Ultimate magazine theme for WordPress.

Pecatan ASN Pemkot Palembang Tipu Warga

Pecatan Aparatur Sipil Negara (ASN)   Pemkot Palembnag ,  Reno (35) warga Lorong Roda Jalan Merdeka kota Palembang nekat menipu warga dengan menyamar jadi pegawai kantor camat IB I, Selasa (11/1) siang. (BP/IST)

Palembang, BP- Pecatan Aparatur Sipil Negara (ASN)   Pemkot Palembang ,  Reno (35) warga Lorong Roda Jalan Merdeka kota Palembang nekat menipu warga dengan menyamar jadi pegawai kantor camat IB I, Selasa (11/1) siang.

Pelaku diamankan warga saat melancarkan aksinya di kawasan Padang Selasa, lalu pelaku diserahkan warga ke Polsek Ilir Barat (IB) I Palembang.

Kapolsek IB I Kompol Roy Tambunan membenarkan telah mengamankan pelaku.

Tersangka Reno mengakui perbuatannya.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya. Saya mengaku salah. Minta maaf kepada warga yang pernah saya tipu,” kata Reno sambil menangis.

Reno mengaku dia berpura-pura menjadi pegawai Kantor Camat Ilir Barat I bernama Irul dan menawarkan jasa kepengurusan surat-menyurat ke warga.

Seperti KK, KTP, BPJS, PKH dan lain-lain dijanjikan Reno akan bisa diurus dengan cepat melalui dirinya.

Baca Juga:  Pekan Depan Sofwatillah Diperiksa

Awalnya dia mengaku hanya sekadar berjalan-jalan mengecek kelayakan jalan lalu kemudian ada warga yang meminta tolong diuruskan keperluan di kantor Dinas Catatan Sipil.

Namun seketika Reno dibuat bungkam oleh keterangan warga yang telah menjadi korbannya.

Sebab warga tersebut dihadapan polisi dan Camat Ilir Barat I, secara gamblang menyebut Reno telah sengaja mendatangi rumahnya untuk kemudian menawarkan jasa mengurus KK dan PKH dengan iming-iming akan cepat selesai.

Belakangan diketahui, tak hanya di kawasan Kecamatan Ilir Barat I saja, nyatanya Reno juga berkeliling sampai ke Kecamatan Kertapati untuk melancarkan aksinya.

Dia mengaku perbuatan itu baru dilakukan sekitar dua bulan terakhir untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga karena dipecat dari ASN.

Sebelumnya Reno adalah ASN yang diangkat pada 2009 lalu dipecat pada 2021 lantaran tidak masuk kerja selama tiga tahun berturut-turut dengan penempatan terakhir di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang.

Baca Juga:  10 Pasangan Mesum Diamankan

Sempat mengajukan pindah tempat penugasan, akan tetapi keinginan itu tidak dikabulkan sehingga Reno memilih untuk tidak masuk kerja selama bertahun-tahun sampai akhirnya dia dipecat dari ASN.

“Selama tiga tahun itu, saya ikut kerja sama paman. Mengurus kebun di kampung,” kata Reno.

Dari pengakuannya, Reno berujar hanya bisa mendapat mangsa sekitar satu sampai dua orang perhari.

Dengan uang dikisaran Rp.50 ribu sampai Rp.100 ribu dari masing-masing warga.

“Uangnya untuk makan pak. Anak saya masih kecil-kecil. Paling besar umur 9 tahun,” katanya.

Budi (64) salah seorang korban Reno mengaku sangat geram dengan tindak penipuan oleh pecatan ASN tersebut.

Baca Juga:  Pensiun Walikota, ESP Prihatin Kondisi Palembang

Dia mengatakan, Reno telah mendatangi kediamannya yang berada di RT 3 Jalan Seruni Lorong Kebun Raya Kelurahan Bukit Lama untuk menawarkan jasa mengurus KK dan PKH secara praktis.

“Jadi bohong kalau dia ngomong tidak datang ke rumah-rumah. Dia ketok pintu saya, bilang nawarin ngurus KK dan PKH,” katanya,

Budi mengaku, saat tindak penipuan itu terjadi, istrinya yang sedang berada di rumah.

Sedangkan Budi berada di luar untuk mengurus suatu urusan.

Istri budi yang percaya, lalu menyerahkan uang sebesar Rp.150 ribu kepada Reno sebagai biaya kepengurusan KK dan PKH.

Berjanji hanya dua hari akan diselesaikan, namun nyatanya hingga tiga minggu Reno menghilang tanpa kejelasan. #osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...