Ultimate magazine theme for WordPress.

Residivis Keok Didor Tim Gabungan Sat Reskrim Polrestabes Palembang

Anggota gabungan Unit Ranmor bersama Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang. Berhasil menangkap residivis kasus curat. Yakni Rendi Wijaya alias Kiting (29).(BP/IST)

Palembang, BP- Anggota gabungan Unit Ranmor bersama Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang. Berhasil menangkap residivis kasus curat. Yakni Rendi Wijaya alias Kiting (29).

Tersangka yang sudah enam kali masuk keluar penjara ini, diringkus di rumahnya di Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I, Senin (7/2) malam. Petigas terpaksa menembak kaki pelaku  setelah berusaha melarikan diri saat akan diamankan.

Aksi terakhir tersangka dilakukan bersama temannya, Maulana Ridho (buron). Yakni mencuri sepeda motor di parkiran Toko Steak Ayam Ami. Di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, Sabtu (19/09/2021), sekitar pukul 08.15.

Saat itu korban bernama Tri Apriani (24), warga Perumahan Bukit Hijau, Kecamatan Rambutan, Banyuasin. Hendak membeli sarapan pagi. Dan memarkirkan sepeda motor Honda Beat Nopol BG 3359 ACU miliknya di TKP. Namun, ketika hendak pulang motornya sudah hilang.

Baca Juga:  Andrian Dibegal di Dekat Pos Polisi Pasar Cinde

Dari rekaman CCTV di TKP, ternyata sepeda motor korban dicuri oleh dua pelaku berboncengan sepeda motor Beat warna merah.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum, AKP Robert P Sihombing dan Kasubnit Opsnal Ranmor, Iptu Jhony Palapa membenarkan telah berhasil mengamankan seorang tersangka pencurian sepeda motor.

“Benar, tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Palembang berhasil mengamankan seorang tersangka pencurian sepeda motor. Pelaku merupakan DPO Polisi setelah aksinya di laporkan korban ke Polsek SU I, setelah adanya laporan ini tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Palembang melakukan penyelidikan, dan mengetahui keberadaan tersangka dirumahnya. Bergegas melakukan penangkapan dan penggeledahan untuk mencari barang bukti untuk kemudian dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk proses lebih lanjut,” katanya, Senin (7/2).

Baca Juga:  Outcome Tidak Jelas, Bambang Haryo Sebut Tol Laut Gelap

 

Tri Wahyudi menjelaskan bahwa tersangka sendiri kepada anggota kita mengaku kalau sudah keluar masuk penjara, yakni dalam perkara perkelahian tahun 2012 LP Anak kena penjara 9 bulan, kasus bajing loncat tahun 2015 kena penjara 1,6 tahun di LP Pakjo mencuri sandal di mobil truk.

Lalu perkara mencuri motor pada tahun 2020, dan baru keluar penjara kembali terlibat aksi pencurian motor dengan tersangka lainnya yang sedang menjalani hukuman di LP Pakjo.

“Tersangka berdua dengan pelaku Maulana (sudah menjalani hukuman) menggunakan sepeda motor jenis Honda, lalu  tersangka menunggu di motor sedangkan Maulana sebagai pemetik motor dengan menggunakan alat berupa kunci T,” katanya.

Setelah berhasil, lanjut Kompol Tri Wahyudi mereka membawa motor hasil curian ke daerah Tanjung Karang. “Motor tersebut dibawa tersangka Rendi ke kawasan Tanjung Karang dijual seharga Rp 4,5 juta dan tersangka mendapat bagian Rp 1,5 juta sementara temannya Maulana mendapat bagian Rp 3 juta,” katanya.

Baca Juga:  Residivis Pencuri CBR Ditangkap

Selain tersangka ikut diamankan barang bukti (BB) berupa rekaman CCTV di TKP, 1 buah kunci Letter T digunakan untuk pencurian, 1 buah topi hasil dari penjualan sepeda motor. “Atas ulahnya tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara diatas 5 tahun,” katanya.

Tersangka Rendi mengakui perbuatannya. “Saya berdua dengan Maulana mencuri motornya, dia Maulana yang memetik motor, saya menunggu diatas motor kami. Setelah berhasil motor saya yang bawa untuk di jual ke tanjung karang, uangnya kami bagi dan sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari saja,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...