Ultimate magazine theme for WordPress.

Kecanduan Digital Jangan Terjadi Pada Anak Kita

Suasana Webinar yang digelar Selasa (23/11) pukul 09.00  -12.00 (BP/IST)

Palembang, BP—Belajar Online, bermedia sosial, main game sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Tapi jangan biarkan kecanduan digital terjadi pada anak kita ! Bagaimana caranya?

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digagas Kemenkominfo RI kali ini mengangkat tema “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”. Tema ini sengaja diangkat dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia bagaimana mengatasi anak kecanduan digital.

Webinar yang digelar Selasa (23/11) pukul 09.00  -12.00  ini menghadirkan narasumber di antaranya Aprikie Putra Wijaya ( Direktur Eksekutif Indosmap Research and Consulting), Ika Meilani Untari. S.Si. (Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik), Chairul Mukmin, M.Kom (Dosen Universitas Bina Darma dan Pembina Bina Darma Cyber Army) dan Sabdaria Zaima, S.Pd (Guru SMP Negeri 27 Palembang).
Moderator Sonnaria selama lebih kurang empat jam memandu webinar yang kali ini dimeriahkan dengan kehadiran Key Opinion Leader Fitri @fithriw (Key Opinion Leader & Business Owner) yang berbagi tips dan pengalaman dirinya di dunia digital saat ini. “Sebagai orangtua, bagaimana mungkin mau mendampingi anak kalau orangtua sendiri tidak memiliki kemampuan di dunia digital. Jadi perlu adanya literasi diri dalam rangka turut mendampingi anak-anaknya. Selain itu senantiasa update perkembangan di dunia digital perlu juga minimal untuk mengetahui mana yang positif dan mana yang negatif,” ujar Fitri.

Aprikie Putra Wijaya ( Direktur Eksekutif Indosmap Research and Consulting) memaparkan materi pada kesempatan ini terkait digital culture. “Kebiasaan sehari-hari yang dibawa ke ruang digital dengan memanfaatkan ruang digital. Salah satu penggunaan ruang digital bagi anak dan ini harus juga dibarengi dengan sikap orang tua yang harus mendampingi proses pembentukan karakter anak. Penguatan karakter dan mental anak itu menjadi tantangan berat di era digital ini. Apalagi anak-anak masa kini didominasi generasi z yang serba instan. Teknologi sekarang membuat semua hal menjadi instan, terutama informasi tanpa perlu tahu dari mana dan bagaimana prosesnya,” kata Aprikie.

Dampak yang terjadi adalah anak-anak yang jika tak diperhatikan dan didampingi maka dia akan menjadi pribadi yang sibuk sendiri dengan gadgetnya. Ketergantungan pada gadget bagi anak adalah sebuah problema. Untuk menghindari hal negatif di dunia digital adalah orangtua harus memahami dunia digital dan selalu update perkembang dunia digital bagi anak,” ujarnya seraya menyebutkan beberapa pendekatan seperti menanamkan norma agama kepada anak misalnya bagaimana bertanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Tehnologi Digital Harus Junjung  Produktivitas Masyarakat

Selanjutnya, pantau perkembangan dirinya dan langsung diberi apresiasi. Selanjutnya, jadi role model yang baik kepada anak kita. Apa yang mereka lihat sejak dini itu yang akan terekam.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan di antaranya batasi interaksi anak di dunia digital. Ini karena semua informasi di ruang digital itu ada baik yang positif maupun negatif. “Dengan melakukan pembatasan maka kita kita kontrol. Selain itu dengan melakukan pembatasan-pembatasan akan juga memproteksi anak secara tidak langsung,” katanya.

Ika Meilani Untari. S.Si. (Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik Kominfo Jakarta) yang menyajikan materi digital safety. Kenapa kita harus menjaga keamanan. “Seperti anak kecil membawa motor di jalanan. Mereka memang bisa sih mengendarainya tapi tidak dibarengi dengan memahami peraturan berlalulintas.

Nah inilah ilustrasi saya tentang bagaimana anak-anak berinteraksi di dunia digital,” ujar Ika seraya menambahkan berselancar di dunia maya tentunya ada rambu-rambunya dan inilah yang perlu dicermati supaya tidak terjebak.

Kecanduan digital terhadap anak-anak bisa dihindari dengan proteksi orangtua yang senantiasa dilakukan. Untuk itulah, orangtua memang harus meliterasi digital. “Seperti ikut webinar seperti ini adalah salah satu upaya orangtua dalam rangka meliterasi diri. Lengah sedikit saja, akibatnya sangat fatal bagi anak,” tambah Ika.

Chairul Mukmin, M.Kom (Dosen Universitas Bina Darma dan Pembina Bina Darma Cyber Army) yang membawakan materi tentang kecakapan digital. Chairul mengatakan Kecakapan digital Merupakan pengetahuan dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi dan jaringan internet. “Kecakapan digital tidak hanya mampu dalam menggunakan gawai, tetapi cerdas dan bijak dalam penggunaannya juga,” ujar Chairul.

Generasi digital native disebutkannya adalah Generasi yang lahir dan tumbuh berkembang dalam dunia digital, dimana mereka berinteraksi secara teratur dengan teknologi sejak usia dini, Generasi ini cenderung lebih akrab dengan terminologi dunia digital. 1 dari 3 anak di USA mampu menggunakan gadget (HP) sebelum mereka bisa berbicara. Selanjutnya 29% anak pertama kali menggunakan gadget saat balita, dan 70% anak mahir menggunakan gadget saat usia sekolah dasar. Ini berdasarkan data,” tambahnya seraya menyebutkan kondisi ini disebabkan faktor orang tua yang sibuk, kurang ilmu, kondisi ekonomi, dan teladan yang kurang tepat.

Chairul memberikan tips agar anak tidak terpengaruh negatif berlebihan di dunia digital yaitu di antaranya batasi waktu penggunaan gadget bagi mereka, dampingi anak saat berinternet, beri tahu konten yang baik dan positif dan lebih mengarah pada pengetahuan dan teknologi, dan berkomunikasi dengan terbuka. “Untuk melakukan semua ini, orangtua juga harus mengupdate pengetahuan digitalnya yang masuk kriteria seperti update komunikasi yang baik terhadap anak, Update mengetahui minat belajar dan bermain anak, Update untuk mengetahui kebiasaan anak, Update mindset bahwa teknologi itu seharusnya mempermudah bukan, dan mempersulit ataupun membahayakan.

Baca Juga:  Cerdas Memilih Informasi di Ruang Digital

Jadi kesimpulannya bahwa Orang adalah Role Model Utama Bagi Anaknya,” tambahnya.

Sabdaria Zaima, S.Pd (Guru SMP Negeri 27 Palembang) sebagai narasumber pada kesempatan ini memaparkan tentang etika digital. Menurutnya, Peran orangtua tetap diperlukan dalam mendampingi anak remaja dalam menggunakan media digital. Ada beberapa hal yang perlu dilakuka di antaranya Minta anak tidak mengunci akun media sosialnya agar tetap terpantau, Ingatkan untuk menghindari tayangan Iklan Rokok, Miras, Narkotika , Pornografi dan Konten negative lainnya, Ajak bersikap kritis dalam menyikapi suatu informasi dan melakukan verifikasi informasi, dan Eksplorasi minat dan bakatnya menggunakan informasi yang ada.

Etika dalam bersosial media di antaranya Hati-hati dalam menyebarkan informasi pribadi (privasi) ke public, Gunakan etika atau norma saat berinteraksi dengan siapapun di media social, Hati-hati pada akun yang tidak dikenal, Pastikan unggahan di akun media tidak mengandung unsur SARA, Berpikir dulu sebelum berkomentar, Pastikan mencantumkan sumber konten yang di unggah, dan Jangan menggungah apapun yang belum jelas sumbernya.

Cara mengajarkan etika digital pada anak antara lain Ajarkan Konsep ”Perlakukan orang lain seperti kita ingin di perlakukan”, Jelaskan kekurangan Komunikasi Online, kita tidak tahu bagaimana sebenarnya respon orang lain saat berinteraksi di dunia maya; nada bicara sangat berpengaruh dalam komunikasi online, Ajarkan anak untuk membuat Postingan yang jujur dan konten positif bukan yang negative( yang berisi ujaran kebencian, menyindir, vulgar dan hoaks ), dan Jelaskan ada jejak digital yang tidak mudah di hapus dan tersimpan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Etika digital yang harus dikuasai Jangan menyebarkan capture percakapan private ke area public atau kepada orang lain,.
Memaafkan jika orang lain membuat kesalahan, Taat pada standar perilaku online yang sama kita jalani dalam kehidupan kita. Sebaliknya, etika digital yang harus dikuasai di antaranya keberadaan orang lain, Menggunakan Bahasa yang sopan dan santun, Penulisan Ejaan yang benar ,tidak huruf capital semuanya, Menghargai hak cipta orang lain,Hormati waktu dan bandwidth orang lain, Hormati privasi orang lain dan Cermat dan bijak daIngatlah lam memilih stiker dan emoji yang ada di medsos.

Baca Juga:  Agar Belajar Online Jadi Lebih Baik

Manfaat literasi digital di antaranya Memudahkan mencari informasi terkini secara cepat, Memperluas jaringan, membangun relasi dalam mennjuang proses pengembangan diri, Mempermudah proses komunikasi, dengan bantuan aplikasi seperti WhatsApp, Line, Facebook Messenger kita dapat dengan mudah membangun komunikasi dengan orang lain, dan Berpikir lebih kritis, kreatif dan inovatif dalam memecahkan suatu masalah.

Webinar dibuka dengan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Lantas keynote speech kedua disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut.
Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam peserta lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 704 peserta

dari kalangan mahasiswa dan pelajar. “Alhamdulilah, antusias masyarakat mengikuti webinar ini masih tinggi. Kami sangat bersyukur, melalui kegiatan literasi digital ini, sesuai dengan arahan Kemenkominfo untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat khususnya di wilayah kota Palembang melalui gerakan Webinar Literasi Digital 2021 Kota Palembang,” kata Suryati, Selasa (23/11).
Webinar selanjutnya akan digelar kembali Rabu 24 Nopember 2021 pukul 09.00 – 12.00  dengan tema “Cegah dan Tangkall Bahaya Pornografi Juga Pelecehan Seksual di Internet”. Adapun narasumber yang dihadirkan di antaranya Ika Dwinita Sofa, SP., MBA (Group Head of Strategic Management/ Corporate Planning), Mariana R.A. Siregar, M.Ikom (Akademisi Bidang Komunikasi), dr. Desi Oktariana, M.Biomed. (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya_dan Rini Anggraini, M.Pd (Wakil Kepala SMP Negeri 12 Palembang Bid.Kurikulum, CGP Angkatan 4 Kota Palembang). Pendaftaran melalui tautan: https://event.literasidigital.id/form/18142, Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/3679338663.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...