Ultimate magazine theme for WordPress.

Terlibat Kasus Dugaan Perusakan dan Pencurian Lahan di Gandus Kakek Usia 67 Tahun Ditangkap Polda Sumsel

Abdullah Syahab (67) (BP/IST)

Palembang, BP—Unit 2 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel menangkap Komisaris PT Bumi Sriwijaya Gandus, Abdullah Syahab (67) warga Jalan KS Tubun Dempo Kecamatan Ilir Timur I Palembang .

Tersangka ditangkap dalam kasus pengrusakan secara bersama-sama terhadap kebun karet dan pohon jati serta pencurian batang karet dan jati milik korban M Riyan Aditya Saputra, sebagai pelapornya Syaiful Anwar seluas 8 hektares, dimana saat kejadian pada tanggal 8, 9 dan 10 Agustus 2020 dan pada tanggal 8, 9 dan 10 September 2020, di Jalan Mekar Sari Lorong Komba Jaya Kelurahan Pulo Kerto Kecamatan Gandus Palembang.

Akibatnya korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp.8 miliar.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christopher menegaskan tersangka ini dilaporkan atas kasus pengrusakan di lahan tanam tumbuh, bukan soal urusan tanah.

Baca Juga:  Belasan Massa Brikade 98 Demo di DPRD Sumsel

Ada 4 LP terhadap tersangka yang dilaporkan masyarakat atas dugaan kasus serupa yakni pengrusakan lahan,” katanya, Jumat (12/11).

“Saat ini baru satu LP yang sudah berjalan. Menyusul LP lain akan diproses lebih lanjut jika unsur-unsurnya juga memenuhi,” katanya

Pengrusakan itu dilakukan lantaran tersangka merasa memiliki lahan tersebut.

Sedangkan korban juga memiliki sederet bukti yang menyatakan bahwa lahan itu adalah miliknya.

Bukti itu terdiri dari Sertifikat Hak Milik nomor 12191 tanggal 08 Juli 2020 luas 19.290 M2 atas nama Syaiful Anwar, Sertifikat Hak Milik nomor 12192 tanggal 08 Juli 2020 luas 18.730 M2 atas nama Syaiful Anwar, Surat Pengakuan Hak Tanah tanggal nomor : 593/125/PH/GDS/2012 tanggal 03 Oktober 2012 luas 12.320 M2, Surat Pengakuan Hak Tanah tanggal nomor : 593/124/PH/GDS/2012 tanggal 03 Oktober 2012 luas 16.730 M2.

Baca Juga:  Diduga Palsukan Sertifikat Tanah, Anggota DPRD Sumsel Diperiksa Penyidik Polda

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa tersangka memerintahkan Nurisan alias Isan (DPO), KMS Zulfakar alias Pitung (DPO), Bahruddin alias Ardy (DPO) untuk merusak dan menggusur lahan kebun karet serta jati milik korban.

Selain itu tersangka juga menjual pohon-pohon yang berada di atas lahan seluas 8 hektare tersebut.

“Pengrusakan itu dilakukan menggunakan eskavator. Peran tersangka ini adalah ikut turun langsung ke lapangan dan ikut nyuruh juga,” katanya.

Tersangka Abdullah Syahab membantah laporan korban yang menyebut dirinya sudah melakukan pengrusakan dan pencurian di atas lahan.

Dia mengatakan, lahan itu sah milik PT Bumi Sriwijaya Gandus dan, tersangka sendiri berstatus sebagai komisarisnya.

Baca Juga:  Lahannya Dicaplok PT CCL, Ratusan Warga Tanjung Lago Geruduk Perkantoran

“Kami punya bukti kepemilikan tanah itu jelas. Terdaftar di Kantor Camat dalam bentuk surat keterangan tanah tahun 1960 dan 1991,” katanya.

Sementara surat tanah yang dipegang warga yang diklaim disana lokasinya ada di Kelurahan Siring Agung. Abdullah bahkan mengklaim dia memiliki lahan seluas 150 hektare, padahal dari putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah keluar beberapa waktu lalu disebutkan Abdullah hanya memiliki lahan seluas 2,4 hektar di lokasi tersebut.

“Keputusan Mahkamah Agung menerangkan bahwa tanah 2.400 meter itu adalah sebagian dari tanah 150 hektare milik PT kami. Jadi tidak ada kami merusak tanah orang,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...