Ultimate magazine theme for WordPress.

Empat Tokoh Mendapat Anugerah Gelar Pahlawan Nasional Dari Presiden

Presiden Joko Widodo bersama Wapres Ma’ruf Amin memberikan anugerah gelar pahlawan nasional kepada empat tokoh Indonesia, Rabu (10/11). (doc instagram jokowi)

Jakarta, BP—Bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan Nasional 10 November, Presiden Joko Widodo memberikan anugerah gelar pahlawan nasional kepada empat tokoh Indonesia.

Gelar tersebut diberikan saat upacara peringatan hari pahlawan yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/11).

Keputusan mengenai pemberian gelar itu dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 109 dan 110 TK Tahun 2021 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa.

“Mereka semua telah berpulang, tapi jasa-jasa mereka dalam perjuangan merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa tetap kita kenang.” kata Jokowi, seperti dikutip dari akun instagram resmi  presiden @jokowi, Rabu (10/11).

Adapun empat tokoh yang diberi gelar itu mulai dari raja hingga sutradara. Keempatnya yakni Tombolotutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Usmar Ismail dari DKI Jakarta, dan Raden Aria Wangsakara dari Banten.

Baca Juga:  Anggota MPR: Berbuat Baik Untuk Orang Lain Disebut Pahlawan
Tombolotutu. (BP/IST)

1. Tombolotutu
Tombolotutu adalah seorang raja di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Sebagai raja, Tombolotutu turut menjadi garda terdepan dalam garis perlawanan menghadapi penjajah Belanda kala itu.
Diketahui, upaya untuk menjadikan Tombolotutu sebagai pahwalan nasional telah disuarakan sejak 1990-an.

Sultan Aji Muhammad Idris. (BP/IST)

2. Sultan Aji Muhammad Idris
Sultan Aji Muhammad Idris merupakan sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Ia memerintah kesultanan ini sejak 1735 hingga tahun 1778.

Dalam riwayat perjalanan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Idris merupakan sultan pertama yang menyandang nama bernuansa Islam.

Sultan Aji Muhammad Idris adalah cucu menantu dari Sultan Wajo La Madukelleng yang berangkat ke Tanah Wajo, Sulawesi Selatan. Di Wajo, ia turut bertempur bersama rakyat Bugi melawan Veerenigde Oostindische Compagnie (VOC), kongsi dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda.

Baca Juga:  Siswa Mansapa Mendadak Kenakan Baju Pahlawan
Usmar Ismail. (BP/IST)

3. Usmar Ismail
Dikenal sebagai bapak perfilman Indonesia karena karya-karyanya yang apik. Sepanjang kariernya, Usmar Ismail telah membuat lebih dari 30 film.

Beberapa film produksi Usmar Ismail yang terkenal yakni Pedjuang (1960), Enam Djam di Djogja (1956), Tiga Dara (1956), dan Asrama Dara (1958).

Tak hanya itu, film arahan Usmar Ismail berjudul Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi) yang diproduksi pada 1950 menjadi film pertama yang secara resmi diproduksi oleh Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat.

Raden Aria Wangsakara. (BP/IST)

4. Raden Aria Wangsakara
Dikenal sebagai pejuang dalam melawan penjajahan Belanda. Ia merupakan keturunan Raja Sumedang Larang, Sultan Syarif Abdulrohman.

Bersama dua kerabatnya, yakni Aria Santika dan Aria Yuda Negara, Aria Wangsakara lari ke Tangerang karena tidak setuju dengan saudara kandungnya yang berpihak kepada VOC.

Baca Juga:  Plt Bupati Beni Hernedi Serahkan Bantuan ke Veteran Hingga Pedagang

Aria Wangsakara yang pernah didapuk sebagai penasihat Kerajaan Mataram dalam menyebarkan ajaran Islam.

Selain itu ditempat yang sama, Presiden Jokowi Memberikan anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa bagi 300 tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan pandemi COVID-19.

“Bersamaan dengan itu, saya juga menyampaikan anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa bagi 300 tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan Covid-19.” seperti dikutip dari akun instagram resmi presiden @jokowi.

Hadir di istana adalah wakil tiga penerima, yaitu almarhum dr. I Ketut Surya Negara, SP.OG (K)-KFM, M.A.R.S., dokter pada RSUP Sanglah Denpasar, almarhumah Sucilia Indah, AMK, perawat pada RSUP Dokter Sitanala Tangerang, dan almarhumah Emialoina Lasia Carolin, bidan pada Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan, DKI Jakarta. #***

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...