Ultimate magazine theme for WordPress.

Polisi  Bongkar  Kasus Pengoplosan Madu


Anggota Tim Beguyur Bae Opsnal Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil mengungkap kasus pengoplosan madu di Lorong Kemang, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Kamis (19/5) sekitar pukul 13.30.(BP/IST)

Palembang, BP- Anggota Tim Beguyur Bae Opsnal Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil mengungkap kasus pengoplosan madu di Lorong Kemang, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Kamis (19/5) sekitar pukul 13.30.

Polisi mengamankan  Henky Fadly (33) warga Jalan PDAM, Lorong Swadaya, Kecamatan IB I Palembang dan Paharudin (45) warga Lorong Kemang, Kecamatan IB II Palembang dan langsung dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Wagub Sumsel Akui Silpa Tahun 2019 Cukup Besar

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa terungkapnya hal ini berkat informasi yang didapatkan oleh anggotanya.

“Mendapati informasi dari masyarakat, anggota kita melakukan penyelidikan sehingga berhasil mengamankan para pelaku,” katanya, Jumat (20/5).

Menurutnya madu oplosan yang dibuat dicampur dengan air CMC, gula, Citron (Zat Asam), susu bubuk, dan akhirnya dicampur dengan air sebanyak 15 liter per 50 Kilogram (Kg).

Baca Juga:  20 Siswa dan Satu Mahasiswa Ditangkap Saat Ikut Aksi Demo Menolak RUU Omnibus Law

“Dari keterangan pelaku Paharudin ke anggota kita, pelaku kemudian meletakkan bahan tersebut ke atas kompor sampai air mendidih selama kurang lebih dua jam, lalu diangkat dan dipindahkan ke tempat yang lain lalu dicampurkan dengan madu dari Lebah Sialang,” katanya.

Juga diamankan barang bukti berupa delapan Dirigen Madu Manis 25 Kg, satu Ember Cat berisikan Madu Hitam Manis, satu Ember Cat berisikan Madu Hitam Pahit, lima Kilogram Gula Pasir, satu Biang Susu, satu bungkus Tepung Tapioka, satu bungkus Pengental Pengeras merk Vita dan beberapa bukti lainnya.

Baca Juga:  Renovasi Rumah Salbiah Masuk Tahap Pemasangan Atap

Tersangka Paharudin mengatakan, bahwa ia diupah dalam satu bulan Rp 1 juta. “Saya mengerjakan pembuatannya sesuai dengan bahan yang dikirimkan,” katanya.

Dia mengaku mengerjakan sesuai dengan pesanan hingga bahannya dari bosnya pelaku Henky. “Saya baru 8 bulan bekerja membuat madu oplosan ini,”  katanya.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...