Ultimate magazine theme for WordPress.

Bappenas Lakukan Eksplorasi Awal Data AK Gani di Sumsel, Guna Rencana Pendirian Museum

Perencana Ahli Madya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Bappenas Ismet Mohamad Suhud dan tim bersama Kreatif Hub Indonesia Hidden Heritage (IHH) dipimpin Direktur Eksekutif Indonesia Hidden Heritage sekaligus Ketua Pemajuan Museum di Indonesia, Nofa Farida Lestari, Rabu, (9/11)  melakukan kunjungan kerja ke Museum AK Gani, Palembang. (BP/IST)

Palembang, BP– Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berencana akan mendirikan Museum Bappenas.

Pendirian Bappenas tidak lepas dari peran Pahlawan Nasional dr Adnan Kapau (AK) Gani.

Untuk itu Perencana Ahli Madya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Bappenas Ismet Mohamad Suhud dan tim bersama Kreatif Hub Indonesia Hidden Heritage (IHH) dipimpin Direktur Eksekutif Indonesia Hidden Heritage sekaligus Ketua Pemajuan Museum di Indonesia, Nofa Farida Lestari, Rabu, (9/11)  melakukan kunjungan kerja ke Museum AK Gani, Palembang.

Kunjungan kerja selama lima hari ke Palembang merupakan tahap eksplorasi awal pencarian data AK Gani sebagai salah satu perintis berdirinya Kementerian PPN/Bappenas termasuk kiprahnya dalam sejarah politik, ekonomi dan budaya Indonesia di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) . Pengumpulan data dilakukan mulai dari Selasa  (8/11) hingga Jumat  (12/11)

Tahap ini dilakukan dengan melakukan eksplorasi langsung ke Museum AK Gani, Museum Kota Palembang Sultan Mahmud Badaruddin II, Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan Balaputera Dewa, Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuk Linggau, Museum Sriwijaya dan Museum Bayt Al Quran serta wawancara Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Agus Rizal, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Palembang Gunawan, Budayawan sekaligus Sejarawan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Kemas Ari Panji, Jurnalis Sejarah Dudy Oskandar, serta Founder Sahabat Cagar Budaya Palembang Robby Sunata.

Baca Juga:  Hampir Terlupakan, Sejarah Sumsel Harus Banyak Diungkapkan

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Palembang Gunawan Gentimat menyambut baik rencana pendirian Museum Bappenas, terutama karena mengangkat kiprah tokoh Sumatera Selatan, Adnan Kapau Gani.

“Rencana ini sejalan dengan program kami untuk membantu pemeliharaan arsip di Museum AK Gani,” ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Palembang Gunawan Gentimat saat melakukan kunjungan ke Museum Dr Ak Gani, Selasa (9/11).

Sebagai kreatif hub yang peduli pada pengembangan potensi wisata sejarah budaya Tanah Air, Indonesia Hidden Heritage mengapresiasi gagasan Kementerian PPN/Bappenas untuk mendirikan Museum Bappenas karena museum potensial dijadikan salah satu ikon pariwisata.

“Berbekal pengalaman melakukan digitalisasi arsip Museum AK Gani, kami optimistis dapat berkontribusi positif dalam penggalian data akurat mengenai kiprah dr Adnan Kapau Gani terhadap politik, ekonomi dan budaya Indonesia,” papar Direktur Eksekutif Indonesia Hidden Heritage sekaligus Ketua Pemajuan Museum di Indonesia, Nofa Farida Lestari .

Baca Juga:  Kisah Meledaknya Granat Tanjung Enim di Tangan Kanan Kolonel Bambang Utoyo

Sedangkan Perencana Ahli Madya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Bappenas Ismet Mohamad Suhud, kunjungan kerja selama lima hari ke Palembang merupakan tahap eksplorasi awal pencarian data AK Gani.

“Setelah kami telusuri, AK Gani adalah cikal bakal yang membuat lembaga perencanaan sehingga kami sangat tertarik untuk mendalami dokumen terkait kiprahnya tersebut. Berlatar belakang fakta tersebut, Tim Pendiri Museum Bappenas mengunjungi Museum AK Gani dalam rangka eksplorasi koleksi-koleksi Museum AK Gani yang lebih komprehensif sehingga sangat berarti untuk dijadikan bahan pameran Museum Bappenas nanti,” katanya.

Menurutnya pendirian Museum Bappenas dilatarbelakangi oleh sejarah Bappenas yang memiliki peran penting dalam pembentukan negara Indonesia karena cikal bakal Indonesia berangkat dari konsep perencanaan ekonomi dan pertanian yang berkembang menjadi lembaga multibidang yang dikoordinasikan oleh menteri PPN/kepala Bappenas sekarang menjadi pokok perencanaan lembaga, baik pusat maupun provinsi.

“Harapan adanya Museum Bappenas adalah pemerintah punya museum yang sangat menarik secara pengetahuan. Ada founding father, khususnya pejuang yang terkait erat dengan pembangunan nasional, merupakan suatu kebanggaan bagi anak bangsa,” kata Ismet.

Baca Juga:  SMAN 1 Belitang Juara I LCC Sejarah Tahun 2019

AK Gani menurutnya memiliki banyak kiprah dalam pembangunan Indonesia, terutama di Sumatera Selatan.

Hasil dari kegiatan kunjungan kerja ke Palembang ini adalah mendapatkan informasi tentang peranan AK Gani dalam bidang pembangunan sebagai salah satu perintis berdirinya Kementerian PPN/Bappenas.

“Selain AK Gani, Tim Pendiri Museum Bappenas juga akan menelusuri dan mengkaji peran menteri-menteri Bappenas terdahulu seperti Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Ali Sastroamidjojo dan tokoh-tokoh Orde Baru,” pungkas Ismet.

“Riset tentang pemikiran dan pandangan AK Gani banyak ditulis dalam koran-koran Sumatera Selatan pada awal-awal Kemerdekaan Indonesia dan bisa diakses di Perpustakaan Nasional gedung lama di Salemba,” kata Jurnalis Sejarah Dudy Oskandar saat audiensi dengan Tim Pendiri Museum Bappenas di Museum AK Gani.

Sementara itu, Founder Sahabat Cagar Budaya Palembang Robby Sunata menyampaikan bahwa AK Gani bukan sekadar pejuang, tapi juga pengusaha. Jiwa pengusahanya itu digunakan bukan hanya untuk kepentingan sendiri, tetapi juga memakmurkan rakyat Sumatera.

“Kesuksesannya dalam mengembangkan bisnis di Sumatera membawanya dipercaya sebagai Menteri Kemakmuran,” ujar Founder Sahabat Cagar Budaya Palembang Robby Sunata.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...