Ultimate magazine theme for WordPress.

LKNM Pascasarjana  UIN Raden Fatah Launching Buku Jejak Islamisasi Di Negeri Palembang Karya KH Mal An Abdullah


Suasana Lembaga Kajian Naskah Melayu (LKNM) Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, kembali Melaunching dan Review buku Jejak Islamisasi Di Negeri Palembang yang di karang oleh KH Mal An Abdullah yang dikenal sebagai  tokoh birokrasi dan akademisi sampai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  Sumsel, Rabu (29/12) di  Lantai IV Gedung Teater Kampus B UIN Raden Fatah, Jakabaring,  Palembang. (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Setelah sebelumnya Melaunching dan Review Buku Biografi  KH Mal An Abdullah, Peran dan Kiprahnya dalam Masyarakat, kali ini, Lembaga Kajian Naskah Melayu (LKNM) Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, kembali Melaunching dan Review buku Jejak Islamisasi Di Negeri Palembang yang di karang oleh KH Mal An Abdullah yang dikenal sebagai  tokoh birokrasi dan akademisi sampai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  Sumsel, Rabu (29/12) di  Lantai IV Gedung Teater Kampus B UIN Raden Fatah , Jakabaring, Palembang.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn, Wakil Rektor I UIN Raden Fatah Palembang, Dr Muhammad Adil  MA, Direktur Pasca Sarjana UIN Raden Fatah Palembang sekaligus Ketua Dewan Pembina, Lembaga Kajian Naskah Melayu (LKNM) Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang , Prof Dr H Duski Ibrahim M Ag, Ketua Pengadilan Tinggi Agama  Provinsi Sumsel  RM Zaini  dan KH Mal An Abdullah , Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang  Dr. Endang Rochmiatun, M.Hum, Wakil Dekan II Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Nyimas Umi Kalsum, sejarawan dari Univesitas Sriwijaya (Unsri) Dr Dedi Irwanto.

Baca Juga:  Kawanan Pencuri Gasak isi Dealer Dibekuk

Sedangkan narasumber arkeolog dari Balai Arkeologi Sumsel Retno Purwati, Wakil Rektor I UIN Raden Fatah Palembang, Dr Muhammad Adil  MA dan KH Mal An Abdullah dan moderator Wakil Dekan II Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Nyimas Umi Kalsum.

Direktur Pasca Sarjana UIN Raden Fatah Palembang sekaligus Ketua Dewan Pembina, Lembaga Kajian Naskah Melayu (LKNM) Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang , Prof Dr H Duski Ibrahim M Ag memuji KH Mal An Abdullah yang aktip menghidupkan kajian reboan di UIN Raden Fatah Palembang baik saat masa normal dan di masa pandemi Covid-19.

“Kita nanti akan banyak belajar dari buku ini, tentang Islamisasi di Negeri Palembang ini,” katanya.

Sedangkan  Wakil Rektor I UIN Raden Fatah Palembang, Dr Muhammad Adil  MA  menilai ketika membaca buku ini maka fakta Palembang sebagai Ulu Melayu mendekati faktanya.

“ Kalau kawan-kawan banyak membicarakan Palembang Ulu Melayu, maka maka bukti fisik dan fakta-faktanya  diungkap di buku ini, ini menurut saya luar biasa, kita dibantu pak Mal An menuangkan butirannya dari berbagai macam sumber sehingga lahirlah buku ini, saya setuju buku  ini tidak terlalu tebal sehingga membacanya lebih mudah ,” katanya.

Baca Juga:  PSU Menangkan Pasangan Hero, DPRD Sumsel Harapkan Bupati Pali Terpilih Segera di Lantik

Pihaknya memberikan apresiasi acara ini  terutama KH Mal An Abdullah yang terus berkarya dan memberikan kontribusinya dalam pusat Kajian Naskah Melayu UIN Raden Fatah.

Sedangkan Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumsel Retno Purwati yang ikut mengulas bab perbab buku tersebut , melihat buku ini data primernya  dari sumber  lokal yaitu manuskrip dan dikompilasi dengan berita asing .

“ Padahal sumber-sumber berita asing bukan hanya dua , dan yang paling siknifikan  belum diacu pak Mal An adalah sumber berita Persia, gara-gara ini saya ngontak kawan saya di UI sana, “ katanya.

KH Mal An Abdullah menjelaskan pembuatan buku ini berawal dari pertanyaan seputar kelangkaan informasi sejarah mengenai Islam dan islamisasi di Negeri Palembang sebelum masa kesultanan.

Baca Juga:  Perbaikan Jalinteng-Jalintim Selesai H-10 Lebaran

“Sejauh yang muncul dan mudah kita temukan, berbagai kajian yang ada, termasuk sejumlah disertasi, lebih berfokus pada era kesultanan dan pasca kesultanan. Alasannya mungkin bermacam-macam. Namun, terlepas dari perihal alasan itu, pembacaan atas peta situasi pengkajian dan kepustakaan seperti itulah yang mendorong lahirnya niat untuk mulai menulis risalah ini,” katanya.

Menurutnya ada banyak gagasan dan sumber yang menyumbang bagi penulisan dan terselesaikannya buku ini.

Kepada semuanya saya berutang budi dan menyampaikan terima kasih. Penghargaan yang tinggi saya tujukan kepada sahabat-sahabat peserta diskusi rutin di Pascasarjana UIN Raden Fatah. Melalui forum diskusi ini, yang kami adakan setiap hari Rabu sehingga sering kita sebut semacam “Majelis Reboan,” saya berkesempatan menyajikan bahan-bahan awal yang menjadi bingkai dasar bagi penyusunan buku ini. Penghargaan yang khusus saya sampaikan kepada Prof. Duski Ibrahim dan Dr. Muhammad Adil yang di tengah kesibukan mereka yang tinggi selalu mencari peluang agar diskusi rutin ini tetap bisa berlangsung,” katanya.#osk

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...