Ultimate magazine theme for WordPress.

2022, Pempek Palembang Mendunia 

Suasana lokakarya secara virtual melalui zoom meeting dan offline  Pengusulan Pempek ke Unesco tahu  2022 , Senin (14/2) sore di aula Disbudpar Sumsel.(BP/IST)

Palembang, BP –Setelah diajukan tahun 2019 lalu maka pengusulan kuliner Khas Palembang yakni Pempek sebagai warisan budaya tak benda pada Intangible Cultural Heritage (ICH) United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) ditindaklanjuti tahun oleh Dirjen Kebudayaan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Berdasarkan surat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI) Nomor. 0127/F4/KB.04.04/2022 tentang Undangan Lokakarya Pengusulan ICH UNESCO 2022, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama komunitas dan budayawan ikut menghadiri lokakarya secara virtual melalui zoom meeting, dan offline  Senin (14/2) sore di aula Disbudpar Sumsel.
Hadir dalam kesempatan tersebut turut hadir Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid, Secretary of UNESCO’s ICH, Tim Curtis; dan Manager Asia Fasific  UNESCO, Doyun Lee.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Hilmar Farid mengatakan, usulan warisan budaya tak benda (WBTB) ke UNESCO ini dilakukan dua tahun sekali. “Untuk tahun 2022-2023 ini ada 110 negara yang ikut, dan satu negara hanya bisa mengusulkan satu WBTB. Dan prioritas tahun ini adalah negara yang tahun lalu tidak mengusulkan,” kata Hilmar.
Dikatakan Hilmar, tahun ini ada 10 usulan WBTB yang masuk ke Kemenristekbud RI untuk didaftarkan ke ICH UNESCO. “Yang masuk untuk diusulkan tahun ini ada 10 dan kita harus memilih satu. Atau jika mungkin untuk masuk ke usulan multinational nomination, kita pernah melakukan ini untuk Pantun bersama dengan Malaysia,” kata Hilmar.
Hilmar juga mengharapkan, nantinya ada kesepakatan bersama antara daerah yang mendaftarkan terkait karya budaya yang strategis untuk masuk dalam daftar ICH UNESCO. “Kalau tidak masuk hari ini, bukan berarti tidak masuk, bisa dilakukan dua tahun berikutnya. Dan seperti tahun sebelumnya ada tim penilai dari Kementerian,”terang Hilmar.
Yang perlu juga diingat lanjut Hilmar, WBTB pengusul berperan sangat penting untuk bisa masuk dalam daftar UNESCO. “Jadi UNESCO melihat siapa yang mengusulkan, yang nantinya akan bertanggungjawab terhadap cagar budaya yang akan diusulkan tersebut. Hal lain kita juga tentunya memikirkan Langkah konkrit dalam bentuk kebijakan yang diambil baik pemerintah pusat, maupun daerah dalam mendukung hal ini,” katanya.
Selain itu juga, pelestarian objek yang dijadikan WBTB di UNESCO ini juga harus menjadi komitmen bagi pengusul. “Karena kita punya 12 WBTB yang masuk UNESCO dan jujur saja tidak semuanya dalam keadaan yang baik. Jadi semangat mengusulkan tapi tidak semangat dalam menjaga kelestariannya. Kesiapan dari kita sebagai pengusul untuk memastikan kelestarian dari usulan kit aini. Kami berharap kita bisa mencapai kesepakatan apa yang paling strategis untuk kita usulkan,” katanya.
Secretary of UNESCO’s ICH, Tim Curtis menyampaikan, untuk dapat terdaftar dalam ICH UNESCO, pengusul memiliki sejumlah persyarakat yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah kontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat terkait dengan elemen yang diusulkan menjadi suatu elemen  penting dalam penilaian kriteria.  Lalu kriteria selanjutnya rencana pelestarian ICH itu sendiri.
“Dengan adanya perencanaan ini, ada indikasi komunitas maupun individual yang mengusulkan bisa melaksanakan keberlangsungan dari ICH itu sendiri. Selain itu juga persyaratan lainnya seperti memiliki daftar inventaris. Terkait karya yang akan diusulkan ke UNESCO tak harus memberatkan apakah harus menjadi inventaris nasional, Provinsi atau Kota, tapi dititik beratkan harus ada di daftar inventaris dan harus melakukan update secara berkala,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal yang juga hadir dalam lokakarya menerangkan, persyaratan untuk mendapatkan pengakuan Pempek sebagai WBTB dari UNESCO tidaklah gampang.
 “Untuk persentasi yang akan kita lakukan besok, kekuatan kita bagaimana bisa meyakinkan tim penilai. Persentasinya harus benar-benar meyakinkan dan lebih utama adanya penjelasan dari komunitas dalam hal ini asosiasi pempek.
“Kami dari pemerintah akan memback up, kita harus berjuang karena ada 10 nominasi yang juga berjuang untuk bisa terdaftar di UNESCO,” katanya.
Namun, Aufa menyampaikan rasa bangga dan bersyukur Pempek sudah masuk dalam nominasi WBTB UNESCO.

“Apapun keputusan pusat nantinya, kita tetap bersyukur Pempek bisa masuk nominasi dari ratusan yang mendaftar. Namun tetap kita upaya semaksimal mungkin meyakinkan tim penilai, apalagi kita bersaing dengan Rendang, Tempe dan Jamu. Upaya kita ini sudah menemui jalan, tinggal bagaimana caranya meyakinkan tim penilai,” katanya.#osk

Baca Juga:  Kebakaran di 3-4 Ulu Palembang Hanguskan Dua Rumah
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...