Ultimate magazine theme for WordPress.

DPRD Sumsel Tanggapi Capaian Vaksinasi di Sumsel Masih Jauh dari Target

Muchendi Mahzareki (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP– Capaian vaksinasi di Sumsel hingga saat ini baru mencapai 43 persen dari total yang ditarget 6,3 juta penduduk Sumsel, mendapat sorotan pimpinan DPRD Sumsel.

Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki menilai terdapat beberapa kendala menjadikan vaksinasi yang ditargetkan selama ini yang masih jauh dari harapan.

“Ada dua yang membuat agak sedikit terlambat, pertama karena stok pengiriman vaksin dari pusat, mengingat kita di daerah menunggu. Kedua, jumlah vaksin yang dikirimkan belum sesuai dengan apa yang kita minta,” kata Muchendi, Selasa (9/11).

Baca Juga:  Jangan Ada Pemotongan Insentif Nakes di Sumsel

Politisi partai Demokrat melihat, pihaknya menyarankan untuk melibatkan pihak swasta agar stok vaksinasi yang selama ini kendala bisa terpenuhi.

“Kita juga sudah memberikan saran kepada OPD dan TAPD agar selalu mengupdate stok vaksin ke pusat, kemudian juga bekerja sama dengan berbagai pihak (swasta dan pemda kabupaten/ kota) untuk memperbanyak sentra- sentra vaksin yang menampung massa dalam jumlah banyak,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Sebut  2 Jutaan Warga Sumsel Baru di Vaksin

Sedangkan  Ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Ajis, jika vaksinasi masyarakat Sumsel masih jauh dari harapan karena salah satunya update hasil vaksinasi di daerah yang selama ini telat dilaporkan, dikarenakan jauhnya daerah dan tidak adanya jaringan.

“Orang pusat melihat, kita lambat program vaksinasi covid-19, sehingga stok dirasa masih cukup. Padahal nyatanya karena laporan yang terlambat, seharusnya kalau stok menipis maka pemerintah pusat akan segera mendrop stok vaksin lagi, tapi mereka melihat lain,” katanya.

Baca Juga:  Dana Tunjangan transportasi Dewan Cair

Politisi PDI Perjuangan  ini menambahkan komisi V telah melakukan lobi- lobi ke pemerintah pusat selama ini, agar jumlah vaksinasi yang dikirim ke Sumsel semakin banyak.

“Kita sudah berusaha melobi pusat dan ada penambahan stok, tapi laporan harus dibenari, agar pusat mengetahui kalau masyarakat antusias,” katanya.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...