Ultimate magazine theme for WordPress.

Nisan Kuno Tife Aceh Terkesan Tidak Dirawat Ditemukan di Palembang

Ketua umum Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS) Cek Wan juga menemukan sebuah batu nisan kuno yang terkesan ditelantarkan atau tidak terawat.(BP/IST)

Palembang, BP–Setelah beberapa waktu terakhir ini dunia maya khususnya kota Palembang dihebohkan dengan temuan beberapa batu nisan kuno dalam sebuah proyek galian di daerah pasar 16 Ilir Palembang yang belum dapat dibuktikan dengan bukti fisik nisan tersebut.

Tak berapa lama Ketua umum Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS) Cek Wan juga menemukan sebuah batu nisan kuno yang terkesan ditelantarkan atau tidak terawat.

Sebuah batu nisan kuno tersebut berjenis nisan tipe Aceh terletak di daerah pemakaman Sultan Agung Komaruddin Sri Truno 1 Ilir Palembang Lama.

Baca Juga:  Mengenang Kembali Sang Pejuang Lima Hari Lima Malam, Ar Amantjik Rozak

“Nisan tersebut sudah tidak diketahui lagi berasal dari makam yang mana karena makam dari nisan tersebut sepertinya sudah hilang jejaknya, kondisinya sudah tercabut dari makam nya, dan hanya tinggal satu tidak sepasang sebagimana lazimnya nisan pada makam, terkesan ditelantarkan karena letaknya hanya dipinggirkan dari makam-makam lainnya dan terletak di antara tumpukan kayu-kayu dan beberapa sampah plastik, serta tersandar ke dinding kantor kelurahan satu ilir Palembang,” katanya, Jumat (14/1).

Baca Juga:  Temuan Empat Nisan Kuno, Balar Sumsel Segera Buat Rekomendasi ke Pemkot Palembang

Nisan ini menurutnya sangat langka karena tipe Aceh murni. Dapat dibuktikan bahwa di zaman Sultan Agung, ada tokoh ulama dari Aceh yang menjadi bangsawan di Palembang kala itu.

Benda ini sangat berharga sebagai warisan situs sejarah Islam masa Kesultanan Palembang Darussalam antara Palembang dan Aceh.

“Kalau terbangkalai di situ karena tidak ada makam dari nisan ini. Maka di khawatirkan nisan ini akan rusak karena tidak terawat bahkan bisa hilang, saya berharap dinas kebudayaan dan pariwisata kota Palembang khususnya cagar budaya dan museum SMB II , untuk segera menyelamatkan nisan ini, mungkin nantinya bisa menjadi salah satu koleksi museum agar benda ini tetap dapat dilestarikan sampai masa masa mendatang,” katanya Cek Wan.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...