Ultimate magazine theme for WordPress.

Sulit Temukan Batas Area Keraton Beringin Janggut di Palembang

Sahabat Cagar Budaya menggelar Heritage Walks bersama Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan (Sumsel) Retno Purwati  dan pemerhati sejarah Palembang RD Muhammad Ikhsan (Mang Ican),  di kawasan Jalan TP Rustan Effendi, Jalan Beingin Janggut, Jalan Sayangan dan beberapa jalan yang berkaitan dengan tema “Mencari Jejak Beringin Janggut”, Sabtu (6/11).(BP/IST)

Palembang, BP—Sahabat Cagar Budaya menggelar Heritage Walks bersama Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan (Sumsel) Retno Purwati  dan pemerhati sejarah Palembang RD Muhammad Ikhsan (Mang Ican),  di kawasan Jalan TP Rustan Effendi, Jalan Beingin Janggut, Jalan Sayangan dan beberapa jalan yang berkaitan dengan tema “Mencari Jejak Beringin Janggut”, Sabtu (6/11).

Sebelumnya, hancurnya Keraton Kuto Gawang di kawasan 1 Ilir yang kini menjadi pabrik  PT Pusri membuat pendiri Kesultanan Palembang Darussalam Ki Mas Hindi lebih memikirkan lagi tentang pembuatan keraton baru yang tidak akan mudah diserang oleh musuh, terbukti dipilihnya kawasan Beringin Janggut merupakan tempat yang strategis untuk berlindung dari musuh atau mengintai musuh jika ada yang datang.

Baca Juga:  Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

Dapat dilihat dari kawasan Beringin Janggut berupa “Pulau” yang dibatasi oleh Sungai Musi, Tengkuruk, Sungai Rendang dan Sungai Penedan.

Namun data tertulis maupun gambar sketsa mengenai keberadaan, bentuk, dan ukuran keraton ini hingga kini tidak ada. Daerah sekitar Keraton Beringin Janggut dibatasi oleh Sungai Musi di selatan, Sungai Tengkuruk di sekitar barat, Sungai Penedan di sebelah utara, dan Sungai Rendang / Sungai Karang Waru di sebelah timur.

Sungai Penedan merupakan sebuah kanal yang menghubungkan Sungai Kemenduran, Sungai Kapuran, dan Sungai Kebon Duku. Karena sungai sungai ini saling berhubungan, penduduk yang mengadakan perjalanan dari Sungai Rendang ke Sungai Tengkuruk, tidak harus lagi keluar melalui Sungai Musi.

Baca Juga:  Emporium Palembang 1950-an

Arkeolog dari Balar Sumsel , Retno Purwati melihat belum pernah ada penelitian mengenai Keraton Beringin Janggut ini.

“Jadi,  menyelusuri bekas salah satu keraton masa Kesultanan Palembang, saya merasa menjadi seorang arkeolog, yang sedang melakukan penelitian.  Dengan berbekal peta-peta kuno menyelusuri dan mengidentifikasi batas-batas Keraton, lokasi pemukiman, arah menghadap Keraton dan sebagainya, memberikan pengalaman yang lain dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Sedangkan Rd Muhammad Ikhsan  melihat sulit menemukan batas area Keraton Beringin Janggut , untungnya masih ada toponim yang menopang pekiraan letak Keraton Beringin Janggut tersebut .

Baca Juga:  Mata Uang Kesultanan Palembang Darussalam

“Dan harapan kita supaya kawasan ini lebih sering kita publish dalam konteks sejarah Palembang,jangan sampai kebijakan tidak berorientasi sejarah,” katanya.

Inisiator Sahabat Cagar Budaya,  Robby Sunata menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peminat sejarah Palembang hal ini terbukti dari antusias dari jumlah peserta dan tanya jawab peserta selama perjalanan maupun dititik kumpul persinggahan sebanyak 8 titik persinggahan.

Dia berharap semoga teman-teman yang ikut kegiatan ini  mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan makin paham dengan sejarah kotanya, terutama yang berkaitan dengan Kesultanan Palembang.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...