Ultimate magazine theme for WordPress.

ITW Minta Inpres No 1/2022 Dievaluasi

Edison Siahaan

Jakarta, BP – Indonesia Traffic Watch (ITW) mengingatkan agar pemerintah merespon suara sebagian besar masyarakat yang meminta agar Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, dievaluasi. Apalagi kebijakan tersebut diterapkan di tengah kondisi masyarakat yang baru memulai hidup normal akibat dihantam pandemi Covid-19.

Ketua Presidium ITW Edison Siahaan menyebut Inpres yang mewajibkan setiap pemohon SIM dan pengurusan STNK serta SKCK di Polri peserta aktif BPJS Kesehatan, berpotensi memicu kerancuan sekaligus menyulitkan masyarakat. Aturan tersebut juga tidak relevan dengan semua kegiatan registrasi dan identifikasi (regident) seperti permohonan SIM, STNK, dan SKCK di Polri.

Baca Juga:  Buwas Bidik Tim Kesehatan Pilkada Sumsel

Meskipun dalam UU No 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial disebutkan peserta bersifat wajib, itu bukan untuk digunakan sebagai persyaratan permohonan SIM, STNK ,dan SKCK maupun layanan umum lainnya.

“Justru peserta yang bersifat wajib itu harus menjadi kewajiban pemerintah melindungi seluruh bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehiduppan bangsa,” kata Edison dalam keteranganntertulis yang diterima BeritaPagi di Jakarta, Rabu.

“Bukan membuat kebijakan yang menyulitkan dengan menjadikan BPJS Kesehatan sebagai syarat dalam setiap unit layanan umum,” tambahnya.

Baca Juga:  Fahri Yakin 'Single Identity Number' Solusi dari Masalah Data Pemilih Amburadul

Lalu bagaimana warga yang telah menjadi peserta ansuransi kesehatan di luar lembaga BPJS. Apakah mereka harus dibebani lagi dengan cara wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan ?

ITW tidak melihat satu pun amanat UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang meminta Polri memastikan pemohon SIM, STNK, dan SKCK adalah peserta aktif program Jaminan kesehatan nasional. Seperti yang tertuang dalam Inpres nomor 1 tahun 2022 itu. Setiap pemohon SIM harus memenuhi persyaratan usia, administrasi, kesehatan dan lulus ujian teori dan praktik.

Baca Juga:  Museum Negeri Sumsel Angkat Kajian Koleksi “ Menelusuri Jejak Perjuangan Mayjen TNI (Purn) dr Ak Gani

ITW patut menaruh curiga ada sesuatu yang tersembunyi di balik kebijakan yang secara kasat mata terlihat sarat dengan pemaksaan untuk mewujudkan tujuan tertentu. Apakah itu upaya untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dengan cara sepintas terlihat legal dan sah tetapi tanpa dasar yang kuat, biarlah waktu yang menjawab.

Semestinya pemerintah fokus menyelesaikan permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan yang masih belum terselesaikaan. Misalnya, ribuan kendaraan yang beroperasi sebagai angkutan umum tanpa dilengkapi persyaratan sesuai amanat UU no 22 tahun 2009. #duk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...