Ultimate magazine theme for WordPress.

Permen Tentang JHT Cair di Usia 56 Tahun, Tuai Protes

Jakarta, BP – Terkait keputusan Pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengenai Jaminan Hari Tua (JHT) peserta BPJS Ketenagakerjaan yang baru bisa dicairkan saat usia 56 tahun menuai protes. Salah satu protes yang kini beredar adalah petisi berjudul “Gara-gara aturan baru ini, JHT tidak bisa cair sebelum 56 Tahun”. Puluhan ribu orang telah menandatangani petisi tersebut.

Baca Juga:  SKK Migas – KUFPEC Temukan Cadangan Migas Baru Di Natuna

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengeluarkan aturan baru tentang Jaminan Hari Tua (JHT) yang baru bisa dicairkan saat peserta mencapai usia 56 tahun. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua yang ditetapkan pada 2 Februari 2022.

Dalam petisi yang dibuat di Change.org itu ada dua Pasal yang menjadi sorotan. Pertama, Pasal 3 yang menyebutkan manfaat JHT baru dapat diberikan saat peserta memasuki masa pensiun di usia 56 tahun.

Baca Juga:  DPR Minta Pemerintah Waspada Terhadap Manuver Freeport

Berikutnya, Pasal 4 yang menyebutkan manfaat JHT bagi peserta yang mencapai usia pensiun itu juga termasuk peserta yang berhenti bekerja. Hal ini dirasakan merugikan pekerja yang mengandalkan uang tersebut apabila terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau keluar dari pekerjaan.

Petisi tersebut meminta agar Permanker tersebut dibatalkan. Petisi tersebut mengkampanyekan  tanda pagar #BatalkanPermenakerNomor 2/2022.
Berdasarkan pantauan hingga Sabtu (12/2) sekitar pukul 06.30 WIB petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 52 ribu orang. #

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...