Ultimate magazine theme for WordPress.

Budaya Santun di Era Transformasi Digital  

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar Jumat (12/11) pukul 09.00 – 12.00 dengan tema “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”(BP/IST)

Palembang, BP- Transformasi digital yang terjadi  telah membawa masyarakat menuju era masyarakat digital. Tetapi perubahan era digital tersebut tidak serta merta harus mengubah budaya santun di dunia digital.

Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI menjawab itu. Melalui Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar Jumat (12/11) pukul 09.00 – 12.00  dengan tema “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”, empat narasumber berbagi ilmu, tips dan pengalaman dalam rangka memberikan pencerahan kepada 941 peserta yang mengikuti webinar ini.

Narasumber yang dihadirkan pun di antaranya Komang Aryasa, S.Kom., M.T (Dosen dan Praktisi), Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom (Dosen Sekolah Vokasi IPB Sekretaris Program Studi Manajemen Informatika), Junaidi, S.Pd.I., M.Pd.I (Kepala MAN 1 Palembang) dan H. Hadi Wijaya, S.Pd. (Kepala SMA IGM Palembang) secara bergantian selama masing-masing 20 menit dipersilahkan moderator Lingga Zahran Calestio memaparkan materi. Tak lupa Key Opinion Leader Elfri @elfriday_ (Traveler) ikut berbagi pengalaman. “Begitu banyak manfaat di era digitalisasi saat ini. Segala sesuatu menjadi lebih murah, lebih murah dan lebih luas manfaatnya. Kita bisa menjangkau cakrawala dunia dalam sekejap mata. Seperti saya selaku traveller, wah sangat merasakan sekali. Namun memang di balik itu, perlu waspada dan selalu berhati-hati. Dunia digital juga penuh dengan ranjau dan rambu-rambu dan jika tak taat dan kita langgar maka akan tahu sendiri akibatnya,” ujarnya.

Narasumber pertama, Junaidi, S.Pd.I., M.Pd.I (Kepala MAN 1 Palembang) pada kesempatan ini selain berbagi ilmu juga berbagi pesan bijak terutama kepada para anak didiknya di MAN I Palembang yang juga sebagai peserta webinar. Tak lupa, Junaidi pun menyampaikan pesan-pesan moral sesuai tuntutan ajaran Islam.

Baca Juga:  Pintar Memilih Informasi di Ruang Digital

“Berhati-hatilah dalam dunia digital karena banyak sekali hal yang jika tak cermat dan bijak maka akan menyesatkan kita. Bahkan karena mengandung unsur perpecahan. Untuk itulah kita harus melakukan pendekatan-pendekatan baik secara moral maupun etika.Perkenalkan anak-anak kita etika sopan santun supaya tidak tergerus oleh pengaruh itu. Gerakan webinar literasi seperti ini sangat baik sekali dalam rangka mempersatukan masyarakat Indonesia. Kita negara kesatuan dan kita harus tetap satu,” ujar Junaidi yang juga menyebutkan pada era globalisasi.

Selanjutnya Komang Aryasa, S.Kom., M.T (Dosen dan Praktisi) yang juga selama 20 menit memaparkan materi pada kesempatan kedua. Menurutnya, dengan kebutuhan teknologi kita harus mampu berinteraksi digital.

Di sisi lain, transformasi digital harus diprogramkan salah satunya dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia. Gunakan berbagai infrastruktur dalam rangka menuju transformasi. “Perubahan perlu demi mendapatkan manfaat yang lebih. Selain itu karena tuntutan zaman atau eranya maka suka atau tidak suka kita harus bisa menyesuaikan diri dengan ini. Transformasi sangat diperlukan dalam rangka mengikuti perkembangan zaman ini,” ujarnya.

  1. Hadi Wijaya, S.Pd. (Kepala SMA IGM Palembang) yang memapar kan materi tentang Budaya Digital. Pada kesempatan ini Hadi menyebutkan beberapa manfaat budaya digital di antaranya memudahkan akses komunikasi dan bertukar informasi, mendukung perkembangan kegiatan perekonomian masyarakat dan mendukung perkembangan keilmuan dalam dunia pendidikan.

Selanjutnya, mendukung masyarakat berperilaku baik. Selama lebih kurang 20 menit Hadi memaparkan berbagai hal di antaranya keamanan digital, jenis-jenis digital serta perangkat yang perlu diperhatikan yang masuk dalam elemen penting dalam budaya digital.
Selanjutnya, Hadi menyebutkan aspek positif dengan adanya perubahan budaya digital di antaranya masyarakat berpartisipasi untuk memberikan kontribusi untuk tujuan bersama.

Baca Juga:  Kepemimpinan Milenial di Era Digital

Selanjutnya, mengubah budaya lama menjadi budaya baru yang lebih bermanfaat. dan memanfaatkan hal-hal yang sudah ada sebelumnya untuk membentuk hal baru.

“Budaya digital diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat yang lebih efisien dengan tidak menghilangkan budaya yang selama ini telah ada,” ujar Hadi seraya menambahkan peran orang tua harus besar dalam rangka memberikan pengarahan penggunaan teknologi digital yang sesuai dengan usianya.

Selanjutnya, kita juga harus bisa melakukan protek terhadap layanan yang mengandung unsur kekerasan, seksualitas, bahasa yang tidak senonoh, penyimpangan gender dan anti sosial yang tidak berdampak negatif terhadap pertumbuhan anak. Selanjutya, perlu ada pendampingan terhadap anak ketika mereka menggunakan perangkat digital.

Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom (Dosen Sekolah Vokasi IPB Sekretaris Program Studi Manajemen Informatika) merupakan narasumber keempat pada kesempatan ini juga berbagi pengalaman. Dalam pemaparannya selama lebih kurang 20 menit, dosen IPB ini berbagi ilmu tentang dunia digital.

“Era digitalisasi ini harus disikapi dengan bijak. Tetap cerdas dan pintar ketika berselancar di dunia digital. Memang perlu kehati-hatian namun jangan sampai ditakuti. Yan penting selal taat pada rambu-rambu yang ada. Jarimu adalah harimaumu memang benar jika tidak bijak memainkannya,” ujarnya yang juga pada kesempatan ini memaparkan banyak hal terkait dampak positf, dampak negatif, sanksi undang-undang yang tegas dan sebagainya. Beberapa tips juga diberikan untuk memperkaya khasanah para peserta webinar kali ini.

Sebelumnya, webinar dimulai dengan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Lantas keynote speech kedua disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut.

Baca Juga:  Jangan Mudah Percaya dengan Informasi Hoaks

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemkot Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring sekitar 941 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, dosen dan kalangan umum. “Alhamdulilah kita terus berharap antusias masyarakat masih tetap tinggi dalam rangka literasi digital ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat banyak dalam mendukung program pemerintah cerdas berinternet dengan Program Webinar Literasi Digital yang digelar Kemenkominfo RI ini,” ujar Suryati, Jumat (12/11).

Selanjutnya. webinar Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 Kota Palembang akan digelar kembali Senin 15 November 2021 pukul 09.00 – 12.00  dengan tema “Kenali Upaya Melindungi Anak di Ranah Daring”.

“Kali ini merupakan webinar edisi spesial karena pesertanya adalah anak-anak dari SLB dan webinarnya menggunakan translator,” tambah Suryati.

Narasumber yang dihadirkan di antaranya Dr (C) Rr Vemmi Kesuma Dewi, Mpd (Akademisi Bid.Pendididikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak, Feri F. Alamsyah, M.I.Kom (Dosen Ilmu Komunikasi), Sudarmi M.Pd (Kepala SMP Negeri 45 Palembang) dan Rio Yuliansyah Z, S.Pd. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Srijaya Negara Palembang). Pendaftaran melalui tautan : https://event.literasidigital.id/form/17915 Link Zoom:
https://us02web.zoom.us/j/6450392706.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...