulkan dan telah sepakat untuk menerima pengembalian uang masing-masing sebesar Rp1,050 juta.

Uang itu merupakan  kompensasi beberapa item yang tidak dilaksanakan selama rangkaian ibadaj umroh karena kebijakan pelonggaran oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Dody lantas merinci pengembalian itu meliputi biaya hotel untuk karantina empat hari sekembalinya ke tanah air per malam Rp350 ribu dimana satu kamar dihuni dua orang Artinya setiap jamaah menerima pengembalian sebesar Rp175 ribu.

Selain itu ,  ada biaya tes PCR sebesar Rp175 ribu serta biaya tes antigen sebanyak dua kali sebesar Rp75 ribu. Sebanyak 85 jamaah sudah menerima pengembalian uang, tersisa 15 jamaah lagi yang belum menerima..Dsn kalaupun ternyata yang lapor ada 26 jamaah, Dodi menyebut dari ke-85 jamaah yang sudah menerima pengembalian uang ada 11 jamaah yang justru melaporkan Dedi.

Baca Juga:  Lokasi Penemuan Prasasti Talang Tuo di Kuasai Warga, Disbudpar Sumsel Bentuk Tim Pencari Fakta

Dedi menanggapi penjelasan kuasa hukum para jamaah, Adv.Amin Trass,SH yang menyebut berpatokan kepada ketetapan pemerintah jika biaya umroh hanya sebesar Rp28 juta.

Makanya, karena yang disetor jamaah Rp38 juta artinya ada kelebihan sebesar Rp10 juta.

“Klaim itu sangat keliru, karena pemerintah hanya menetapkan batas bawah harga umroh di angka Rp28 juta. Karena jamaah berangkatnya di bulan ramadhan biayanya lebih tinggi. Bahkan, jika dikulik lebih jauh pengakuan klien kami ada diantara jamaah yang dia berangkatkan tersebut di gratiskan,” katanya.

Baca Juga:  Makanan Hasil Sitaan Dimusnahkan di Pemkot Palembang

Selain itu menurut  Dodi,  ada diantara jamaah yang sekaligus agen yang terindikasi melakukan tindak pemalsuan kuitansi  serta pemalsuan data. Untuk itu, Dody menyebut pihaknya memberikan waktu selama 1×24 jam kepada jamaah yang telah melaporkan kliennya ke polisi.

“Apabila tak kunjung ada klarifikasi dari jamaah tersebut terkait laporan mereka, besok pagi giliran kami yang akan laporkan balik mereka atas sejumlah sangkaan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, pada Rabu (25/5), sebanyak 26 jamaah Travel Umroh Holiday Angkasa Wisata mendatangi SPKT Polda Sumsel. Dengan didampingi kuasa hukumnya, M Aminuddin,SH mereka melaporkan Dirut Holiday Angkasa Wisata,D atas dugaan melakukan tindak penipuan dan penggelapan.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...