Ultimate magazine theme for WordPress.

Dukung ETLE Palembang Berlaku, Ini Komentar Ketua DPRD Sumsel  

Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati (BP/Dudy Oskandar)

Palembang, BP-Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati mendukung penuh terkait penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) oleh Direktorat Satuan Lalu lintas Polda Sumsel.

Tilang Elektronik di Kota Palembang resmi berlaku sejak 1 Februari 2022.

“Terus terang kita mendukung penuh pemberlakukan ETLE di wilayah Sumsel khususnya kota Palembang. kita juga berharap nantinya ETLE juga dapat hadir dikota dan kabupaten lainnya,” kata Anita, Senin (3/2).

Menurut Anita, kehadiran kamera pencatat pelanggaran berbasis teknologi tinggi tidak diyakini tidak hanya meningkatkan disiplin masyarakat.

Jadi ketika disiplin sudah tinggi, dan kesadaran masyarakat sudah tumbuh kita harapkan lakalantas yang terjadi serta menimbulkan korban jiwa, dapat berkurang hingga zero lakalantas,” harapnya.

Selain itu dengan kehadiran ETLE juga dapat menambah penghasilan bagi suatu daerah (PAD).

Baca Juga:  Gubernur Belum Tandatangan Draf UMP Tahun 2018

“Jadi bisa menambah penghasilan daerah melalui pajak pelanggaran oleh pengendara dijalanan. Memang tidak bisa di ukur, namun hal ini akan dapat meningkatkan pendapatan daerah. terpenting, jika warga tidak ingin ditilang elektronik, maka bersikap disiplin dijalan raya. sehingga warga atau pengendara tidak harus mengeluarkan uang yang semestinya tidak dia keluarkan,” katanya.

Terkait dengan pemberlakukan kamera ETLE, ditambahkan wanita pertama yang memimpin DPRD Sumsel ini, tidak ada indikasi merugikan siapapun.

“Jadi saya lihat sendiri. kamera itu bekerja tanpa memandang siapa yang punya mobil, tidak memandang, apakah itu plat merah, plat polisi atau TNI, semua dicatat jika memang melanggar aturan lalulintas. Jadi saya juga berpesan kepada sopir saya untuk disiplin dan berhati-hati, malu kalau BG 3 tercatat lantaran melanggar lalulintas,” katanya.

Baca Juga:  200 Siswa Madrasah Diniyah Takmiliah Darussalam Segera Tempati Bangunan Baru

Dia juga mengatakan untuk sistem akurasi data tidak perlu dipertanyakan lagi. Kamera menangkap kesalahan pelanggar sangat jelas.

“Tidak bisa lagi kita mau ngeles, karena yang ditangkap kamera ada dan nyata. Yang jelas siapapun salah, sudah pasti dia salah,” katanya.

Sementara itu Direktorat Lalu Lintas (Lantas) Polda Sumsel mencatat selama dua hari, pelaksanaan ETLE di sembilan titik dalam kawasan kota Palembang, kamera ETLE telah mencapture sebanyak 40 lebih pelanggar lalulintas.

Selanjutnya, direktorat lalulintas akan melayangkan surat konfirmasi kepada para pengendara yang dimaksud.

Direktur Lalulintas Polda Sumsel, Kombes M Pratama A melalui Staff AKP Sadeli,  menyatakan penindakan dengan tilang elektronik sudah mulai berlaku sejak 1 Februari 2022 lalu, dan hingga kini sudah memasuki hari ketiga.

Baca Juga:  Warga Pulokerto  Antuasias Bertanya Dalam Penyuluhan Hukum Dari Satgas TMMD

Dimana selama sosialisasi sebanyak 70 hingga 80 persen pelanggar biasanya mengkonfirmasi kepada
Kedepan ditindak dengan tilang elektronik. Sedangkan surat yang dilayangkan kepada pemilik kendaraan adalah surat konfirmasi.

“Bagi warga  kota Palembang dan Sumatera Selatan, surat konfirmasi akan dikirimkan melalui pos kealamat yang dituju. sedangkan untuk kendaraan wilayah luar provinsi, secara online akan di kirim menggunakan sistem aplikasi kepada Satuan Lalulintas Polda setempat. Contoh misalkan alamat Jakarta. akan kita kirimkan ke DKI Jakarta dan nantinya Polda DKI Jakarta melalui satuan lalulintas yang akan menindak lanjutinya,” kata Sadeli.

Sadeli berharap dengan adanya ETLE ini diharapkan masyarakat akan lebih disiplin lagi.

“Selain itu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta tidak melanggar lalu lintas,” katanya.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...