Ultimate magazine theme for WordPress.

Puan Minta Pemda Berkoordinasi Dengan Pusat Temukan Solusi Terkait Persoalan Pupuk

Ketua DPR Turun ke Kebun dan Dengarkan Keluhan Petani Bawang di Mojorembun

    Seraya mendengarkan keluhan, Ketua DPR Puan Maharani turun ke kebun bersama petani bawang di Mojorembun. (Foto: Ist)

 

Jakarta, BP–Ketua DPR Puan Maharani bertemu dan berbincang dengan petani bawang di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, yang merupakan salah satu sentra bawang di Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Puan yang ikut turun ke kebun, dengan sabar mendengarkan berbagai keluh kesah para petani bawang. Hal yang banyak disampaikan adalah perihal acap langkanya pupuk di saat masa tanam yang membuat para petani harus membeli pupuk dengan harga tinggi.

“Tiap kali masuk musim tanam, pupuk sering susah didapat, kalaupun ada harganya mahal. Tapi karena perlu, terpaksa dibeli juga,” ungkap Wasidi, salah seorang petani yang mendapat kesempatan bicara. Ia juga menyampaikan harapan agar subsidi pupuk yang selama ini diberikan oleh pemerintah tidak dicabut, bahkan kalau bisa justru pupuk bersubsidi ditambah jumlahnya.

Baca Juga:  Peletakan Batu Pertama, Puan: Jadikan Kantor DPC PDIP Morotai Sebagai Rumah Rakyat

Masalah lain terkait pupuk yang disampaikan oleh Wasidi adalah tentang rencana dihapuskannya subsidi dua jenis pupuk yakni ZA dan SP 36 yang menurutnya masih dibutuhkan. Persoalan harga yang anjlok di musim panen juga mengemuka dalam bincang-bincang yang diadakan di Balai Desa Mojorembun itu.

“Kalau harga bawang naik, pemerintah langsung mengadakan operasi pasar. Tapi saat harga bawang anjlok, seringnya tak ada langkah apa pun dari pemerintah untuk membantu kami,” kata Mbah Wiji, salah seorang petani yang juga urun bicara.

Baca Juga:  Pers Penting Berperan Bangun Desa

Menanggapi hal-hal yang disampaikan tersebut, Puan nyatakan akan meneruskannya pada pemerintah pusat. Ia juga meminta perwakilan dari Petrokimia Gresik yang ikut mendampingi kunjungannya untuk menjelaskan hal yang melatari terjadinya masalah-masalah seputar pupuk.

Perwakilan dari Petrokimia Gresik tersebut mengatakan turunnya alokasi pupuk tersebut dikarenakan terbatasnya anggaran. “Anggaran yang semula dialokasikan untuk sekitar 107 ribu ton pupuk, turun hingga 78% hingga jumlah pupuk yang dibagikan pada petani pun harus disesesuaikan,” jelasnya.

Baca Juga:  Muba Expo 2019 Bakal Digelar di Terminal Randik Sekayu

Tentang hal itu, Puan meminta pihak pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat menemukan solusi terkait persoalan pupuk.

Sebelum bincang-bincang tersebut dimulai, Ketua DPR RI menyempatkan menengok para petani yang tengah bercocok tanam di ladang bawang di belakangan Balai Desa dan ikut turun ke ladang menanam bawang bersama.

Puan pun sempat berbincang dengan beberapa perempuan petani yang membincangkan antara lain tentang harga sewa ladang yang terus membubung tinggi. Dalam kunjungan ke Desa Mojorembun kali ini, Puan juga menyampaikan bantuan berupa cultivator atau traktor kecil, pupuk, sprayer, dan bibit. #duk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...