Ultimate magazine theme for WordPress.

Dunia Digital Buat Bisnis Makin Mudah dan Murah

Suasana webinar yang digelar, Jumat (5/11) pukul 09.00-12.00, dengan tema “Menciptakan Peluang Bisnis di Era Digital” (BP/IST)

Palembang, BP- Dunia digital telah membuat bisnis jadi makin mudah dan murah , karena itu  Kemenkominfo RI melalui Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang mengajak masyarakat Indonesia cerdas memanfaatkan ruang digital sebagai peluang menciptakan bisnis.

Melalui webinar yang digelar, Jumat (5/11) pukul 09.00-12.00, dengan tema “Menciptakan Peluang Bisnis di Era Digital” dengan menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach), M. Muhaimin, S.IP, MA (CEO Nextup ID), Adiguna, S. T., M. T. (Dekan Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang) dan  Novia, S.Pd (Guru SMK Negeri 5 Palembang).

Moderator Sahira Zahra dengan kemerduan suaranya, tak terasa webinar yang diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, pendidik dan pelaku usaha ini berlangsung selama lebih kurang empat jam. Key Opinion Leader Fanie Maulinda @faniemaulida (Social Network Marketer, HDI enterpriser, Pengusaha @ayamtangkapblangbintang, Owner @ramestudio20, @fantastical.id) dengan berbagai aktivitasnya pun berbagi pengalaman dan tips. “Saya dukung kegiatan seperti ini untuk menambah kecakapan digital, daya saing dan meningkatkan perekonomian dan turut serta dalam pembangunan. Dengan berbagai aktivitas yaitu beberapa usaha yang bergerak di online.

“Saya mau berbisnis online karena punya prinsip harus ada bebrapa sumber mata pencarian. Momen pandemi saya manfaatkan dengan usaha di bidang sosial marketer. Usaha baru. Bekerja walau dari rumah aja.  Saya memanfaatkan ruang digital. Peran digital saya apresiasi di angka 9. Jujur aja saya sangat bergantung pada digital. Walaupun feel bertatap langsung lebih baik tapi saya betul-betul terbantu dengan adanya era digital saat ini. Jadi peluang bisnis,” ujar Fanie.

Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach), selaku narasumber pertama pada kesempatan ini memberikan materi selama 20.menit. M. Arif memulai dengan tema digital skill ciptakan peluang.

CEO Kampung Kaleng dengan berbagai aktivitas UMKM di Indonesia. Berbagai aktivitas baik sebagai pelaku bisnis maupun mentor.

Baca Juga:  Lestarikan Nilai-nilai Pancasila di Era Digital

“Saya bahas beberapa peluang setelah perkembangan digital pesatnya. Jika dulu cita-cita anak jadi polisi jadi dokter, jadi tentara, tapi selarang jadi konten kreator, jadi youtuber, jadi programmer. Ambil peluang di dunia digital saat ini biasa saja, bisa mau pelajar, mau mahasiswa, mau tua atau muda bisa berbisnis,” ujar Arif.

Menurutnya, di sisi lain modal sangat fleksibel. Jadi tidak ada alasan mendasar gara-gara modal.

Selanjutnya peluang terbuka lebar. Pembeli manca ruang bisa dari luar negeri, luar kota. Jadi peluang lebih besar. Di sisi lain, stok dikit. Tak perlu tempat ruko atau ruko. Toko selalu online tinggal biaya hosting dan internet. Namun sangat sedikit dibandingkan dengan bisnis dulu yang langsung. Tinggal kegesitan dan kepintaran membaca peluang. Bikin produk dulu baru jual. Analisa dulu target market. Tentukan personal, siapa yang bakal beli,” ujarnya.

Selanjutnya narasumber kedua, M. Muhaimin, S.IP, MA (CEO Nextup ID).

Narasumber yang memiliki seabrek aktivitas ini mengaku sangat ingin berbagi pengalaman dan tips dengan para peserta webinar. Disebutkanya, dengan era digital saat ini semua bisa dilakukan transaksi kapan saja, di mana saja dan kapan saja. Misalnya penggunaan internet banking, e-money atau uang elektronik yang dipergunakan untuk mempermudah. Selanjutnya kartu kredit yang bisa dipergunakan dengan kemudahan utang dulu.

“Tapi hati-hati kontrol jangan sampai kebablasan. Tapi ketika dengan memanagemen maksimal kegunaan positif kartu kredit kita bisa mendapat keuntungan lebih,” kata Muhaimin.

Ia juga mneyebutkan alat pembayaran digital seperti oppo, gopay, dana (dompet digital), link aja beberapa jenis ini merupakan alat elektronik yang bisa dimanfatkan untuk mempermudah transaksi.

“Namun tetap jaga keamanan digital.kita. batasi penggunaannya, jaga keamanan pin atau paswordnya jangan sampai cepat dibuka orang lain. Jangan mudah percaya memberikan kode otentik kepada orang lain. Monitor saldo ketika sedang berada di market place,” katanya.

Baca Juga:  Bijak dalam Berkomentar di Ruang Digital

Novia, S.Pd (Guru SMK Negeri 5 Palembang) sebagai narasumber ketiga pada kesempatan ini selama 30 menit memaparkan materi. Ia memulai pemaparan dengan memaparkan ikustrasi sosial.media seperti di atas awan..menurutnya sosial media yang luas dari beberapa sudut Interaksi sosial dengan media IG, facebook, tiktok, dll.

“Jenis-jenis  interaksi dengan pelanggan dipaparkan di antaranya ketika membawakan produk kacamata maka bukan saja memaparkan tentang produk tapi juga tips-tips bagaimana merawat kacamata, menjaga kacamata agar awet.dll,” kata Novia yang juga pada kesempatan ini mencontohkan beberapa cara memanfaatkan youtube tips testimoni cara menggunakan IG, cara memasak dll.

Adiguna, S. T., M. T. (Dekan Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang) Dosen UPGRI Palembang sebagai narasumber terakhir pada webinar kali ini pun selama 20 menit tak kalah menarik dengan penyajian tiga narasumber lainnya.

“Saya ingin coba memberikan nuansa baru. Dengan judul ciptakan peluang bisnis dengan kembangkan budaya lokal.

Peluang itu kita tempatkan posisi sebagai pencari atau penjual. Pada kesempatan ini saya mengajak adik-adik siswa dan mahasiswa berpikir 10 tahun ke depan bisa jadi praktisi atau influencer atau pemangku jabatan. Jadi bukan hanya jadi pencari tapi juga penyedia peluang bisnis.

“Saya berharap sebagian peserta ini bukan hanya jadi pencari tapi penyedia. Misalnya dengan memfasilitasi,” ujar Adi Guna yang pada kesempatan ini mengangkat tema Digital Culture.

“Bagaimana kebiasaan orang banyak di era sekarang. Dunia maya yang lebih banyak digunakan orang di masa sekarang. Jadi bagaimana kita tingkatkan culture budaya diekspos atau diperkenalkan ke khalayak misalnya perkenalkan budaya lokal kesenian Palembang, dll. Akan banyak akses terdampak atau tumbuh dengan sendirinya dengan ekspos yang kita lakukan. Ini dalam skala besar dampak memperkenalkan budaya lokal,” katanya.

Baca Juga:  Ini Cara Antisipasi Cyberbullying

Webinar menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Lantas keynote speech kedua disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut.

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemkot Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring ada  556 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, dosen dan kalangan umum. “Alhamdulilah kita terus berharap antusias masyarakat masih tetap tinggi dalam rangka literasi digital ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat banyak dalam mendukung program pemerintah cerdas berinternet dengan Program Webinar Literasi Digital yang digelar Kemenkominfo RI ini,” ujar Suryati.

Selanjutnya. webinar Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 Kota Palembang akan digelar kembali Senin tanggal 8 Nopember 2021 pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan tema “Pentingnya Memiliki Digital di Masa Pandemi Civid 19 dengan menghadirkan narasumber di antaranya
Alliyudin Asral SPd.MSi Kepala SMA Olahraga Negeri Sriwijaya yang membawakan tema tentang Digital Culture dan  Rini Anggraini MPd Wakil Kepala SMP Ngeri 12 Palembang Bidang Kurikulum CGP Angkatan 4 Kota Palembang yang membawakan tema tentang Digital Ethic.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...