Ultimate magazine theme for WordPress.

Budaya Santun di Dunia Digital

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar Rabu (27/10) kali ini dengan tema “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab” (BP/IST)

Palembang, BP- Perubahan era digital tidak serta merta merubah budaya santun di dunia digital. Bagaimana caranya?

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar Rabu (27/10) kali ini dengan tema “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab” dimulai pukul 09.00  sampai dengan pukul 12.00 WIB dengan dipandu moderator Sahira Zahra.

Adapun narasumber yang ditampilkan di antaranya Dr. Kiman Siregar, S.TP., M.Si., IPU (Dosen USK & Praktisi Bisnis UMKM IKM), Dr. Lisa Adhrianti, M.Si (Dosen Unib, Japelidi), Irfani, S.Pd., M.Si. (Wakil Humas SMP Negeri 7 Palembang) dan Budiman S.H (Guru SMA Pembina Palembang).

Key Opinion Leader Andomeda Mercuri, wong Palembang juga @andromeda_mercury (Host TV Nasional, Jurnalis) pada kesempatan ini juga berbagi pengalaman dan tips. “Hati-hati dengan yang ajak kenalan di medsos karena bisa jadi menggunakan akun dan identitas palsu. Saya sudah punya anak 2 selalu proteksi terhadap anak-anak saya. Saya juga aktif di setiap platform medsos untuk sekadar menambah wawasan dan pengetahuan saja supaya bisa tahu lebih banyak.

Pesan saya buat adik-adik hati-hati memposting sesuatu yang berbau SARA atau ujaran kebencian karena rekam jejak akan melekat. Kami dari perusahaan melihat juga rekam jejak calon pegawai yang memasukan lamaran. Itu juga jadi point penting penilaian perusahaan. Jadi hati-hati kalau tidak ingin hilang kesempatan emas mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Narasumber pertama Dr. Kiman Siregar, S.TP., M.Si., IPU (Dosen USK & Praktisi Bisnis UMKM IKM) yang memulai memaparkan materi selama 20 menit dengan bagaimana menjadi pengguna internet yang beradab, bagaimana berinteraksi dan sosialisasi di ruang digital. Narsum sebagai pendidik dan pengiat ekonomi serta pengelola di kegiatan UMKM di Bogor dan berbagai kegiatan lainnya.

Arti kata beradab disebutkan narsum ini dengan mencontohkan beberapa ilustrasi seperti anak yang akan pergi sekolah salaman hormat dengan orangtuanya.

“Beradab yaitu perbuatan sopan santun dan menyenangkan orang lain. Sekarang ini salah satu lingkungan kita di ruang digital namun meski demikian tetap kita terapkan,” ujarnya.

Dr Kiman juga mengilustrasikan perkembangan peradaban manusia sejak zaman batu sampai sekarang dengan pemanfaatan teknologi. Lahirnya internet juga menjadi pemaparannya dengan pemanfaatan gadget.

Baca Juga:  Jadi Masyarakat Digital yang Pintar

“Segala fasilitas internet bisa kita manfaatkan untuk mempermudah pekerjaan dan kebutuhan. Namun dalam konteks ini adab berkomunikasi dengan internet pun perlu kita kedepankan,” tambahnya seraya juga memaparkan persentase pengguna internet dari berbagai kalangan usia dan latar belakang.

Ia juga menyarankan sopan santun dan akhlak dan nilai-nilai budaya yang diwariskan nenek moyang kita harus tetap dikedepankan. Literasi digital juga dijabarkannya sebagai pengetahuan dan kecakapan kemampuan dasar mengenai teknologi digital termasuk dampak-dampak yang kemungkinan terjadi dalam penggunaan media sosial.

“Kecakapan digital bisa dimanfaatkan dengan mencari peluang usaha dengan aturan-aturan, sopan santun dan akhlak yang baik di media sosial. Jadi kembangkan terus literasi digital kita,” tambahnya seraya menyebutkan lima hal yang merusak ruang digital, di antaranya menyebar berita hoaks, ujaran kebencian, kata-kata yang memojokkan seseorang dan sebagainya.

Selanjutnya ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini yaitu dengan meningkatkan pengetahuan serta menyebarkan informasi mengenai sanksi jika sudah melakukan hal yang melanggar tersebut.

Narasumber kedua, Dr. Lisa Adhrianti, M.Si yang merupakan Dosen Unib, Japelidi.

Lisa dalam kesempatan ini juga selama 20 menit memaparkan materi Keamanan Digital. Bagaimana menjadi pengguna internet yang aman dan beradab.

“Saya dari Japelidi Bengkulu sudah berhasil mengeluarkan beberapa modul tentang kecakapan literasi digital. Selain itu aktif penelitian tentang literasi digital. Saya mengingatkan dari sudut pandang digital safety karena ketergantungan kita sangat besar terhadap internet.

Sudah melebihi angka pertumbuhan penduduk di Indonesia. Tahun ini data akan meningkat kembali. Namun apa yang penting, ternyata dari interaksi di internet kita banyak sekali mengalami risiko-risiko atau perlakuan yang tidak menyenangkan. Hal inilah yang jadi fokus dari digital safety. Faktor risiko dan dampak buruk dari internet pun perlu kita waspadai,” ujar Dr Lisa memaparkan.

Ia juga menyebutkan beberapa tantangan dan bagaimana menjadi pelaku yang bijak dengan menggunakan perangkat aman dan nyaman. Untuk itu harus cakap dan paham dengan segala sesuatu tentang dunia digital. Untuk capai hal ini perlu memiliki kompetensi. Kompetensi apa yang harus dikuasai? Ada tiga yaitu kognitif, apektif dengan berempati saling melindungi orang lain.

Baca Juga:  Menjadi Kreatif dan Produktif dari Rumah di masa Pandemi

Selanjutnya peduli (ware). Dengan ini kita sudah berupaya menjadi pengguna internet yang beradab. Selain itu kita juga harus mempunyai nilai-nilai Pancasila dengan baik sehingga bisa menciptakan keamanan-keamanan digital yang baik sehingga orang lain juga bisa merasakannya. Sila persila dari Pancasila dijabarkan narasumber ini dengan detail.

Selanjutnya narasumber ketiga, Irfani, S.Pd., M.Si. (Wakil Humas SMP Negeri 7 Palembang) yang pada sesi ketiga lebih banyak memberikan tips dan masukan bagi para pelajar atau siswa dari sekolahnya yang ikut bergabung sebagai peserta pada webinar kali ini. Menurut Irfani, anak-anak usia SMP masih sangat labil dalam bertindak termasuk dalam bermedia sosial.

“Padahal sanksi hukum jelas, UU ITE itu sangat tegas dan tidak pandang bulu. Jadi pesan saya buat anak-anak, kita jangan sampai berhubungan dengan UU ITE dan juga apalagi dalam berinternet khususnya anak-anak SMP sangat tidak tahu bagaimana etika internet. Taunya ada gadget buat tiktok, dishare ke mana-mana, bagus apa tidak yang penting dishare supaya viral. Internet itu jelas seperti pisau bermata dua dibawa baik bisa baik, dibawa buruk bisa buruk. Jadi harus benar-benar bisa pilih dan pilah. mana yang perlu dan tidak perlu,” ujar Irfani.

Pembicara terakhir, Budiman S.H (Guru SMA Pembina Palembang) yang kali ini memberikan
tips menjadi pengguna internet yang beradab, Ada beberapa langkah yang diberikanny di antaranya kenali fitur dalam internet, gunakan bahasa yang baik dalam berkomunikasi, berpikir sebelum mengunggah/share dan jaga data pribadi. Selanjutnya, dampak yang terjadi juga dipaparkan Budiman dengan memilah dampak positif dan negatif.

Adapun dampak positif Kemudahan komunikasi dan informasi, Menambah wawasan, Konten hiburan, Sosialisasi, Transaksi bisnis, Banyak layanan umum.

“Sebaliknya, dampak negatif Pencurian data pribadi, Banyak penipuan/hoaks, Banyak konten yang melanggar, Rawan tindak kejahatan, Kecanduan internet, Pelecehan seksual atau Cyber bullying dan pemborosan,” ujar Budiman yang juga pada kesempatan ini menyebutkan beberapa alasan mengapa harus beradab dalam berinteraksi di dunia maya, di antaranya karena kultur bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya dan berketuhanan yang Maha Esa. Sila Pancasila juga menjadi pedoman. Budiman juga menyebutkan jeratan hukum UU ITE dan UU HAM juga menjadi alasan mengapa harus beradab di medsos.

Baca Juga:  Bedakan Informasi Hoaks atau Bukan

Webinar menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Lantas keynote speech kedua disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemkot Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 702 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, dosen dan kalangan umum.

“Alhamdulilah kita terus berharap antusias masyarakat masih tetap tinggi dalam rangka literasi digital ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat banyak dalam mendukung program pemerintah cerdas berinternet dengan Program Webinar Literasi Digital yang digelar Kemenkominfo RI ini,” ujar Suryati.

Webinar selanjutnya akan digelar Kamis 28 Oktober 2021 pukul 09.00  sampai dengan pukul 12.00  dengan tema “Kreatif dan Produktif dari Rumah di Masa Pandemi” dengan menampilkan narasumber di antaranya Muhammad Arif Rahman SHI (CEO PT Kampung Koleng Indonesia), Inna Dinovita STP (CEO Soesha Cantika Indonesia), Dr Ardi Okilanda, MPD (Dosen Universitas PGRI Palembang) dan Rina Andriana, SPd, MSi (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 9 Palembang).

Pendaftaran melalui tautan : https://s.id/lidigpalembang28oktober, Link Zoom:
https://us02web.zoom.us/j/6450392706.#osk

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...