Ultimate magazine theme for WordPress.

Konten Kreator, Mang Dayat Latih  Finalis Putra Putri Palembang Darusssalam  Ciptakan Konten Viral


Sebanyak 50 Finalis Putra Putri Palembang Darusssalam (P3D) mengikuti Pelatihan dan Pembekalan dengan tema “Menciptakan Konten Viral” oleh Konten Kreator Hidayatul Fikri  alias  Mang Dayat. Bertempat di Museum Negeri Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa, Sabtu (16/4). (BP/IST)

Palembang, BP- Sebanyak 50 Finalis Putra Putri Palembang Darusssalam (P3D) mengikuti Pelatihan dan Pembekalan dengan tema “Menciptakan Konten Viral” oleh Konten Kreator Hidayatul Fikri  alias  Mang Dayat. Bertempat di Museum Negeri Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa, Sabtu (16/4).

Selain menerima materi dari mang Dayat,  rekan rekan P3D  diterima dan di antarkan melihat koleksi dari    Museum Balaputra Dewa hingga kerumah Limas  ditemani oleh bapak Zaidan dan Beni Pramana Putra SS  yang merupakan perwakilan dari Museum Balaputra Dewa.

Kunjungan dan pelatihan ini  ke museum ini  berkat support dari kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dr. Aufa Syahrizal, S.P., M.Sc.  yang sangat mendukung kegiatan ini.

Founder Putra Putri Palembang Darussalam Kiki Kirana mengatakan, dalam kegiatan tersebut  peserta terlibat kegiatan indoor dan outdoor dan terlihat tetap energik dengan memakai busana casual dan sporty dan tidak enggan duduk lesehan atau pun berjalan mengitari museum meski cuaca sedang panas terik dan dalam keadaan berpuasa.

Baca Juga:  Update Corona Sumsel 11 Mei: Tak Ada Penambahan Kasus, Pasien Sembuh Jadi 64 Orang

Walaupun ada beberapa peserta dari luar daerah seperti dari pedamaran OKI dari OI, dan juga dari Mariana selain dari Palembang sendiri tidak menyurutkan langkah mereka untuk hadir dan mendapatkan ilmu, karena materi pembekalan  ini akan sangat berguna ketika peserta masuk sebagai semi finalis dan Finalis nanti.

“Kegiatan yang dimulai dari jam 1 siang  ini berlangsung  hingga jam lima sore,” katanya.

Selain itu, Putra Putri Palembang Darussalam juga membuka kesempatan pendaftaran via Online untuk gelombang Kedua, jadi peserta cukup mengisi link pendaftaran yang di share di Ig :  pppalembangdarussalam,  atau menghubungi no telpon WA panitia 081377892469. Peserta merupakan Warga Sumsel dan  berusia 14 sd 22 tahun serta memiliki banyak waktu untuk mengikuti serangkaian kegiatan P3D ini hingga ke simi Final dan Final.

Baca Juga:  Kebun Sawit Milik Cukong Bakal Digusur

“Untuk kegiatan hari Minggu, 17 April 2022  Putra Putri Palembang Darussalam di Support oleh Ko Dicky Owner  Pempek Beringin dan Kenten Street dan juga Pak Heri yang seperti kita ketahui ko Dicky  merupakan Ketua Komite  Ekonomi Kreatif Kota Palembang, juga bagian dari Keluarga Kesultanan Palembang Darussalam,” katanya.

Menurutnya ada 3 materi yang akan di dapatkan, yaitu Bebaso Palembang dari Dr.Hj. Zuhdiyah, M.Ag yang merupakan Dekan Fakultas  Psikologi Universitas Raden Patah.

Dilanjutkan dengan cara membuat tanjak Palembang oleh  Pangeran R.M Rasyid Tohir, SH Kesultanan Palembang Darussalam, dan terakhir materi di sampaikan oleh perwakilan pempek beringin yang ada di kenten street, dengan tema “Budaya Kuliner di Masa Kini” dan ditutup dengan buka puasa bersama peserta panitia dan narasumber yang juga di hadiri oleh Ketua Dewan Kesenian Palembang , Ms. Iqbal Rudianto, dan Founder Putra Putri Palembang Darussalam sendiri, Kiki Kirana juga panitia serta sponsor dan rekan rekan media.

Baca Juga:  The Inside Secrets Of Millionaires Under The Age Of 29

 

Seorang pemandu Museum Negeri Sumsel, Beni Pramana Putra SS menuturkan, sebanyak 50 orang melakukan kunjungan ke museum untuk pembekalan pembuatan vlog terkait sejarah, budaya serta koleksi di museum.

“Mereka berkunjung ke sini untuk pelatihan dan pembekalan tentang tinggalan budaya. Saya uraikan kepada mereka beberapa koleksi museum sebagai produk-produk budaya dan akulturasi budaya. Contohnya ukiran yang berada di ruang lobi utama, setiap bentuk ada makna filosofisnya. Dari warna emas dan marun sebagai bentuk akulturasi budaya Cina,” katanya.

Sehingga melalui kegiatan ini, mereka selaku kaum milenial dapat mengenal sejarah dan budaya lokal dan mampu menuangkanya dalam video vlog. Sehingga tersebar ke media sosial dan lebih banyak kaum milenial yg melihat video yg bernilai sejarah dan budaya ini.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...