Ultimate magazine theme for WordPress.

Irama Melayu Kemarin, Hari Ini, dan Esok”

Palembang, BP- Irama Melayu tengah perkembangan genre musik yang semakin beragam dan menjawab tantangan zaman untuk mempertahankan jati diri dan identitas kita sebagai masyarakat melayu.

Komite Musik Dewan Kesenian Palembang (DKP) bekerja sama dengan Kobar9 (Komunitas Budaya Batang Hari Sembilan) Senin (8/11) mengelar Talkshow dengan tema “Musik Irama Melayu Kemarin,Hari ini,dan Esok” dengang narasumber Hendri Lamiri  Maestro Violin Indinesia, Agus Rizal, AP,.M,Si selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, MS.Iqbal Rudianto selaku Ketua Dewan Kesenian Palembang dan H.Djailani Kadir selaku Pimpinan Orkes Melayu Deli Dendang Ria Talkshow dimoderatori oleh Andi Lisso.

Hendri Lamiri yang merupakan Master Violin Indonesia yang juga dedengkot group band arwana mengatakan, untuk menanamkan kecintaan dan mempertahankan irama melayu ini harus dimulai dari lingkaran kecil dahulu baru kelingkaran yang besar artinya kecintaan ini harus dimulai dari sendiri, keluarga, setelah itu barulah kecintaan terhadap irama melayu ini dikampanyekan secara luas.

Baca Juga:  Penyelamatan Naskah dan Manuskrip Kuno Asal Palembang dan Sumsel Harus Libatkan Semua Pihak

H.Djailani Kadir selaku pemimpin Orkes Melayu Deli Dendang Ria mengatakan ” orkes melayu yang saya pimpin berdiri tahun 1950 sampai sekarang masih terus konsisten mempertahankan irama melayu ini, meskipun pemainnya sudah berubah-ubah, dan sekarang Orkes melayu ini pemainnya adalah anak dan cucu saya”ujar H. Djailani.

 

MS.Iqbal Rudianto selaku Ketua Dewan Kesenian Palembang menjelaskan dewan kesenian Palembang sangat mendukung untuk melestarikan dan memajukan irama melayu ini, Palembang punya banyak lagu yang bergenre irama melayu ada lagu melati karangan, Seguntang Ulu Melayu Karya Fir Azwar, “tantangannya sekarang bagaimana kita menarik kaum Milenial untuk tetap mencintai dan bangga menjadi pelestari dan pengembang irama melayu” kata didit panggilan akrab ketua DKP ini sehari hari.

Baca Juga:  Museum Negeri Sumsel Gelar Kajian Penutup dan Ikat Kepala Sumsel

Agus Rizal, AP,.M,Si selaku  Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang mengatakan menyambut baik kegiatan ya g diprakarsai oleh komunitas batanghari sembilan (Kobar9) bekerja sama dengan komite musik Dewan Kesenian Palembang ini.

“Palembang adalah ulunya melayu dari bangsa melayu, kita wajib untuk menjaga dan melestarikannya” kata Agus Rizal.
Selain itu kita juga akan mendorong agar di Palembang ada gedung kesenian dan peraturan daerah minimal perwali untuk mendukung kegiatan kegiatan seni dan pekerja seni dan seniman agar nyaman untuk melakukan aktivitas seni dikota Palembang.

Baca Juga:  Anna Kumari Hibahkan Selendang Songket dan Pelangi Usia Ratusan Tahun dan Foto Bersejarah Hari Jadi Kota Palembang

Dalam kesempatan ini ketua dewan kesenian palembang memberikan tanjak batik kepada Hendri Lamiri sebagai tanda asih dari Dewan kesenian Palembang.
acara Talk Show dimeriahkan oleh Sahilin Maestro Gitar Batang Hari Sembilan, Dayat Violin, Ketua Komunitas Biola Palembang dan Ali Goik Seniman Musik Sumsel yang bergenre irama Batanghari Sembilan.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Fir Azwar Pencipta lagu seguntang Ulu Melayu, Butong Olala pemimpin Rongeng Taman Mini Indonesia Indah, Rita Syakira, Vebri Al-lintani  selaku Ketua Masyarakat Adat Budaya Melayu Indonesia (MAMBI) Sumsel.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...