Ultimate magazine theme for WordPress.

APBD Sumsel 2022 Turun Rp1,383 Triliun

Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke-42 bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru, tentang kebijakan anggaran tahun 2022 serta menyampaikan nota kesepakatan Jumat (12/11)  di gelar di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel.(BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Rapat Paripurna XLII (42) DPRD Provinsi Sumsel dengan Agenda, Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Pimpinan DPRD Provinsi Sumsel dan Gubernur Sumsel terhadap KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2022 , Jumat (12/11) di gelar di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel.

Sidang yang dipimpin ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati lengkap dengan tiga orang wakil ketua Kartika Sandra Desi, Giri Ramanda serta Muchendi Ishak Mekki, diakhiri dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama Gubernur Sumsel.

Menurut  Hj RA Anita Noeringhati, menjelaskan sebelum dilakukan penandatangan nota kesepakatan ini dilakukan DPRD Provinsi Sumsel-Gubernur Sumsel,  sudah melewati pembahasan 2 PPKS. Disampaikan nota kesepakatan ini sendiri merupakan rancangan umum APBD Sumsel tahun 2022 yang akan datang. “Kegiatan telah disepakati untuk menjadi pedoman dalam Menyusun rancangan APBD. Asumsi kebijakan umum dapat menjembatani arah pembangunan, denan prioritas keebijakan umum,” jelasnya.

Gubernur Sumsel dalam pandangan rapat paripurna ke-42 kemarin, memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada anggota DPRD Provinsi Sumsel. Dimana baik pemerintah maupun anggota DPRD telah melakukan Kerjasama dengan baik. Sehingga dokumen yang disepakati ditanda tangani oleh kedua belah pihak.  Gubernur juga menyampaikan, pada tahun anggaran 2022 nanti Sumsel mengalami deficit. Dimana APBD mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Baca Juga:  Pansus IV DPRD Sumsel Prihatin, Kini Kedalaman Sungai  Musi Hanya 4-6 Meter

                Dimana dalam rancangan anggaran belanja daerah Sumatera Selatan tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp.10.128.771.031, 458,00 dibandingkan dengan APBD . tahun anggaran 2021. sebesar Rp11.512.587.341.872,00. Dimana APBD Sumsel mengalami sebesar Rp.1.383.816.310.414,00 atau 12,02 persen, dimana besarnya pendapatan dalam rancangan APBD. Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2022 Pendapatan Daerah direncanakan

Rp. 9.902.571.031.458,00 dibandingkan dengan Pendapatan Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2022 penurunan Rp.10.800.944.019.387,00 mengalami Rp.898.372.087.929,00 atau 8,329,

                Sedangkan dalam rancangan APBD Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2022,  Belanja Daerah direncanakan Rp.92.766.471.031.458,00 dibandingkan dengan Belanja Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2021 Rp.11.410.177.341.872,00 mengalami penurunan Rp.1.643.706.310.414,00  atau 14,41 persen. Dalam pembiayaan daerah rancangan APBD Provinsi Sumatera Selatan “Tahun Anggaran 2022 -Penerimaan Pembiayaan direncanakan sebesar  Rp.226.200.000.000,00 dibandingkan dengan penerimaan pembiayaan pada APBD tahun anggaran 2021 Rp.711.643.322.485,00 mengalami penurunan, Rp.485.443.322.485,00 atau 68,21 persen.

Baca Juga:  76 Orang Calon Anggota KPID Sumsel Telah Daftar

Begitupula pengeluaran pembiayaan dalam rancangan APBD Provinsi Sumatera Selatan. Tahun Anggaran 2022 Pengeluaran Pembiayaan direncanakan sebesar Rp.362.300.000.000,00 dibandingkan dengan Pengeluaran Pembiayaan pada APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.102.410.000.000,00 mengalami peningkatan  sebesar Rp.259.890.000.000,00 atau 253,77 persen.

Sementara itu, Gubernur Herman Deru usai rapat paripurna mengakui defisit anggaran tersebut karena banyaknya dana yang dilakukan melalui transferan daerah. Antara lain, dana BOS yang ditransfer ke kabupaten dan kota masing-masing. Dia juga mengatakan untuk memaklumi kerugian negara pada masa pandemi saat ini. Dimana banyak dana yang dikeluarkan untuk mengakomodir agar pandemic tidak menyebar ke seluruh daerah kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.

Baca Juga:  Silpa APBD Sumsel TA 2020 Capai Rp40,4 M

Meski demikian, menurut Gubernur pengurangan dana ini sendiri tidak mengurangi rasa optimisme untuk menyelesaiikan pembangunan yang ada di Sumatera Selatan. “Kita juga mengatakan untuk infrastuktur sendiri yang selama ini kita bangun bisa dikatakan sudah mencapai 100 persen. Kita juga akan mengupayakan pengalokasian dana untuk jembatan yang usianya sudah diatas 25 tahun,” jelasnya. Selain itu, untuk membantu pembangunan kabupaten kota.

Gubernur juga mengatakan pihaknya juga sejauh ini melakukan efisiensi terhadap uang belanja. Misalkan tidak adanya dana perjalanan keluar negeri. Selain itu, mengalokasikan perjalanan dinas yang seminim-mininya. Dan itu semua menurutnya salah satu Langkah atau upaya yang dilakukan pemerintah provinsi Sumsel, agar pembangunan terus berjalan. “Yah untuk mengirit kalau bisa ATK kita daur ulang, kita daur ulang,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...